<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lembaran Batu Merah</title>
	<atom:link href="http://batumerah79.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://batumerah79.wordpress.com</link>
	<description>mengeras..berlawan..</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Dec 2008 19:53:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='batumerah79.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/ea07d9f93a88d0929bbf14c49731a4d6?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lembaran Batu Merah</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Musik Indie : Sejarah Singkat dan Tantangannya</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/12/13/musik-indie-sejarah-singkat-dan-tantangannya/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/12/13/musik-indie-sejarah-singkat-dan-tantangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 17:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni-Budaya-Berlawan]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>
		<category><![CDATA[uderground]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Indie berasal dari kata independent, yang artinya merdeka. Beberapa tahun belakangan pembicaraan soal musik Indie, menjadi topik hangat di kalangan anak muda. Saat produk musik mainstream Indonesia hanya bisa menghasilkan band pop menye-menye, band-band indie sukses menawarkan alternatif.
Industri musik indie muncul di Amerika, sejak tahun 1920an. Di masa itu ada beberapa label-label rekaman kecil, mencoba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=126&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Indie berasal dari kata independent, yang artinya merdeka. Beberapa tahun belakangan pembicaraan soal musik Indie, menjadi topik hangat di kalangan anak muda. Saat produk musik mainstream Indonesia hanya bisa menghasilkan band pop menye-menye, band-band indie sukses menawarkan alternatif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Industri musik indie muncul di Amerika, sejak tahun 1920an. Di masa itu ada beberapa label-label rekaman kecil, mencoba menandingi label-label besar. Sejarah musik selalu diwarnai oleh terobosan-terobosan baru, pada setiap jamannya. Terobosan-terobosan ini senantiasa berporos pada prinsip menghadirkan tawaran alternative/tandingan (musik dan budaya baru), terhadap budaya mainstream di setiap masanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Awal tahun 60an, Elvis Preasley berhasil menggemparkan dunia musik. Elvis sukses merubah paradigma bermusik di Amerika dengan musik rock ‘ rollnya (adaptasi musik blues dan jazz kulit hitam). Pada jaman itu juga, lorong-lorong bawah tanah stasiun kereta (subway) disulap menjadi panggung-panggung pertunjukan oleh para seniman-seniman di Paris, Perancis. (Ady Gembel, <em>Underground Kita Berbeda</em>, Apokalip Web Zine). Para seniman itu mencoba mendekatkan diri langsung dengan massa, menentang pola berkesenian elitis ala seniman mainstream. Bahkan puisi, teater, musik dan produk kesenian lainnya<span> </span>pada massa itu, sarat dengan nuansa kritis. <span> </span>Karena tempat pertunjukannya yang berada di bawah tanah, lahirlah istilah underground.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perubahan di atas, harus dilihat selaras dengan fenomena sosial yang sedang terjadi. Tahun 50 sampai 60an, adalah masa pemulihan paska perang dunia II dan masa awal perang dingin. Krisis ekonomi menghinggapi hampir semua negara di dunia. Pengiritan sektor industri, menjadikan kelas-kelas pekerja makin jauh dari taraf kesejahteraan. Mendapatkan hiburan seperti opera dan pertunjukan musik klasik, adalah sebuah hal yang mustahil bagi kelas pekerja. Mau tak mau, mereka harus menciptakan alternatif-alternatif hiburannya sendiri. Fenomena underground di Paris, musik alternatif di Amerika (blues, jazz dan rock ‘n roll) serta skin head di Inggris, harus dilihat sebagai bentuk-bentuk alternatif dalam bermusik di jaman itu.</p>
<p><span id="more-126"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Massa Flower Generation</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selanjutnya dunia masuk dalam masa perang dingin. Pertarungan dua ideologi yang bertolak belakang, menyeret masyarakat dunia dalam perang dingin penuh intrik, persaingan dan konflik. Kejenuhan akan korelasi antara perang dingin dan kehidupan keseharian, melahirkan semangat Do It Yourself (DIY). Semangat DIY menjadi semboyan utama Flower Generation, sebutan buat generasi di pertengahan 60an sampai 70an.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semangat DIY ini juga diadaptasi dalam dunia musik. Semangat untuk membuat gaya sendiri, label sendiri dan musik sendiri, benar-benar tumbuh di jaman itu. Wajar jika banyak musik-musik alternatif yang ada hari ini, lahir dan berkembang pada era 70an. Sebut saja beberapa genre besar seperti Punk, Rock ‘n Roll, rock, metal, ska, reggae dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sex Pistols adalah salah satu band yang pantas disebut mewakili masa flower generation. Band Punk ini melahirkan lirik-lirik anti kemapanan, juga aksesori nyelenehnya yang kental nuansa kritik sosialnya. Seperti, penggunaan sepatu boot yang merupakan bentuk protes terhadap kekerasan militer dan perang. Lain lagi style rambut mowhawk, yang diadaptasi dari suku-suku Indian. Hal ini, guna menunjukan keberpihakan kepada kaum marjinal (Indian tersingkir, karena kedatangan imigran Eropa di Amerika). Begitu juga dengan aksesori rantai lengkap dengan gembok, yang dipopulerkan Sid Vicious (basis Sex Pistols). Sid mengkritik Kerajaan Inggris dan budaya <span> </span>feodalnya, yang dinilai mengekang kebebasan individu. Puncaknya adalah cover album Sex Pistols yang sangat legendaris, menampilkan sosok Ratu Elizabeth dengan tindikan peniti di hidungnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bukan hanya itu, Woodstock (pagelaran musik) di Amerika pada tahun 1969 mengambil tema ‘make peace not war’. Tema ini adalah bentuk protes terhadap perang Vietnam. Atau lirik fenomenal dari Bob Marley, yang berseru ‘Emancipate your self, from mental slavery’. Inilah deretan bentuk perlawanan flower generation. Bukan hanya sekedar menyuguhkan musik alternatif, tapi juga sarat akan muatan sosial. Selain itu masih banyak band lain, yang kelak menjadi influence band-band di masa setelahnya. Sebut saja Rolling Stones, The Clash, The Ramones, Deep Purple, Led Zeppelin, Black Sabath dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sejarahnya di Indonesia</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musisi Indonesia, banyak mengadopsi budaya barat dalam berkarya. Sebagai negara bagian dunia ketiga, kita memiliki banyak ketertinggalan dalam soal ekonomi dibanding dengan negara-negara maju. Akhirnya musik kelas bawah di belahan utara bumi, diadaptasi oleh kelas menengah di Indonesia. Karena kelas menengah memiliki kesempatan lebih untuk mengintip perkembangan dunia musik luar negeri ketika itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tak heran presiden Soekarno kala itu pernah memenjarakan Koes Ploes, karena musiknya dituduh identik dengan budaya kapitalisme internasional. Soekarno dengan padangan politiknya melihat musik Koes Ploes, bukan hal yang penting bagi kelas bawah di Indonesia. Koes Plues juga tak salah jika mengadaptasi musik yang menurut mereka mengekspresikan kebebasan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada tahun 70an perkembangan musik di belahan utara bumi melaju cepat, memacu juga perkembangan musik di tanah air. Guruh Gipsy, Gang Pegangsaan, Good Bless, Giant Step, Super Kid, The Rollies, dll adalah sederet nama yang bisa disebut sebagai peletak fondasi musik Indonesia pada masa kontemporer. Secara musikalitas mereka adalah maestro-maestro dunia musik Indonesia. Mereka juga mempopulerkan semangat<span> </span>kemerdekaan (baca indie), dalam berkarya. Walau pada jaman itu belum ada manajeman musik yang cukup bagus, tapi dengan pengalaman seadanya mereka mulai bekerja sama membangun jaringan. Hal itu dilakukan guna meluaskan musik mereka. Tercatat pula majalah Aktuil, banyak membantu perkembangan musik pada masa 70an. Melalui tulisan dan peran aktif individu-individu di dalamnya, Aktuil mempromosikan band-band pada jaman itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tetapi isu-isu sosial belum dianggap penting, untuk dibicarakan dalam lirik-lirik mereka. Kalopun ada, belum menjadi sesuatu yang dominan. Bahkan beberapa grup band (utamanya rock), masih suka memainkan karya-karya band luar negri. Ekspresi kemerdekaan akhirnya hanya menjadi penghias keseharian, gaya hidup bebas ala musisi rock pun menjadi pilihan mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada periode 1990an, perkembangan musik underground semakin pesat. Booming Sepultura dan Metalica, menginfluence anak-anak muda Indonesia. Berhadapan dengan industri mainstream yang didominasi oleh rock melayu, artis wanita dll, maka jalur underground-lah yang dipilih. Dengan berbasiskan komunitas serta mengandalkan fanzine (bulletin-buletin), budaya underground semakin meluas. Dimulailah pembangunan secene-scene musik alternative, di masa itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang dan Jogjakarta, menjadi tempat berkembangnya komunitas-komunitas underground. Pada massa itu musik metal menjadi sebuah suguhan altenatif. Selain itu banyak band, mulai berani berekspresi dengan menempatkan isu-isu sosial dalam lirik-liriknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">PAS band memulai tradisi merilis album secara indie. Album mereka, “from toght with S.A.P” terjual lebih dari 5000 copy. Selanjutnya banyak band metal dan rock lain, memakai metode indie. Tercatat nama-nama seperti Pupen, Koil, Burger Kill, Rotten to The cure dll di masa-masa awal, perkembangan musik Indie kontemporer Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada sekian banyak album, termasuk album-album kompilasi yang dirilis bersama oleh band-band pada jaman itu. Mereka terbantukan dengan pembangunan komunitas-komunitas musik. Begitu juga dengan fanzine (bulletin), yang berfungsi untuk mempromosikan hasil karya mereka. Panggung-panggung kecil juga kerap digelar di kafe-kafe. Hal ini selaras dengan pembangunan industri kreatif kaum muda lainnya, seperti clothing dan distro.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Istilah Indie, baru populer di pertengahan tahun 1990an. Awalnya Indonesia lebih mengenal istilah underground bagi musik yang ‘lari’ dari trend budaya mainstream. Perkembangan musik luar yang menghasilkan beberapa varian-varian baru seperti grunge, brit pop, hip-hop, melodic punk dll. Hal ini <span> </span>menyeret anak-anak muda Indonesia pada sekian banyak pilihan bermusik. Selanjutnya di kota-kota besar, banyak bermunculan band-band serta komunitas-komunitas dengan varian musik yang beragam. Sejak saat itu istilah underground mulai digantikan dengan istilah Indie. Mungkin istilah underground, dirasa terlalu identik dengan musik metal. Maka istilah indie dengan kesan yang lebih modern, mulai lazim di gunakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pure Saturday, menjadi pionir band-band dengan aliran selain metal yang membuat album rekaman sendiri. Grup band ini tercatat mencetak album pertamanya pada tahun 1995, dengan tajuk ‘Not A Pup E.P’. Keberhasilan mencetak album ini lantas diikuti oleh sederet nama lain seperti Waiting Room, Pestol Aer, Toilet Sound dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selanjutnya booming Indie semakin menjadi, ketika Moka (band Swing Pop asal Bandung) sukes menembus angka di atas 100.000 copy dalam penjualan kaset mereka. Keberhasilan Moka, turut membawa dampak bagi perkembangan musik indie. Selanjutnya deretan nama seperti Puppen, Shagy Dog, Superman Is Dead, Rocket Rockers, Superglad dll, mencuri perhatian para penikmat musik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahkan beberapa nama di atas, mendapat kontrak dari label-label rekaman besar. Kontrak ini, sempat menjadi perdebatan di scene-scene Indie. Sebagian dari para scenester, menganggap hal ini sebagai pengkhianatan terhadap idealisme independent. Sebagian lagi menganggap ini, sebagai peluang memperkenalkan musik mereka secara massal.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terlepas dari perdebatan-perdebatan tersebut, musik Indie tetap mendapatkan tempat di dunia musik Indonesia. Beberapa band seperti The S.I.G.I.T, The Upstairs, The Brandals, The Milo, Bangku Taman, Efek Rumah Kaca, Teenage Dead Star, Seek Six Sick, The Adams, White Shoes And The Couple Company, Goodnight Electric dll, mendapatkan tempatnya di hati para penikmat musik. Terakhir delapan album rilisan band dan label indie, masuk dalam jajaran 20 album terbaik versi Rolling Stone tahun 2008. Ini membuktikan bahwa kualitas musik band-band Indie di Indonesia sangat baik. Karena mampu bersaing dengan karya band dan label besar (baca : mainstream).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahkan dalam hal penyebaran karya, mereka sangat maju. Ketika industi musik mainstream berteriak soal bajakan, beberapa band Indie di Indonesia dengan bangga membagi-bagikan cd album mereka secara gratis. Metode yang bertolak belakang dengan keinginan para produser musik mainstream.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">KOIL merilis album “Black Shines On”, membagikannya sebagai bonus majalah Rolling Stone Indonesia. Langkah ini diikuti oleh Naif dan Rosewood. Sebelumnya The Upstairs, melepas lagu mereka secara gratis lewat situs my Space. Langkah ini meniru band-band luar negeri (Radiohead, Coldplay dan Metalica).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semangat-semangat perlawanan juga masih terdengar dalam lirik-lirik band indie di Indonesia. Terakhir kita dengar Efek Rumah Kaca yang lugas dalam merekam realitas sosial. Lagu ‘Di Udara’ misalnya, bercerita soal kematian Munir. Selanjutnya ada ‘Cinta Melulu’, yang mengkritik soal budaya latah musisi Indonesia dalam membuat lirik-lirik lagu cinta. Hits lainnya ‘Jalang’, mengkritik kebijakan UU Pornografi dan Pornoaksi. (Kompas, 3 September 2008)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ras Muhammad dengan musik reggaenya, pantas juga di sebut sebagai musisi indie yang concern berbicara soal realitas-realitas sosial. Belum lagi jika menyebut beberapa band Punk seperti Marjinal dan Bunga Hitam, yang hampir setiap lirik lagunya berbau kritik sosial. Hal yang sama juga masih dilakukan oleh band-band lain, seperti Burger Kill, KOIL, Seringai, Komunal dll. Untuk band-band seperti ini, kita pantas mengucap salut. Mereka benar-benar mengadopsi idealisme Indie dalam bermusik. Idealisme yang bukan hanya sekedar di maknai dalam proses distribusi dan produksi kaset/cd, tapi juga dalam karya mereka yang jujur dalam merekam realistas sosial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Tantangan Musik Indie</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada beberapa tantangan nyata bagi musik Indie. Pertama adalah komoditifikasi indie. Banyak perusahan laba, menangkap booming indie dan sekedar memanfaatkannya sebagai alat promosi. Tak ada salahnya untuk sekedar bekerja sama, selama prinsip-prinsip indie tetap di tampilkan dalam setiap event. Menjadi salah jika prinsip-prinsip itu tak lagi diperhatikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Contoh kasus sering muncul acara-acara seperti festival musik indie. Padahal menurut hemat penulis, musik indie muncul bukan untuk diperlombakan. Karena ketika dia perlombakan akan ada pembatasan-pembatasan dalam berekspresi, akhirnya kesubjektifan tim penilai yang menjadi penentunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Seharusnya penentu utama dalam musik indie adalah para musisi itu sendiri. Hal tadi sesuai dengan semangat Do It Yourself, yang dikibarkan oleh flower generation. Bentuk event yang seharusnya di lakukan adalah bentuk-bentuk pagelaran musik, tanpa nuansa kompetisi. Event yang dicreate dengan semangat kolektif dan berbasiskan kerjasama antar komunitas-lah, yang seharusnya dibuat oleh para pelaku musik indie. Event seperti ini bisa menjadi ajang promosi karya band-band indie.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tantangan yang kedua adalah kekonsisitenan dalam memunculkan budaya tandingan (counter culture). Sejarah musik selalu diwarnai dengan benturan-benturan antara budaya mainstream dan budaya tandingan. Indie sendiri adalah sikap atau idealisme yang sangat identik dengan budaya tandingan. Menjadi sangat di sayangkan jika produk-produk musik yang berasal (atau mengaku) dari dunia indie, menjadi serupa dengan produk budaya mainstream.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saat ini kita dihadirkan band pop menye-menye ala ST 12, Kangen Band dkk. Sebaiknya mereka yang memilih musik indie (sebagai jalur bermusik), menghasilkan produk yang berbeda dengan band-band mainstream tersebut. Sehingga bukan hanya jalur indie yang membedakan, tapi hasil karya juga membedakannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang harus diwaspadai adalah munculnya generasi baru, dengan cekokan lirik ‘cinta melulu’ ala band pop menye-menye. Sangat di sayangkan jika generasi ini, menjadi terpisahkan dengan realitas-realitas sosial di sekitarnya. Bukankah aneh jika jalur indie yang pada pembangunannya tidak terlepas dari konstruksi-konstruksi sosial di sekitarnya, malah makin menjauh dari realitas sosial.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kunci kesuksesan band-band di era 70an adalah nalar eksplorasi musik yang tinggi, sehingga bisa menciptakan berbagai genre. Selain itu mereka mampu meramu lirik, yang berasal dari pengalaman pribadi dan konteks-konteks sosial di sekitarnya. Sebaiknya tradisi-tradisi untuk berempati, peduli, berkolektif dan sederet budaya positif lainnya harus direkam dalam lirik-lirik musik Indie. Semangat menciptakan atau mengeksplorasi hal-hal baru dalam bermusik, juga harus dipelihara oleh musisi-musisi indie. Sehingga generasi yang kelak muncul, sudah terbiasa dengan tawaran-tawaran alternatif dalam bermusik sejak dini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kedua tantangan tadi yang harus terus menerus dijawab oleh musisi indie pada masa kini. Sehingga semangat memunculkan budaya tandingan (counter culture), yang merupakan basis utama pembentukan jalur Indie tetap terjaga. Akhirul Kallam, Support Your Local Indie Movement…!!!</p>
Posted in Seni-Budaya-Berlawan  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=126&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/12/13/musik-indie-sejarah-singkat-dan-tantangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUMPAH PEMUDA, DI NEGRI IRONI</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/10/30/sumpah-pemuda-di-negri-ironi/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/10/30/sumpah-pemuda-di-negri-ironi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 18:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pembebasan]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[sumpah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[  
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=79&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kolonialisme, telah menghadirkan perasaan senasib-seperjuangan. Jejeren pulau nusantara, mepertontonkan nasib yang sama. Jejeran pulau itu memperlihatkan kondisi rakyat yang tertindas, di bawah alam kolonialisme. Perjuangan melawan kolonialisme juga terjadi di mana-mana. Sadar bahwa nasib yang sama (malang, tertindas, melarat dll), sadar bahwa sedang menghadapi musuh yang sama (Kolonialisme), menjadi tolak awal persatuan gerakan perlawanan. Sumpah Pemuda menjadi salah satu picu utama dalam penyatuan gerakan perlawanan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">28 Oktober 1928, menjadi salah satu peristiwa penting dalam catatan sejarah Indonesia. 100 tahun silam ratusan pemuda yang tergerak atas perasaan senasib-seperjuangan, mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Pada masa itu pengakuan bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu (INDONESIA), bukan hanya menjadi susunan huruf sakral. Tapi sumpah itu juga dipraktekan dalam perjuangan menuju pembebasan nasional.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekarang di tahun 2008, tepat seratus tahun Sumpah Pemuda dideklarasikan. Perayaan banyak dilakukan dan iklan-iklan yang meminjam jargon-jargon perjuangan pemuda tahun ’28 menghiasi televisi. Dalam peringatan se-abad Sumpah Pemuda, tak layaklah kita merayakan dengan berlebihan tanpa meresapi semangat para pencetusnya. Yaitu semangat persatuan gerak untuk perjuangan pembebasan nasional. Ini yang seharusnya kita ambil sebagai pelajaran berharga, dari Sumpah Pemuda. Selanjutnya <span> </span>mari kita melihat kondisi bangsa dan tanah air pada hari ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemerdekaan tahun 1945, adalah buah dari perjuangan panjang pembebasan nasional. Melalui perjuangan panjang para pendahulu kita, akhirnya mampu mengusir penjajah dari bumi nusantara. Akan tetapi pembebasan nasional, itu yang sampai sekarang belum diikuti dengan pembebasan ekonomi. Bahkan sampai detik ini, kita masih melihat bagaimana penjajahan dilakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Undang-undang Penanaman Modal Asing, pada tahun 1966 adalah awal mula masuknya wajah baru penjajahan asing, dengan baju korporasi global. Peluru tak lagi menjadi pilihan alat bertempur. Hutang-lah senjata baru mereka, dengan CGI, World Bank, IMF dll menjadi serdadu barunya. Hasilnya kita harus menerima konsekwensi-konsekwensinya negara ini didikte oleh pihak asing. Sehingga kita harus masuk ke dalam jurang ekonomi pasar bebas (sesuai tuntutan asing). Maka jangan heran jika melihat a</span>set nasional dijual, subsidi ditarik dan pasar dibuka seluas mungkin. Hal itu adalah bagian dari konsekwensi dari ekonomi pasar bebas, yang kita sepakati seiring penerimaan hutang dan masuknya modal asing.</p>
<p><span id="more-79"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Hasil Pembebasan Semu</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Enam perusahaan transnasional di sektor pertambangan, masing-masing Rio Tinto, Broken Hill Property Company Ltd, Newmont Mining Coorporation, Newcreast Mining Ltd, Inco Ltd (<em>sekarang Vale Inco</em>), dan Freeport Mc Moran Copper &amp; Gold menguasai industri pertambangan Indonesia dalam penambangan emas, perak, tembaga, nikel, dan batubara (Sangaji, 2002). Penguasaan industri pertambangan oleh korporasi Internasional tersebut, telah menjadi bentuk langsung penguasaan asing terhadap aset strategis bangsa. Serta bukti bahwa kuasa kolonialisme wujud baru, masuk ke negri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Selanjutnya, ada 52 juta buruh, serta satu juta keluarga nelayan, berikut 9 juta orang pengangguran. Mereka adalah kelompok orang yang berada dibawah garis kemiskinan, dengan pendapatan di bawa 2 dollar AS per hari (Fadjroel Rachman, ’Dua Indonesia Satu Sumpah Pemuda’, Kompas 29 Oktober 2008). Ini adalah cerminan kemiskinan yang masih melanda negri ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di lain sisi, para petani sawit di Sumatera harus merugi karena turunnya harga sawit mengakibatkan mereka tak bisa menutupi ongkos produksi lahan sawit mereka. Tak adanya proteksi pemerintah, membuat para petani sawit harus berhadapan langsung dengan konsekwensi-konsekwensi pasar dunia. Sungguh kita hidup di negri ironi, ketika sawit dunia turun para petani tercekik, ketika harga minyak naik jutaan rakyat juga tercekik. Menjadi lucu ketika sekarang harga minyak dunia turun, tapi kita tetap tercekik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Anjloknya nilai tukar rupiah juga menguatkan argumentasi tentang ketergantungan kita yang tinggi terhadap modal asing. Bagaimana tidak, ketika sebuah negri di belahan utara bola bumi mengalami krisis. Dampaknya terasa sampai ke belahan bumi bagian selatan. Spekulasi-spekulasi di lantai saham, berdampak bagi kehidupan ratusan juta rakyat kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita seakan hidup dalam alam kebebasan. Tapi tak sedikit pun udara kebebasan terasa, negri ini sesak dengan derita. Ada beragam derita disini : busung lapar, lumpur lapindo, pengangguran, phk, penggusuran dsb. Layakah ini disebut kebebasan ?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejatinya kondisi saat ini tak jauh banyak berbeda dengan kondisi ketika Sumpah Pemuda 100 tahun silam dicetuskan. Jejeran pulau nusantara masih menyajikan cerita pilu nan sesak. Tak ada yang beda selain alam kebebasan semu yang disajikan. Apa artinya pembebasan nasional tanpa pembebasan ekonomi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Sumpah Pemuda Yang Ternoda </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kesatuan gerak untuk pembebasan nasional, yang menjadi cita-cita luhur Sumpah Pemuda semakin ternodai pada hari ini. Hal ini jelas jika meliat tabiat pemerintahan dan para elite politik. Dari hari ke hari golongan elite makin memperlihatkan tabiatnya sebagai kepanjangan tangan kuasa asing di negri ini. Mari kita tengok pemerintahan sejak reformasi, belum ada satupun yang berani tegas menyatakan daulat kita di negri sendiri. Aset nasional dijual (indosat, Krakatau steel, blok cepu, dll), subsidi ditarik dan pasar dibuka seluas mungkin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kalaupun ada semangat untuk memproteksi ekonomi rakyat, itu tidak pernah menyentuh akar utamanya (kuasa modal asing). BLT, PNPM dsb hanya akan mempertebal make-up, menutupi buruk rupa. Karena soal utama keterpurukan ekonomi tidak serta merta habis dan selesai dengan program bagi-bagi hadiah. Selama ketergantungan asing masih sangat tinggi, ekonomi rakyat akan terus terguncang. Subsidi yang ditarik menjadikan beaya hidup yang tinggi. Aset nasional dijual membuat kita tak maksimal memanfaatkan, aset tersebut untuk kesejahteraan rakyat. Pasar yang dibuka luas, akan mematikan potensi ekonomi mandiri rakyat karena terhantam arus modal besar dari konglomerat kaya (elite nasional dan asing).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Belum lagi melihat rangkaian kasus korupsi di berbagai lapangan. Mulai dari jaksa, anggota DPR, pejabat pemerintah sampai para petinggi Bank Sentral, silih berganti mengisi headline koran dengan berita korupsi. Tajuk Rencana Kompas (Semangat Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2008) menuliskan : sungguh ironi jika Indonesia yang kaya akan Sumber Daya Alam tak mampu memberi seluruh 225 juta rakyatnya makan. Penyebabnya antara lain salah kelola dan praktik korupsi yang merebak luas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sementara itu, para elite politik asik menjadi bintang iklan. Cahaya lighting, kamera, pose, acting serta senyuman, membuat mereka lupa berbicara soal keterpurukan ekonomi rakyat berikut solusinya. Mereka masih asik mengukur kekuatan siapa kawan dan lawan, yang bakal bertarung atau digandeng menuju pemilu 2009. Sampai terkesan lupa (atau memang sama sekali tak ingat), dengan ratusan juta rakyat yang butuh makan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk itu alangkah bijaknya jika kita mengembalikan Sumpah Pemuda dalam semangatnya yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar persatuan, tapi sebuah persatuan karena merasa senasib-seperjuangan. Bukan hanya sekedar barisan huruf sakral, tapi juga barisan perlawanan menuju pembebasan nasional.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seperti apa makna pembebasan nasional yang ingin ditujuh ? Pembebasan nasional yang sejati adalah sebuah kedaulatan penuh politik, ekonomi, sosial dan budaya. Secara politik adalah bebas intervensi asing, mampu berdiri sama tinggi tanpa ‘membungkuk’ dihadapan korporasi global. Secara ekonomi, adalah ekonomi mandiri menuju masyarakat sejahtera. Secara sosial-budaya, adalah semangat solidaritas, persatuan dan kolektif yang kokoh. Semuanya dapat tercapai setelah kedaulatan kita terhadap aset-aset nasional pulih, pembayaran hutang minimal mampu ditunda sampai rakyat sejahtera dan ada produktivitas rakyat melalui industrialisasi nasional.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumpah Pemuda harus mencapai tujuannya, yaitu pembebasan nasional. Jika sepakat kita belum lagi mencapainya, perjalanan harus dimulai lagi. Semangat persatuan dan pembebasan dari Sumpah Pemuda harus diresapi dan dipraktekan dalam perlawanan melawan kuasa korporasi global. Jika tidak maka tahun ke tahun kita hanya memperingati seremonial Sumpah Pemuda, tanpa pernah mencapai cita-cita para pencetusnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kepada para pegiat politik gerakan rakyat, sebaiknya kita belajar dari semangat persatuan gerakan yang dicontohkan oleh para pemuda di tahun &#8216;28. Mari kita tinggalkan corak politik fragmentasi, yang hanya akan memperlemah perlawanan.</p>
Posted in POLITIK  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=79&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/10/30/sumpah-pemuda-di-negri-ironi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersatu Menuju 2009</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/10/18/bersatu-menuju-2009/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/10/18/bersatu-menuju-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 12:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[koalisi]]></category>
		<category><![CDATA[partai]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[RI-1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Majalah TEMPO (19 Oktober 2008), memuat foto Soetrisno Bachir (PAN), Bursah Zanubi (PBR) dan Wiranto (Partai HANURA) dalam sebuah acara buka puasa bersama. Artikel dibawahnya memuat wacana koalisi antar partai politik, yang dipimpin oleh ke tiga tokoh tersebut. Dua dari ketiga tokoh tersebut, yaitu Wiranto dan Soetrisno Bachir sering disebut-sebut berniat maju dalam pilpres 2009. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=76&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Majalah TEMPO (19 Oktober 2008), memuat foto Soetrisno Bachir (PAN), Bursah Zanubi (PBR) dan Wiranto (Partai HANURA) dalam sebuah acara buka puasa bersama. Artikel dibawahnya memuat<span> </span>wacana koalisi antar partai politik, yang dipimpin oleh ke tiga tokoh tersebut. Dua dari ketiga tokoh tersebut, yaitu Wiranto dan Soetrisno Bachir sering disebut-sebut berniat maju dalam pilpres 2009. Tak ada kesepakatan koalisi di dalamnya akan tetapi, signal-signal itu sudah mengudara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jumat (17 Oktober 2008) Rapimnas Partai Golkar resmi digelar. Liputan 6 SCTV di hari yang sama menginformasikan, tak ada agenda partai pemenang pemilu 2004 ini untuk mebincangkan soal Capres dari Golkar dalam Rapimnas tersebut. Padahal ada faksi dari partai beringin yang ingin partai ini sesegera mungkin memunculkan capres, jika tak ingin kalah start dengan partai dan calon yang lain. Di lain sisi Jusuf Kalla (ketua umum partai Golkar) menyebut dirinya siap untuk disandingkan kembali bersama SBY, sebagai cawapres. Menarik, karena walaupun Golkar tak memiliki agenda pembahasan capres, Jusuf Kalla malah membuka wacana dan memungkinkan terbukanya ruang koalisi (antara Golkar dan Demokrat).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memang ada beberapa partai yang menginginkan berkoalisi dengan Golkar. Dalam Kutipan wawancara dengan Liputan 6 SCTV Annas Urbaningrum (ketua Partai Demokrat), menyebut kemungkinan kembali berduetnya SBY-JK. Begitu pula dengan Taufik Kiemas (Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDIP), yang menyebut kemungkinan koalisi dengan Partai Golkar dan PKS (KOMPAS, Sabtu 18 Oktober 2008).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di parlemen saat ini, ramai tariik-ulur soal RUU Pemilihan Presiden. Fraksi besar seperti Fraksi Partai Golkar (F-PG) dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), mempertahankan angka 25 %<span> </span>dan 26 % kursi DPR untuk bisa mengajukan calon presiden dan wapres. Sementara itu partai-partai menengah yang dimotori oleh fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) dan Fraksi Partai Demokrat (F-PD), berkeras hati pada angka 15 % kursi DPR atau 20 % suara sah pemilu anggota DPR. Jika masing-masing masih berkeras hati, agaknya kelompok fraksi menengah berada di atas angin, karena jumlah mereka lebih besar jika diadakan votting. Kalaupun akan tercapai kesepakatan kemungkinan angka yang disepakati 20 % suara atau kursi di DPR.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Momentum-momentum politik di atas, menegaskan tentang kemungkinan-kemungkinan koalisi antar partai dalam pemilu 2009 mendatang. Jika bersandar pada kemungkinan angka yang disepakati di DPR adalah 20 % kursi DPR atau suara pada pemilu legislatif untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden, agaknya koalisi mutlak untuk dilakukan.</p>
<p><span id="more-76"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p>Kondisi hari ini rakyat yang makin jenuh dengan pilihan-pilihan politik yang tak juga memberi efek langsung dalam soal ekonomi (kehidupan keseharian), membuat potensi golput besar. Kalaupun suara diberikan, kemungkinan akan tersebar dan tersentral di beberapa partai yang sudah familiar di telinga rakyat. Jika sudah begini menurut hemat penulis angka 20 persen suara pada pemilihan legislative hanya akan dicapai oleh 1-2 partai saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kondisi ini yang membuat fraksi-fraksi di DPR sudah mulai berhitung dan berkeras hati dalam soal RUU pilpres. Begitu pula dengan pengurus partai, yang mulai mengintip soal-soal koalisi. Walau demikian, semua peluang koalisi akan semakin terlihat setelah April 2009 (pemiihan anggota legislatif).</p>
<p><em>Siapa Menjagokan Siapa ?</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tulisan ini tak hendak mengupas terus soal seperti : siapa berkoalisi dengan siapa ? Atau Siapa menjagokan siapa ? Ada yang patut disayangkan dalam wacana koalisi antar partai politik tersebut. Salah satunya adalah soal landasan koalisi. Semua koalisi tersebut bersandar pada soal siapa yang akan menduduki RI-1 dan RI-2.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Soal tokoh memanglah penting dalam pemilihan langsung, akan tetapi soal-soal strategis seperti kesamaan platform dan ideology dalam pembangunan koalisi jauh lebih penting. Seperti kita lihat, kesamaan program-program dalam menjalankan pemerintahan jarang sekali terbahaskan, kalaupun ada dia akan tenggelam oleh hiruk pikuk pembahasan calon RI-1 dan RI-2.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan koalisi yang tak memiliki landasan programatik yang jelas, maka hasil akhirnya terlihat politisi muka dua. Semisal bagaimana PKS dan PAN yang masuk dalam barisan koalisi pemerintahan SBY-JK. Kemungkinan besar koalisi mereka dilakukan tanpa menghitung programatik ketika nanti berkuasa. Hasilnya ketika BBM naik beberapa bulan silam, PKS dan PAN melakukan manuver dengan balik menekan koalisi yang sudah disusunnya. Atau dalam soal RUU pornografi dan pornoaksi, Golkar partai yang dipimpin oleh Wapres sempat bimbang dalam mengambil keputusan. Dan ada banyak contoh-contoh kebijakan yang bertolak belakang antara dukungan terhadap pemerintahan dan kepentingan programatik partai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di arena yang lain cerminan koalisi tingkat nasional, tidak diikuti dengan cerminan koalisi di daerah-daerah. Hasilnya adalah kemungkinan partai yang berkoalisi di tingkat pusat (sebagai pendukung pemerintah), bisa bertarung di arena pilkada. Kisruh pilkada Malut adalah contoh menarik, ketika calon yang diusung PAN dan GOLKAR dinyatakan kalah oleh keputusan Mendagri. Seketika itu muncul berbagai wacana (pemakzulan, penarikan dukungan terhadap pemerintah dll) dari F-PAN dan F-PG di senayan turut juga mengancam koalisi di tingkat pusat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Zulkifli Hasan, Sekjen PAN menyatakan “lihat saja pemilihan Kepala Daerah, semuanya koalisi taktis, campur aduk, tak ada yang berlandaskan platform” (TEMPO, 19 Oktober 2008). Ini menggambarkan bagaimana pragmatisme politik menjadi hitung-hitungan utama dalam pembangunan koalisi. Asas nilainya adalah pembagian kekuasaan. <span> </span>Bukan bersandar pada kebutuhan mengatasi persoalan rakyat di negri ini. Semisal soal-soal mengatasi ketergantungan pada asing, pembangunan ekonomi rakyat atau bagaimana menghadapi krisis ekonomi dunia saat ini (diramalkan masih berlanjut sampai dua tahunan) dll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Tak Ada Yang Abadi</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jika melihat bagaimana sejarah koalisi antar partai yang ada di Indonesia memanglah, tak ada yang abadi. Poros tengah (PAN, PPP dan PKB) dan GOLKAR sukses mengantarkan Abdurahman Wahid sebagai presiden pasca-pemilu 1999, mengalahkan PDIP. Belum sampai satu peridoe Abdurrahman Wahid berkuasa, manuver dilakukan. GOLKAR, PAN dan PPP putar kemudi memilih bergabung dengan PDIP. Koalisi GOLKAR, PDIP dan poros tengah (minus PKB), melengserkan Abdurrahman wahid menggantikannya dengan Megawati (sebelumnya wapres) menjadi presiden.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada putaran pertama pilpres 2004 ada lima calon yang bertarung. GOLKAR, PDIP, PAN dan PPP mengajukan calon mereka sendiri-sendiri. Satu calon lagi berasal dari koalisi Partai Demokrat, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dan Partai Bulan Bintang. Putaran pertama tak berhasil menetapkan pemenang pemilihan presiden.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menyisakan Megawati dan SBY, putaran kedua harus dilakukan. GOLKAR dan PDIP mencoba membangun koalisi kebangsaan, mendukung Megawati. SBY yang ketambahan tenaga dari PAN dan PPP, membangun koalisi kerakyatan. Peta semakin sulit ditebak paska putaran kedua, yang dimenangi SBY-JK. GOLKAR beralih menjadi pendukung pemerintah, ketika JK menjadi ketua umum partai. Partai lain pun diajak bergabung dengan barisan SBY. Tinggalah PDIP menjadi <em>single fighter</em> sebagai partai oposisi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Koalisi pun berdampak pada pembagian kekuasaan. Dalam setiap reshuffle cabinet, selalu ramai tarik-ulur kepentingan distribusi kursi mentri kepada partai-partai pendukung pemerintahan (koalisi). Dalam fenomena ini semakin tegas terlihat bagaimana pola pembangunan koalisi, sangat bersandar pada pola bagi-bagi kekuasaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dari koalisi ke koalisi, tak sedikit pun memiliki dampak bagi kehidupan rakyat. Akhirnya kesimpulan bahwa demokrasi di negri ini tak memiliki korelasi langsung terhadap persoalan kehidupan ekonomi rakyat, menjadi semakin tak terbantahkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Rakyat disuguhi berbagai pilihan politik, tapi tak satupun pilihan politik itu membawa dampak perubahan bagi kehidupan keseharian rakyat. Kuasa modal asing, yang kuat dan membuat rakyat semakin sulit dalam kehidupan kesehariannya. Alokasi APBN untung pembayaran hutang yang besar, membuat rakyat tak bisa sepenuhnya mendapatkan jaminan akan sektor-sektor penjamin ekonominya (pendidikan dan kesehatan). Kekayaan alam yang habis dikeruk oleh perusahaan asing, juga membuat negara tak bisa memaksimalkan potensi alam yang kita punya untuk kesejahteraan rakyat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Soal-soal programatik harus menjadi sentral dari koalisi partai. Akan tetapi jika soal programatik tak jua menyentuh jalan keluar ekonomi rakyat, maka selamanya program-program hanya akan menjadi lip service belaka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Satu contoh koalisi yang membawa isu-isu programatik kerakyatan adalah koalisi antara Partai Bintang Reformasi (PBR) dengan kawan-kawan aktivis gerakan yang terwadahi dalam PAPERNAS (Partai Persatuan Pembebasan Nasional). Terlepas dari perdebatan tentang keefektifannya (sebagian kawan-kawan aktivis tak bersepakat dengan taktik koalisi ini), koalisi ini telah memberikan contoh landasan pembangunan koalisi yang lebih baik dibanding koalisi-koalisi lain yang sedang atau sudah dilakukan. Karena bersandar pada program-program bersama. Bukan pada tokoh, hitung-hitungan kekuatan atau suara dsb.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hal yang menjadi tantangan bagi kaum pergerakan/gerakan rakyat, adalah ketika elit-elit sadar takan mungkin membangun pemerintahan yang solid tanpa koalisi, gerakan rakyat secara umum masih sangat terfragmentasi. Koalisi politik antar elite semakin mengokohkan dominasi kekuatan politik mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam kondisi seperti itu, menjadi sangat tidak menguntungkan apabila gerakan rakyat dengan kekuatannya (yang terpecah-pecah), melakukan perjuangan sendiri-sendiri. Sudah saatnya gerakan-gerakan rakyat menginsyafi kelemahan utama mereka, yaitu terpecah-pecah. Maka sudah selayaknya pula penyatuan gerakan rakyat dilakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jikalau banyak elemen gerakan rakyat yang menyatakan pemilu 2009 bukan solusi bagi rakyat. Maka gerakan ekstra parlemen yang besar dan memperjuangkan isu-isu kerakyatan, harus sesegera mungkin direalisasikan atau diperluas. Tanpa perluasan/penyatuan gerakan rakyat seperti ini, niscaya pemilu 2009 hanya akan menjadi arena para elite dan menyisakan gerakan rakyat sebagai penonton utamanya.</p>
Posted in POLITIK  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=76&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/10/18/bersatu-menuju-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Bulan Penuh Rejeki</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/09/16/ramadhan-bulan-penuh-rejeki/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/09/16/ramadhan-bulan-penuh-rejeki/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 21:37:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[MACAM-MACAM]]></category>
		<category><![CDATA[bulan+puasa]]></category>
		<category><![CDATA[hp+islami]]></category>
		<category><![CDATA[ketupat]]></category>
		<category><![CDATA[konsumtivisme+ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Bulan tampak penuh di langit, ketika tulisan ini mulai dikerjakan. Pertanda bahwa tak terasa pertengahan bulan Ramadhan baru saja lewat. Entah berapa hari lagi keramaian di masjid-masjid, akan berganti keramaian di pusat-pusat perbelanjaan. Ramadhan memang bulan penuh rejeki, utamanya bagi mereka para pelaku bisnis.
Tengoklah para operator selular. Mereka berlomba memunculkan program-program spesial ramadhan. Ada yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=65&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bulan tampak penuh di langit, ketika tulisan ini mulai dikerjakan. Pertanda bahwa tak terasa pertengahan bulan Ramadhan baru saja lewat. Entah berapa hari lagi keramaian di masjid-masjid, akan berganti keramaian di pusat-pusat perbelanjaan. Ramadhan memang bulan penuh rejeki, utamanya bagi mereka para pelaku bisnis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tengoklah para operator selular. Mereka berlomba memunculkan program-program spesial ramadhan. Ada yang menyediakan sebuah nomor sms khusus, posko-posko mudik sampai jualan handphone-Islami juga dilakoni. Bahkan iklan promosi signal kuat, dikaitkan dengan jalur mudik. Seakan mudik tanpa <em>sim card</em> tertentu takan lengkap. Beramai-ramai pula menyediakan layanan nada sambung lagu-lagu rohani.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Industri musik pun ketiban untung tak terkira. Beberapa artis (solo dan grup band) segera merilis album atau hits-hits rohani. Bagi mereka yang merilis album rohani, tawaran manggung tentunya datang silih berganti di bulan ini. Belum lagi jika ditambah dengan penjualan nada sambung, rejeki pun terus bersambung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tayangan komedi televisi diwaktu sahur dan buka, juga mendatangkan rejeki tersendiri bagi para selebritis kita. Komando Production milik Eko Patrio dikontrak dengan angka 75 juta per satu episodenya (Kompas, Minggu 14 September 2008). Para produsen sinetron pun bergerak cepat di bulan ini, hampir setiap televisi menghadirkan berbagai judul sinetron religi. Judul-judul seperti Aqso dan Madinah, Assalamu Alaikum Cinta dll menjadi penghias layar kaca. Belum lagi dihitung dengan peningkatan jumlah tayangan ceramah. Padahal tayangan islami hanya memiliki porsi waktu yang kecil di stasiun-stasiun televisi kita, pada bulan-bulan lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua yang berbau agama laku keras pada momentum ini. Jumlah penonton yang besar sama dengan ratting yang tinggi, ratting tinggi berarti kesempatan untuk menjual iklan lebih besar. Metro TV yang lebih banyak menyajikan acara-acara ceramah dan info seputar ramadhan saja, jumlah iklannya meningkat sampai enam belas persen (Kompas, Minggu 14 September 2008).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Belum lagi sinetron dan rangkaian acara komedi lainnya. Biasanya untuk acara seperti ini dibagi 50-50 durasi waktunya. Setengah untuk isi acaranya dan setengahnya lagi untuk iklan. Bayangkan jika acara tersebut berdurasi 120 menit pada waktu sahur. Berarti 60 menit untuk acaranya dan 60 menit lainnya buat iklan. Padahal waktu <span> </span>sahur adalah waktu mati pada bulan-bulan normal, tapi sekarang bisa menjadi jam prime bagi stasiun televisi. Ramadhan penuh rejeki, uang terus mengalir.</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Khusus untuk iklan kebanyakan perusahaan segera maju bertarung dengan pesan-pesan terkait ramadhan. Contoh kasus jualan Handphone islami oleh para operator selular. Ramai iklan di media (baik cetak maupun elektronik) tentang handphone murah nan canggih dengan fitur islami. Bayangkan jika anda punya handphone yang di dalamnya memiliki jadwal sholat sepanjang massa atau al-Qur’an digital, bukankah itu semua akan menambah kesempurnaan ibadah anda ? Kurang lebih begitu persuasi yang dilakukan. Contoh lain adalah bank-bank islami yang sedang giat-giatnya berpromosi di bulan penuh rakhmat ini. Belum lagi jika melihat gambar ketupat berdampingan dengan label-label diskon di pusat-pusat perbelanjaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Semua menjadi sah di mata para pemodal, selama modal bisa berlipat ganda. Jika baik yang mereka lakukan semoga pahala terlimpa pada mereka. Penulis hanya berharap semoga sarung atau mukena kita tetap bertahan hingga Ramadhan berlalu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Bagaimana Dengan Yang Kecil ?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagi rakyat kecil Ramadhan juga mendatangkan rejeki. Setiap waktu berbuka kita disuguhi oleh aneka ragam jajanan rakyat, yang dijual di pinggir jalan dan pasar kaget Ramadhan. Aneka kue tradisional, gorengan, Kolak pisang, es buah dll menjadi menu harian yang coba disajikan oleh para pedagang dadakan. Meja kayu seadanya, nampan-nampan, gelas-gelas plastik dll menunjukan modal kecil juga bisa mendatangkan rejeki kecil-kecilan. Di Jogja boulevard-boulevard kampus besar (UGM, UII dll) mendadak menjadi arena jajanan kaget tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Harga menu yang ditawarkan pun relative berdamai. Walau mungkin mereka juga harus menekan untung karena berhadapan dengan gejolak kenaikan harga-harga. Ditengah kenaikan harga-harga seperti (elpiji, minyak tanah, tepung dll) tentunya upaya mengais rejeki tidak semaksimal yang diinginkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Eny, salah seorang ibu penjual jajanan di boulevard UII mengaku cukup kesulitan mensiasati jualannya dengan gejolak kenaikan harga bahan-bahan pokok. “Mau gimana mas sekarang elpiji 3 Kg saja sudah tujuh belas ribuan. Minyak tanah juga susah didapat. Yah kalo untung syukur, kalo gak yah sudah senang bisa bantu mas-masnya buka puasa” lanjut Eny.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di lain sisi kita bisa menengok tragedy pembagian zakat di pasuruan baru-baru ini. Ketika ribuan orang berduyun-duyun mendatangi pembagian zakat, yang kelak memakan korban jiwa. Tak tanggung-tanggung mereka yang meninggal berjumlah 21 orang. Bagi ribuan orang yang berdesakan tersebut angka sebesar 30 ribu rupiah (jumlah uang pemberian pada peristiwa naas tersebut) sungguh sangat berarti tentunya. Betapa kemiskinan masih merupakan fenomena menarik (juga) pada Ramadhan kali ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kasus daging sampah merupakan contoh lain fenomena kemiskinan, yang mewarnai bulan Ramadhan kali ini. Tak ada yang berpikir akan mengkonsumsi daging sampah atau ayam &#8216;tiren&#8217; (mati kemarin), jika tidak dalam keadaan terdesak. Himpitan ekonomi yang mendalam, membuat orang mengambil jalan pintas dalam mengais rejeki. Bangkai dan sampah pun didagangkan, bahkan juga dikonsumsi. Harga yang murah dibandingkan dengan harga komoditas normalnya, menjadi daya tarik bagi para konsumen, yang memang dituntut mengirit sebagai akibat kenaikan harga-harga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Belum lagi iklim konsutivisme yang dipelihara dalam kepala masyarakat saat ramadhan, mau tak mau hanya akan menghasilkan keinginan-keinginan semu di kepala si miskin. Misalnya lebaran yang identik dengan baju baru. Jika sudah begitu bagaimana dengan si miskin yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah kesulitan, bisa memiliki baju baru di lebaran nanti ? Berpikir untuk itu pun mungkin mereka enggan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Belum juga itu terjawab pertanyaan lain datang menghampiri. Apakah si miskin pernah berpikir menyimpan uangnya di bank islami, kalo untuk makan saja mungkin tak cukup ? Bagaimana mereka bisa membeli handphone islami untuk kesempurnaan ibadah, jika untuk membeli kartu perdana saja tak mampu ? …. (masih banyak tanya lagi yang muncul).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ramadhan memang bulan penuh rejeki. Betapa indahnya jika setiap bulan adalah ramadhan. Alangkah indah lagi jika rejeki tak hanya untuk para pesohor dan pemodal, tapi juga menghampiri si miskin.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=65&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/09/16/ramadhan-bulan-penuh-rejeki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seks Komedi : MAKIN DILARANG MAKIN MERANGSANG</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/08/27/seks-komedi-makin-dilarang-makin-merangsang/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/08/27/seks-komedi-makin-dilarang-makin-merangsang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 14:54:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni-Budaya-Berlawan]]></category>
		<category><![CDATA[dilarang]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[merangsang]]></category>
		<category><![CDATA[seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[“Mau Lagi, dicekal loch. Katanya terlalu vulgar” informasi ini tersebar, muncul di sela-sela percakapan harian dua sahabat. Sedikit banyak ungkapan di atas menyiratkan penyesalan, mungkin sesal karena tak sempat menonton. Ada banyak lagi ungkapan para penggila film dalam negri. Semisal, “Udah lihat Jakarta Undercover ? Luna Maya-nya Hot. Jadi penari striptise”. Atau “Gila, Dewi Persik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=37&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 306px"><img src="http://portal.volarefm.com/phpmodules/contents/userfiles/image/wi/Movie.jpg" alt="Enjoy The Show. Kembali ka Masing-masing Individu" width="296" height="239" /><p class="wp-caption-text">Enjoy The Show. Kembali ka Masing-masing Individu</p></div>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“Mau Lagi, dicekal loch. Katanya terlalu vulgar” informasi ini tersebar, muncul di sela-sela percakapan harian dua sahabat. Sedikit banyak ungkapan di atas menyiratkan penyesalan, mungkin sesal karena tak sempat menonton. Ada banyak lagi ungkapan para penggila film dalam negri. Semisal, “Udah lihat Jakarta Undercover ? Luna Maya-nya Hot. Jadi penari striptise”. Atau “Gila, Dewi Persik di Tali Pocong Perawan. Berani banget..!!!”. Mungkin juga “Tahu gak nama artis yang maen di Kawin Kontrak, itu loch yang sexy, berani buka-bukaan”.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Itulah komentar-komentar seputar dunia perfilman Indonesia. Sedikit banyak komentar-komentar itu memperlihatkan bagaimana kecenderungan konsumen film di Indonesia. Ada banyak informasi yang bisa diceritakan dari sebuah film, tapi tampilan berani nan vulgar bahkan seks sekalipun menjadi bumbu yang menarik untuk ditonton sekaligus diceritakan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Seks memang akhir-akhir ini, telah menjadi bumbu penyedap bagi perfilman Indonesia. Berbagai genre film harus menyiapkan beberapa scene yang vulgar. Seakan jika hal itu tak dilakukan, serasa kurang lengkaplah film tersebut. Bahkan belakangan hadir bergenre film seks komedi. Film yang memadukan hal-hal berbau seks, petualangan cinta, kevulgaran serta komedi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Sex dalam Dunia Film Indonesia : Semua Berawal dari Tertawa</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Booming film sex komedi sebenarnya bukan yang pertama di Indonesia. Tercatat pada pertengahan era 70an, kita mengenal film <em>‘Inem Pelayan Seksi</em>’ garapan sutradara Nya Abbas. Film ini cukup berhasil, bahkan dibuat dalam tiga sekuel. Film ini tak seperti film-film seks komedi di massa kini. Film ini tampil elegan bercerita soal realitas kehidupan sehari-hari dua kelas berbeda (kelas atas dan kelas bawah), tanpa harus mengumbar seks secara vulgar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Selanjutnya kita mengenal film-film Warkop DKI, yang selalu menampilkan cewek-cewek sexy hampir dalam setiap judulnya. Begitu juga duet Kadir-Doyok, di masa 80an akhir – 90an awal. Pada masa itu tampilan sexy, sekedar menjadi penghias dalam cerita-cerita komedi. Walau tak spesifik menjadikan sex sebagai objek dalam keseluruhan film komedi, sentilan canda dengan nuansa sex terkadang juga muncul dalam berbagai film tadi. “Tujuan awalnya buat lucu-lucuan. Bumbunya bisa apa saja, termasuk sex” jelas Elida, salah seorang pemerhati film di Jogjakarta.</p>
<p>Masuk di masa 90-an film Indonesia sempat mengalami kelesuan. Ketika itu, tercatat sedikit sekali produksi film dari tahun-ke tahun. Film yang banyak beredar lagi-lagi hanya film-film yang bernuansa sex. Bioskop-bioskop pun dihiasi oleh poster-poster film syur dengan judul menggoda, seperti <em>‘Ranjang Pengantin</em>’, ‘<em>Cewek Metropolitan</em>’, ‘<em>Gairah Malam</em>’, dll. Film model inilah yang menjadi trend di masa itu, sampai konsumen pun pada akhirnya mulai jenuh dan meninggalkan film Indonesia. Inilah masa yang boleh dikata sebagai masa tersuram dalam catatan sejarah perfilman Indonesia.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pada tahun 1999 sampai sekarang, disebut sebagai masa kebangkitan film Indonesia. Pada masa kebangkitan inilah muncul genre film seks komedi di Indonesia. Geliat film seks komedi ditandai dengan meledaknya film ‘<em>Quicky Express’</em> di pasaran. Budaya latah lagi-lagi diterapkan dalam dunia perfilman, lalu berbagai film dengan judul genit menghiasi ruang display film di bioskop-bioskop sekitar kita. Judul-judul seperti ‘<em>XL</em>’ (Xtra Large),’<em>DO</em>’ (Drop Out), ‘<em>kawin kontrak</em>’, <em>‘ML’ </em>(Mau Lagi), <em>‘Basah</em>’ dan masih banyak lagi, menjadi tak asing bagi kita. Semuanya dengan genre seks komedi, seakan mengajak tertawa sambil ngangkang. Silih berganti layaknya anak kecil produser-produser berlomba mencapai kue-keuntungan, dengan memproduksi berbagai judul film seks komedi. Bahkan tak jarang juga beberapa judul film gagal, hanya bertahan beberapa hari di bioskop-bioskop besar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sebagian dari masyarakat menganggap film sex komedi ini berbahaya, karena bisa merusak moral bangsa. Elemen-elemen masyarakat banyak menyampaikan protes terhadap film dengan genre ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI), menunjukan sikap tegasnya terhadap film <em>‘Mau Lagi</em>’ yang dinilai terlalu menonjolkan unsur seks (mendorong pada perilaku free-sex) di dalamnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dahsyatnya, senada dengan judul tulisan ini “<em>Makin Dilarang, Makin Merangsang</em>”, semakin banyak dikecam produser-produser malah makin berlomba memproduksi film Sex Komedi. Sex Education, bagi para produser sudah cukup menjadi alasan untuk terus memproduksi film seks komedi. “Hallah, itu cuman akal-akalan produser film aja” ujar Elida, yang aktivitas kesehariannya di habiskan di KINOKI (badan usaha yang juga memiliki perhatian lebih pada dunia perfilman). Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa film itu jelas di tonton masyarakat, maka penilaiannya akan sangat subjektif di masing-masing individu.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Menyoal Sensor</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ada banyak alasan yang mengemuka dalam kontroversi film seks komedi. Ada yang berlandaskan pada soal-soal moral, seperti MUI dll. Ada pula yang menilainya dari sudut pandang seni-ideal. Bagi mereka dalam kategori ini, film tidak semata-mata sebagai alat jual, lebih dari itu mereka menganggap film sebagai produk seni. Dalam pandangan mereka masih banyak yang bisa ditonjolkan dalam sebuah film, dibanding soal-soal seperti sepele seperti seks. Walau ada pula para pelaku industri film yang menganggap seni sebagai ruang tanpa batas, dimana ruang kebebasan berekspresi bisa dibuka seluas-luasnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Lembaga Sensor Film pun diminta lebih selektif dalam menentukan tayangan yang pantas bagi masyarakat. Sejak kebangkitan perfilman Indonesia pada tahun 2000an, kerja-kerja Lembaga Sensor memang banyak dipertanyakan. Bagi mereka yang berdalih film-film bernuansa seks merusak moral, lembaga ini dianggap kurang selektif. Dilain sisi ada pula yang menilai bahwa badan sensor telah mematikan sebuah kebebasan dalam berekspresi. Terlepas dari semuanya badan sensor film telah menahan penonton nakal, yang ingin sekedar ber’ereksi’.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Edi Cahyono, sutradara film asal Jogjakarta mengatakan “Eksekusi itu ada di film maker. Misalnya aku sebagai film maker, penting gak bagiku untuk menyorot auratnya atau membuat adegan vulgar ? Sementara adegan tersebut tidak berpengaruh bagi cerita film itu sendiri”. Edi, yang beberapa film pendeknya sukses mendapatkan award baik di dalam maupun luar negri ini menekankan, semuanya itu kembali pada para pekerja dibalik layar. Menurut dia proses sensor, seharusnya sudah dimulai dari film maker itu sendiri.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">“Kalo aku gak bakal ngelakuin itu. Karena aku besar dalam budaya timur, khususnya budaya jawa”. Demikian jelas Edi, yang film pendeknya (<em>Bedjo Ven Derlak</em>) masuk dalam Akira Kurosawa Best 40 short film di Jepang. Akan tetapi Edi juga menegaskan bahwa tidak ada hak lembaga sensor untuk memangkas kreativitas seseorang atau ngomongin moral seseorang. Bisa dikatakan lembaga sensor di Indonesia tak selalu benar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Postif atau Negatif, Semuanya Relatif</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sebagai bagian dari media massa (dikonsumsi banyak orang), mau tak mau film akan sangat berpengaruh bagi masyarakat. Pengaruh yang akan mencakup juga soal perilaku masing-masing individu. Elida menambahkan dalam soal ini, “secara simple, menonton film akan menambah kosakata kita dalam pergaulan”. Dalam kasus semisal film <em>‘Quicky Express</em>’, ada kosakata yang kurang pantas semisal ‘*su tenan..!!’ yang dilontarkan Tora Sudiro. Kosakata yang ketika terucap mungkin bertujuan untuk mengocok perut, tapi jika diadopsi dalam pergaulan sehari-hari akan terasa kurang sopan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Selain itu jika melihat bagaimana perilaku remaja massa kini. Terlihat bagaimana film mempengaruhi mereka. Semisal cara berpakaian dan sebagainya, sedikit banyak hal-hal seperti ini dibangun oleh siklus industrial. Trend yang tercipta, bakal lebih efektif jika kemudian disandingkan dengan soal-soal pencitraan. Pencitraan akan lebih maksimal jika menggunakan media-media popular, seperti film.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Trend dan film memang menjadi dua sisi yang tak bisa dipisahkan. Bukan hanya di negeri ini pro dan kontra soal trend atau moralitas dalam perfilman merebak. Hollywood juga mengalami kasus-kasus yang tak jauh berbeda. Semisal soal rokok, hal ini sempat jadi pro dan kontra di Hollywood. Jika dalam sebuah film ditampilkan adegan merokok hal tersebut bisa mendorong orang untuk melakukan hal yang sama. Kasus trend lainnya adalah episode agen 007 (James Bond), yang selalu kebanjiran sponsor produsen alat-alat elektronik. Sponsor elektronik beramai-ramai memfasilitasi petualangan Mr. Bond, dengan tujuan alat-alat elektronik yang sama dengan milik Mr. Bond laku di pasaran.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika rokok jadi masalah di Hollywood, bagaimana dengan soal Free-Sex, Masturbasi dll yang sering muncul dalam film sex komedi kita. Atau bagaimana dengan pakaian minim ala artis di film-film tersebut. Dengan hal-hal di atas, cukuplah alasan untuk ‘takut’ bagi sebagian masyarakat kita akan rusaknya moral generasi muda, akibat dari film-film dewasa ini (khususnya seks komedi).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Bagi sebagian orang lainnya, standarisasi moral dari masing-masing orang bisa berbeda. Hampir semua penonton film seks komedi yang kami wawancarai, menyatakan semua tergantung pribadi masing-masing. Ada beraneka ragam pesan dalam sebuah film, semuanya bakal kembali pada pribadi masing-masing untuk mengukur mana yang baik dan buruk.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Elok, salah seorang penonton film seks komedi yang kami temui di salah satu bioskop di Jogjakarta mengatakan “ Aku nontonya cuman untuk lucu-lucuan aja, gak sampai di praktekan lach !!!”. Hal yang sama juga diungkap oleh Yudha Heka Satria, “Film seks komedi, masih banyak yang sekedar memberikan hiburan tanpa pesan moral”. Walau demikian Yudha juga mengaku senang menonton beberapa judul film seks komedi, semisal <em>‘Quicky Express</em>’. “Ceritanya cerdas dan menarik” jelas Yuda, ketika ditanya tentang ketertarikanya pada <em>‘Quicky Express</em>’.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Hal di atas seakan membenarkan tanggapan Edy Cahyono tentang dunia perfilman Indonesia. “Di Indonesia, pasarnya memang menginginkan jenis-jenis film seperti yang sekarang sedang <em>ngetrend</em> (termasuk seks komedi_red.)”. Walau demikian Edy mengaku, kalo dirinya belum tentu bakal menonton film yang sedang <em>ngetrend</em>. “Sayangnya tidak semua orang berpikir seperti aku” kata Edy lebih lanjut. Meski demikian dia juga menegaskan tak semua film komersial (yang lagi <em>ngetrend</em>) itu buruk. Beberapa diantaranya patut diapresiasi, karena pesannya bagus.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kalau mau menilai secara objektif, memang tak semua dari film bergenre seks komedi menyampaikan pesan-pesan negatif. Contohnya dalam film XL (X-tra Large), di film itu kita bisa dapat sebuah pesan moral “Size doesn’t matter”. Alias ukuran kelamin (maaf) tidak jadi soal dalam urusan cinta. Atau mungkin kalau Tora Sudiro ditanya dia pasti mengatakan <em>&#8216;Quickly Express&#8217;</em>, juga membawa pesan bahwa pekerjaan Gigolo itu banyak resikonya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jika memang seperti ini sebenarnya kontrol terbesar ada di masing-masing individu, baik itu para pelaku industry perfilman maupun penonton. Para pelaku industri perfilman harus lebih kreatif lagi dalam menggali tema, cerita dan genre film. Karena akhir-akhir ini jelas sekali terlihat keseragaman genre di dunia perfilman kita (kalau pun ada yang berbeda bisa dihitung), utamanya juga buat genre seks komedi. Pelajaran dari sejarah perfilman Indonesia, keseragaman genre dan kepasrahan terhadap pasar hanya akan menghasilkan kebosanan dan keterpurukan. Jika hal ini tetap terjadi bukan tak mungkin dunia perfilman kita bakal kembali pada masa kegelapannya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Orang-orang kreatif dibalik layar, pastilah memiliki banyak ide. Keberanian untuk memunculkan ide tersebut ke permukaan yang saat ini ditunggu. Para produser juga sebaiknya lebih terbuka terhadap ide-ide baru, jangan lagi menjadikan laba sebagai tujuan akhir. Budaya latah harus mulai ditinggalkan, karena budaya ini hanya akan membuat kita bisa dinilai sebagai bangsa yang miskin akan inovasi dan ide.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Budaya latah ini juga harus dihilangkan dari benak para penonton film. Jangan sampai penonton film turut melanggengkannya. Jika kita ingin film Indonesia bukan hanya sekedar bangkit, tapi berdiri dan terus berlari (baca : berkembang _red), maka kedewasaan kita dituntut di dalamnya. Kedewasaan yang harus ditunjukan dengan keterbukaan terhadap genre-genre film lainnya. Sebaik-baiknya film adalah film yang bisa merekam kehidupan masyarakat di sekitarnya dan membawa semangat serta pesan positif di dalamnya. Ada baiknya bagi kita untuk terbuka dan mensupport terus film-film seperti ini. Maju terus perfilman Indonesia…!!!</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>Hasil reportase bersama :</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>Arum, Taufik dan Fikrie</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>diterbitkan di majalah Red_Aksi (jurnalistik Ilmu Komunikasi UII)<br />
</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>no 01/september-2008</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=37&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/08/27/seks-komedi-makin-dilarang-makin-merangsang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://portal.volarefm.com/phpmodules/contents/userfiles/image/wi/Movie.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Enjoy The Show. Kembali ka Masing-masing Individu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMERDEKAAN ADALAH NASI, KEMERDEKAAN ADALAH KESEJAHTERAAN BAGI RAKYAT</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/08/20/kemerdekaan-adalah-nasi-kemerdekaan-adalah-kesejahteraan-bagi-rakyat/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/08/20/kemerdekaan-adalah-nasi-kemerdekaan-adalah-kesejahteraan-bagi-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 12:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni-Budaya-Berlawan]]></category>
		<category><![CDATA[17]]></category>
		<category><![CDATA[agustus]]></category>
		<category><![CDATA[berlawan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[17 Agustus 1945, hampir pukul 9.00 di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta. Rasa kebanggan bercampur haru, menyeliputi siapa saja yang hadir di sana. Suasana khidmat makin terasa ketika teks Proklamasi dibacakan oleh Bung Karno. Sebarit kata dalam teks itu, telah menjadi penentu sebuah &#8216;kematian&#8217; dan &#8216;kelahiran&#8217;. &#8216;Kematian&#8217; bagi sang Penjajah, &#8216;Kelahiran&#8217; Indonesia sebagai negara berdaulat.
Sejak proklamasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=33&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">17 Agustus 1945, hampir pukul 9.00 di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta. Rasa kebanggan bercampur haru, menyeliputi siapa saja yang hadir di sana. Suasana khidmat makin terasa ketika teks Proklamasi dibacakan oleh Bung Karno. Sebarit kata dalam teks itu, telah menjadi penentu sebuah &#8216;kematian&#8217; dan &#8216;kelahiran&#8217;. &#8216;Kematian&#8217; bagi sang Penjajah, &#8216;Kelahiran&#8217; Indonesia sebagai negara berdaulat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejak proklamasi tercetus, bukan berarti selesai sudah episode penjajahan bagi negri ini. Penjajahan tak serta merta mati terus dikubur. Rekam sejarah telah memberi bukti usaha-usaha penjajah untuk hidup kembali. Agresi militer Belanda Ke II, Perundingan-perundingan, sampai pada operasi intelijen asing dll menjadi bukti usaha-usaha tersebut. Walau masih seusia bayi, kala itu Indonesia harus bisa berdiri- tegak dan berlawan. Berbagai usaha akhirnya memberikan kedaulatan politik bagi bangsa ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemerdekaan politik tak jua memberi kemerdekaan ekonomi bagi rakyat. Rakyat banyak, masih hidup dibawah garis kemiskinan. Dalam usia yang<span> </span>masih bayi hal ini masih bisa dipertanggung jawabkan. Penaikan taraf ekonomi tentunya akan membutuhkan waktu yang tak singkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tetapi akan menjadi soal jika hingga usia ke 63. Ulang tahun perak telah terlewati oleh Indonesia, bahkan ulang tahun emas juga telah dilalui (usia ke 50). Akan tetapi rakyat jangankan emas atau perak, perunggu pun tak didapat -<span> </span>Rakyat tetap miskin.</p>
<p>Sebuah kabar di harian KOMPAS, menuliskan bahwa pada tahun 50an rakyat memiliki sebelas bahan pokok. Kala itu minuman seperti teh dan kopi masih menjadi kebutuhan pokok. Sekarang sudah menyusut menjadi Sembilan. Bahkan bagi sebagian orang tak lagi sembilan. Bukan tak mungkin jumlah sebagian orang itu, akan terus bertambah. Sehingga tersisa mungkin tinggal 6 atau 7 kebutuhan pokok. Sehingga sebutannya tak lagi sembako, melainkan nambakok atau tubakok.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahkan hari ke hari tak jua terlihat ada perbaikan ekonomi rakyat, malah sebaliknya. Kenaikan harga BBM, telah juga memukul ekonomi rakyat. Harga-harga semakin naik jauh, diatas kemampuan rakyat. Pendidikan dan kesehatan masih menjadi barang yang mahal, bagi rakyat. Busung lapar, wabah penyakit, makan nasi aking, anak yang putus sekolah, antrean BLT (tak jarang berakhir bentrok) menjadi fenomena di sekitar kita.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hal demikian telah memberi bukti menurunnya tarafan hidup rakyat banyak. Dengan segala hormat, tak ada salahnya bagi kami untuk memperingati hari kemerdekaan tidak hanya dengan seremonial saja. Tapi dengan sebuah pekikan Kemerdekaan adalah nasi. Nasi adalah perlambang bahwa kemerdekaan harus juga disertai dengan kemampuan rakyat mendapatkan hak-hak dasarnya. Yang sampai kini masih menjadi mimpi bagi rakyat kebanyakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Kemerdekaan Tak Se-sempit Bilik Suara</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">…Tapi kalo engkau tak punya uang, engkau akan lumpuh tak bergerak. Di negara demokrasi engkau boleh membeli barang yang engkau sukai. Tapi kalau engkau tak punya uang, engkau hanya boleh menonton barang yang engkau ingini itu. Ini juga semacam kemenangan demokrasi. (Pramoedya Ananta Toer, Bukan Pasar Malam).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kurang dari setahun kita akan menyonsong pesta demokrasi elit (PEMILU). Seperti kata Pram, demokrasi hanya akan menguntungkan kalangan elite-berduit saja. Kita diberi kemerdekaan sepenuhnya, untuk menentukan pilihan politik. Pilihan politik yang kita insyafi, tidak akan memberikan dampak ekonomi yang lebih baik. Masa kampanye begitu panjang, tak kurang dari sembilan bulan kita akan disuguhi sampah politik elit. Obral janji, tebar pesona, salam tempel, serangan fajar dll semua dilakukan demi sebuah kursi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain itu kondisi negara ini sebenarnya masih jauh dari yang namanya kemerdekaan. Episode-baru penajajahan, telah jadi sebab utama anjloknya kesejahteraan masyarakat. Kuasa asing atas tanah air, telah tergambar dengan berdiri tegaknya usaha-usaha mereka. Freeport, Inco, Newmont, Rio Tinto, Shell, British Petrolium dll, yang menguasai berbagai hasil bumi nusantara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hutang mengakibatkan kita terjeremus dalam jerat negara-negara asing (atau imperialis). Hutang ini yang mengharuskan kita, untuk membuka seluas-luasnya peluang kepada mereka guna menguras habis hasil nusantara. Hasilnya semacam lingkaran setan, contoh kecil hasil bumi kita diolah mereka kemudian dijual kembali dengan harga mahal (contoh kasus BBM). Akhirnya tetap sama, layaknya dalam setiap episode penjajahan rakyat yang selalu menanggung beban.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sialnya dalam pemilu 2009 tak ada satupun partai yang berani tegas berlawan tehadap kuasa asing. Jika pun ada yang berteriak tentang program-program strategis , semua hanya dalam upaya mendapatkan simpatik rakyat semata. Tindakan simpatik yang tak berdasar pada sebuah keyakinan perjuangan pembebasan rakyat. Tindakan simpatik yang hasil akhirnya hanyalah sebuah kursi, bukan kesejahteraan rakyat. Kebanyakan dari mereka adalah orang lama dalam peta politik kita dan tak jua memberi hasil baik bagi kesejahteraan rakyat. Maka tak salah jika dikata bahwa Pemilu 2009 bukan solusi bagi rakyat. Kemerdekaan pun tak sesempit bilik suara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Nasionalisasi untuk Nasionali-Nasi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kemerdekaan sejati haruslah direbut. Jika soalan utama negri ini adalah tunduknya kita pada negara-negara imperialis. Maka mengembalikan kedaulatan negara ini, menjadi tugas yang utama. Tegaknya kedaulatan yang akan tergambar dengan berpindah tangannya aset-aset dari perusahaan-perusahaan asing ke rakyat. Yah Nasionalisasilah yang akan megembalikan harga diri kita sebagai bangsa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nasionalisasi yang tentu sepenuhnya akan dikontrol oleh rakyat, bukan para elite. Jika para elite yang diberi kuasa, maka kita hanya akan berpindah dari mulut buaya ke mulut harimau. Nasionalisasi di tangan rakyatlah, yang akan mampu membumikan kesejahteraan yang selama ini mengawang di alam mimpi kita. Nasionalisasi untuk nasionali-nasi, nasionalisasi untuk kesejahteraan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk mencapainya bukanlah kerjaan mudah. Untuk itu budaya kolektif, budaya berlawan, budaya kerakyatan, budaya persatuan dan sederet budaya positf lainnya haruslah terus menerus dijaga dan dikembangkan. Rakyat harus mulai aktif, ingat kemerdekaan tidak akan diraih dari belas kasih tapi dari perjuangan panjang kita sebagai bangsa. Rakyat harus mandiri membangun perlawanannya dan melakukan penyatuan dengan gerakan-gerakan lainnya. Serta menunjukan kekonsistenannya dalam merealisasikan kesejahteraan bagi semua.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kepada siapa lagi jarus percaya di negri ini ? kepada kelas atas mereka sudah terlena dengan segala keglamorannya. Kepada elite politik ? mereka terlalu sibuk dengan jadwal syuting iklan-iklan politik mereka. Kepada pemerintah ? mereka terlalu sibuk untuk mengisi pundi-pundi keuangan sendiri. Hanya dengan kekuatan kitalah kita percaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bangun Budaya Merdeka…!!!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salam Seni Merdeka…!!!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Materi Aksi Kirab Kemerdekaan Adalah Nasi</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">ditulis oleh divisi materi Seni Merdeka : Muaammar Fikrie</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=33&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/08/20/kemerdekaan-adalah-nasi-kemerdekaan-adalah-kesejahteraan-bagi-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Nasional dan Kejar Setoran</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/15/ujian-nasional-dan-kejar-setoran/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/15/ujian-nasional-dan-kejar-setoran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 13:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[MACAM-MACAM]]></category>
		<category><![CDATA[kejar]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[setoran]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>
		<category><![CDATA[UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[




Tanggal : 
16 May 2008


Sumber : 
Kompas



Prakarsa Rakyat, 
Oleh MUAMMAR FIKRIE
Ujian nasional tahun ini harus dilewati dengan berbagai kecurangan, mulai dari kebocoran soal, penyebaran kunci jawaban, perbaikan hasil, dan lain-lain. Standardisasi kelulusan yang tinggi dinilai menjadi penyebab utama berbagai kasus itu.
Iklim kompetisi juga telah melahirkan nuansa prestisius bagi sekolah, rayon, kota, dan provinsi. Bagi para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=31&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="128">
<col span="1" width="57"></col>
<col span="1" width="71"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="57"><span style="font-size:small;"><strong>Tanggal : </strong></span></td>
<td width="71"><span style="color:#0000ff;"><span style="font-size:small;">16 May 2008</span></span></td>
</tr>
<tr>
<td width="57"><span style="font-size:small;"><strong>Sumber : </strong></span></td>
<td width="71"><span style="font-size:small;">Kompas</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span style="font-size:small;"><strong>Prakarsa Rakyat,</strong> </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Oleh MUAMMAR FIKRIE</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Ujian nasional tahun ini harus dilewati dengan berbagai kecurangan, mulai dari kebocoran soal, penyebaran kunci jawaban, perbaikan hasil, dan lain-lain. Standardisasi kelulusan yang tinggi dinilai menjadi penyebab utama berbagai kasus itu.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Iklim kompetisi juga telah melahirkan nuansa prestisius bagi sekolah, rayon, kota, dan provinsi. Bagi para pemimpin di berbagai tingkatan tersebut, jumlah kelulusan tentu menjadi sebuah prestasi tersendiri. Semakin besar presentasi kelulusan, semakin tinggi prestise dan pamor mereka. Janganlah heran jika melihat sejumlah daerah mematok target kelulusan yang tinggi.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Walhasil prinsip &#8220;kejar setoran&#8221; banyak terjadi pada pelaksanaannya. Dengan prinsip itu, usaha-usaha yang sedikit nakal atau melanggar bisa menjadi lumrah tentunya. Jangan heran jika oknum guru banyak terlibat dalam berbagai kasus kecurangan pada UN. Melihat prinsip di atas, keterlibatan guru dalam kasus-kasus kecurangan pada UN tak bisa sepenuhnya disalahkan. Tingginya standardisasi, kompetensi, prestise, dan targetan tinggi adalah faktor penyebab lain.</span></p>
<p><span id="more-31"></span><br />
<span style="font-size:small;">Kelemahan utama UN pada saat ini adalah standardisasi kelulusan secara nasional (yang berbau kompetisi). Standardisasi ini bagus adanya jika terjadi pemerataan kualitas pendidikan terlebih dahulu. Ibarat sebuah kompetisi sepak bola, kompetisi akan berlangsung seru dan berimbang jika semua tim memiliki materi pemain yang seimbang pula.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Sudah kita pahami bersama pemerataan pendidikan di Indonesia sangatlah kontras. Ada sekolah yang memiliki fasilitas dan guru yang memadai. Ada sekolah yang fasilitasnya jauh dari memadai. Kesenjangan yang gampang sekali terlihat antara sekolah di kota dan sekolah di desa. Belum lagi jika melihat kondisi dari Sabang sampai Merauke. Tentu akan makin kontras terlihat ketidakmerataan fasilitas pendidikan kita.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Standardisasi ini juga menghapus proses pencarian ilmu selama sekian tahun yang dilakukan siswa karena proses itu hanya akan diujikan dalam hitungan hari. Angka kelulusan seakan menjadi sebuah tujuan akhir dari proses belajar-mengajar. Bagaimanapun caranya hasil akhirnya harus sesuai standar, prosesnya tidak diperhatikan.</span></p>
<p><span style="font-size:small;">Dalih diadakan UN adalah untuk menaikkan mutu pendidikan. Namun, melihat berbagai kelemahan dan berbagai kasus di seputar pelaksanaannya, kenapa tidak peningkatan mutu diarahkan pada tataran penunjang proses pendidikan. Kenapa tidak angka sebanyak itu dilakukan untuk perbaikan fasilitas sekolah, kurikulum, kualitas guru, dan lain-lain. </span><br />
<span style="font-size:small;">MUAMMAR FIKRIE </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi </span></p>
<p><span style="font-size:small;">Universitas Islam Indonesia Yogyakarta</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=31&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/15/ujian-nasional-dan-kejar-setoran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Menaik, Popularitas pun Menukik</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/harga-menaik-popularitas-pun-menukik/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/harga-menaik-popularitas-pun-menukik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 17:51:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[efek+domino]]></category>
		<category><![CDATA[Harga+naik]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[Popularitas]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Survey Indo Barometer yang dilakukan paska kenaikan harga BBM, menunjukan penurunan popularitas SBY. Menurut hasil survey ini, 50,6 % responden tidak menginginkan SBY kembali menjadi presiden pada periode 2009-1014 (Kompas, 30 Juni 2008). Bahkan jika pemilu diadakan sekarang, SBY tidak akan terpilih sebagai presiden. Nama SBY menempati urutan kedua setelah Megawati Soekarnoputri (dalam pertanyaan terbuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=28&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="justify">Survey Indo Barometer yang dilakukan paska kenaikan harga BBM, menunjukan penurunan popularitas SBY. Menurut hasil survey ini, 50,6 % responden tidak menginginkan SBY kembali menjadi presiden pada periode 2009-1014 (Kompas, 30 Juni 2008). Bahkan jika pemilu diadakan sekarang, SBY tidak akan terpilih sebagai presiden. Nama SBY menempati urutan kedua setelah Megawati Soekarnoputri (dalam pertanyaan terbuka dan tertutup), tentang siapa yang bakal dipilih sebagai presiden jika pemilu dilakukan hari ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Seperti sudah diramalkan sebelumnya (lihat tulisan : Krisis Dunia, Curhatan Rakyat dan Popularitas Pemerintahan, di blog ini), kebijakan menaikan harga BBM dapat berakibat buruk pada popularitas pemerintahan (baca juga : SBY secara pribadi). Kenaikan harga BBM, tentunya ‘bersambung rasa’ dengan kenaikan harga-harga yang lainnya. Mulai dari sembako, transportasi sampai pada kebutuhan-kebutuhan pelengkap terus naik paska kenaikan harga BBM. Bagi rakyat hal ini tentu semakin memperburuk kondisi ekonomi. Ketidak mampuan pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi mereka, tentu akan berdampak pada pilihan-pilihan politik mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kenaikan harga BBM menjadi santapan empuk bagi lawan-lawan politik SBY. Aksi-aksi massa yang banyak dilakukan oleh mahasiswa, mampu menaikan kampanye perlawanan terhadap kebijakan tidak populis ini. Belakangan pemerintah memang cukup efektif dalam melakukan ‘kampanye hitam’, terhadap aksi-aksi massa yang sering berakhir dengan kekerasan. Akan tetapi hal itu tidak akan banyak menolong, karena rakyat mulai merasakan efek dari kenaikan harga BBM.</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Di lain sisi lawan-lawan Politik SBY (di parlemen dan elite di luar parlemen) terus berkoar-koar menentang kebijakan ini. Pertarungan hak angket di DPR adalah contoh kasus terakhir. Walau tidak lepas dari kepentingan pragmatis dari partai-partai politik menjelang pemilu, suara-suara sumbang di parlemen juga turut menggerogoti popularitas SBY. Diluar parlemen sendiri ada banyak ekonom, politikus, aktivis dll yang terus berkampanye tentang penolakan (sekarang baca : pembatalan) kenaikan harga BBM.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pertarungan-pertarungan itu-pun menyita perhatian media massa, pada akhirnya isu ini meluas dan tetap panas. Perhatian media massa, bagi lawan-lawan politik pemerintah adalah ruang kampanye yang harus dimanfaatkan. Ruang itu-pun dipakai untuk menghadirkan sodoran-sodoran alternativ dalam mengatasi problem BBM di negri ini. Bagi massa yang rasional, hal ini membuat mereka semakin yakin untuk tidak memilih SBY di Pilpres selanjutnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Golnya hak angket BBM, juga menjadi fenomena tersendiri. Mengingat PEMILU 2009 yang semakin dekat, pertarungan di PANSUS ANGKET BBM akan sangat panas. Tak heran jika pendukung pemerintah (partai dan elite-elite lainnya), mulai kalang kabut mendengar putusan diterimanya HAK ANGKET BBM. PANSUS ANGKET BBM bagi lawan politik SBY, akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Minimal melaui PANSUS ini popularitas pemerintahan bisa digerogoti.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mulai dari sekarang tarung kepentingan di PANSUS ANGKET BBM mulai terlihat. Masing-masing kubu (pro dan kontra hak ANGKET) sedang bertarung untuk merebut posisi pimpinan PANSUS ANGKET BBM. Walau demikian harus kita pahami bahwa kepentingan mereka (baik pro maupun tidak) tetap dalam kerangka mengamankan atau meraih kekuasaan pada pemilu 2009. Susah sekali (bahkan mungkin tak ada) mencari unsur partai politik di parlemen yang benar-benar berbicara sesuai nurani rakyat.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Popularitas SBY bisa jadi akan semakin menukik turun, beberapa bulan ke depan. Menjelang datangnya tahun ajaran baru, rakyat akan semakin merasakan himpitan ekonomi paska kenaikan harga BBM. Harga-harga menaik, juga harus dibarengi dengan siasat jitu untuk menyekolahkan anak bagi mayoritas keluarga di Indonesia. Sejatinya tak ada siasat jitu dalam himpitan ekonomi seperti saat ini. Karena kenaikan harga-harga tidak dibarengi dengan kenaikan taraf hidup rakyat.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dilain sisi harga minyak dunia bahkan telah mencapai angka 145 dollar Amerika Serikat per barrel (Kompas, Jumat 4 Juli 2008). Angka yang sangat fantastis, mengingat akhir tahun kemarin angka itu masih di bawah 100 dollar AS per barrel. Bahkan dua bulan lalu angka itu hanya berkisar di 120an AS per barrel.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kenaikan harga minyak yang tak terkendali tentu akan berdampak bagi Indonesia. Jika ketergantungan terhadap asing pada soal pasokan minyak dalam negri belum bisa diatasi, maka bisa dipastikan harga minyak dalam negri bakal kembali baik. Bahkan running text di sebuah stasiun televisi menuliskan : pemerintah sedang menysusung rencana kenaikan harga BBM untuk tahun 2009.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Situasi tak berubah, perekonomian dunia tetap mengalami goncangan terkait harga minyak. Belajar tentang kejadian hari ini, SBY tetap dihadapkan pada situasi serba salah mengenai BBM. Jika kata Andi Malarangeng (jubir kepresidenan), bahwa kenaikan tersebut tidak akan berpengaruh pada popularitas pemerintahan. Belakangan fakta telah berkata lain. Belakangan pula Jubir kepresidenan itu mengatakan SBY rela jatuh popularitasnya demi kepentingan rakyat Indonesia. Nampaknya tidak demikian, angka penurunan popularitas SBY turun cukup drastis. Padahal kedepannya rakyat akan makin merasakan himpitan ekonomi, karena kebijakan menaikan harga BBM itu baru berlangsung satu bulan belakangan. SBY bakal berpikir dua kali untuk menaikan harga BBM disisa periode jabatannya, melihat hasil survey yang menunjukan popularitasnya menurun.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tapi apadaya jika tak sanggup memperbaiki ketergantungan pada asing dalam soal minyak, hal itu tak bisa dihindarkan. Menarik ditunggu menjelang 2009, keputusan SBY tentang harga BBM. Karena ramalan beberapa ekonom dunia, harga minyak akan terus melambung. Bahkan akan mencapai angka 200 dollar AS per barrel diakhir tahun. Jika benar, berarti beban APBN Negara tidak akan sanggup menangung angka subsidi BBM lagi. Beranikah SBY ?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=28&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/harga-menaik-popularitas-pun-menukik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepak Bola dan Politik</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/sepak-bola-dan-politik/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/sepak-bola-dan-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 17:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Raja Juan Carlos dan Ratu Sopia, meloncat kegirangan begitu Fernando Torres mencetak gol ke gawang Jerman, di partai Final Euro 2008. Di sisi lain Angela Merkel, kanselir Jerman tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya. Sepak bola memang olahraga rakyat jelata, membuat para pemimpin juga mau tak mau harus belajar banyak tentang hal ini.
Merkel adalah contoh pemimpin yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=26&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="justify">Raja Juan Carlos dan Ratu Sopia, meloncat kegirangan begitu Fernando Torres mencetak gol ke gawang Jerman, di partai Final Euro 2008. Di sisi lain Angela Merkel, kanselir Jerman tidak bisa menyembunyikan kekecewaanya. Sepak bola memang olahraga rakyat jelata, membuat para pemimpin juga mau tak mau harus belajar banyak tentang hal ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Merkel adalah contoh pemimpin yang mulai memahami sepak bola setelah menjabat sebagai kanselir Jerman. Mendekati piala dunia, Merkel banyak dikritik karena jarang memberikan support kepada kesebelasan timnas Jerman ketika bertanding. Diapun merubah perilakunya, dengan mengusahakan untuk hadir dalam setiap pertandingan Jerman selama piala dunia berlangsung di negara tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Selanjutnya bak terjangkit virus bola, dia juga berusaha untuk selalu hadir ketika kesebelasan Jerman bertanding termasuk pada Euro kemarin. Bahkan dia sempat menasehati beberapa pemainnya. Salah satunya adalah Bastian Schewesteinger, ketika mendapatkan kartu merah melawan Kroasia. “Ia mengatakan kepada saya tidak seharusnya melakukan hal bodoh sperti itu lagi. Ketika Kanselir mengatakan anda harus melakukan sesuatu, anda wajib melakukan itu” kata pemain asal klub Bayern Munchen tersebut (Koran Tempo, 27 Juni 2008).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Lain lagi dengan Raja Juan Carlos, yang sangat berharap Spanyol menjuarai turnamen setelah tim ini mengalahkan Italia di perempat final. “Kami telah mengalahkan kutukan itu” katanya, selama ini Spanyol memang dikenal susah melewati fase gugur pada sebuah turnamen Sepakbola. Akhirnya timnya mampu keluar sebagai pemenang pada kompetisi tersebut.</p>
<p><span id="more-26"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Cerita-cerita di atas adalah cerita-cerita kecil seputar dunia politik dan sepakbola. Di lain sisi kita pernah melihat bagaimana seorang Silvio Berluscuni yang mampu menjadi perdana menteri Italia, dengan menggunakan Ac Milan sebagai salah satu kendaraan politiknya. Atau kisah George Weah, pemain terbaik dunia 1995 asal Liberia yang hampir menjadi presiden negaranya melalui pemilihan umum. Kedatangan Merkel untuk mendukung Jerman pun banyak dikaitkan dengan pemilihan umum yang akan berlangsung tahun depan di negara tersebut. Hal itu menunjukan kedekatan yang nyata antara pemimpin, politik dan sepak bola.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Bagaimana di Indonesia</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Seperti halnya yang lain, para pemimpin dan politikus di Indonesia juga mengganggap sepak bola sebagai komoditi politik. Lihat saja diberbagai ajang pilkada, hampir semua calon menjanjikan sesuatu tentang sepak bola. Yang paling terasa ketika PILGUB DKI, Fauzi Bowo (salah satu calon) beusaha meraih simpatik dengan janji tentang tim kebanggan masyarakat Jakarta akan diperhatikan. Hal ini tentunya mencoba meraih simpatik The Jak (kelompok supporter Persija). Fauzi Bowo yang juga suksesor dari Sutiyoso, tergolong mudah untuk menarik simpatik kelompok ini. Karena Bang Yos memang memiliki pengaruh cukup di kelompok tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Contoh lain terjadi di sebuah kota kecil seperti Palu (Sulawesi Tengah), sepakbola tetap menjadi komoditi. Pilih walikota yang suka bola, begitu jargon salah satu calon di sana ketika pemilihan walikota sekitar dua tahun lalu. Di sebuah kota kecil saja begitu terasa apalagi di kota-kota besar lainnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Di tingkat politik nasional, sepak bola juga mengalami hal-hal yang sama. Setelah menyatakan kesediannya untuk menjadi Presiden pada pemilu mendatang, Sutiyoso juga mendeklarasikan siap memimpin PSSI. Organisasi sepakbola yang sedang mengalami masalah karena ketuanya menjadi tersangka kasus korupsi. Mungkin menurut Sutiyoso organisasi tersebut adalah mesin politik yang menjanjikan. Hal ini mengingat sepak bola sebagai olah raga rakyat, perhatian pasti banyak berkutat di sana. Sebelumnya mantan ketua PSSI Agum Gumelar, juga sempat mencalonkan diri sebagai wapres pada pilpres 2004. Bahkan Nurdin Khalid juga sering dikaitkan sebagai titipan dari GOLKAR, di dalam tubuh PSSI.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Belum lama ini juga juga hadir sebuah iklan politik, yang sarat unsur sepak bola-nya. Sutrisno Bachir, ketua umum PAN membuat berbagai iklan dengan semboyan Hidup adalah Perbuatan. Iklan-iklan ini hadir dalam berbagai versi dan sering dikaitkan dengan kepentingan 2009. Dalam versi kali ini, Sutrisno Bachir menunjukan kecintaannya pada olahraga sepak bola. Digambarkan bagaimana dirinya bermain sepak bola, begitu pula sang istri yang bermain sepak bola bersama anak-anak. Dengan diselipi-selipi kalimat-kalimat slogan, khas iklan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Di akhir iklan dia menyebut “saya Sutrisno Bachir untuk Euro 2008”. Menyebut kalimat terakhir tanpa mengingat simbol-simbol negara ini sepanjang iklan, agaknya terlalu berlebihan. Sungguh ironi ketika iklan tersebut menggambarkan kecintaan masyarakat negeri ini terhadap sepak bola (gambar anak-anak, remaja yang bermain bola sepanjang iklan), tapi kita justru mempersembahkannya buat kejuaran di belahan bumi nan jauh. Kenapa tidak dipersembahkan kepada timnas kita ? Sambil membuat tindakan nyata terhadap persepakbolaan tanah air. Hal tersebut bakal lebih terasa langsung kepada bangsa ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap ajang sebesar Euro, apa perlunya politisi kita mengomentari hal tersebut ? Bahkan pada pertandingan final, Sutrisno Bachir langsung hadir di stadion guna menonton langsung. Bahkan memberi ulasan terhadap pertandingan final yang disiarkan di RCTI, TPI dan Global Tv, melalui sambungan telepon.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">SBY pun tak luput dari hal ini. Sebuah cerita terkait kedatangan maestro sepak bola dunia Zinedine Zidane, adalah salah satu contohnya. SBY menyambut kedatangan Zidane begitu meriah di istana Negara. Bagi lawan politiknya hal itu menjadi suatu pertanyaan, di tengah banyaknya urusan Negara apakah penyambutan itu sebegitu pentingnya ? Bukan hanya itu hampir pada setiap pertandingan piala asia, tahun lalu SBY selalu hadir di stadion menyaksikan timnas berlaga. Tapi apadaya hal itu tak serta merta membuat timnas berprestasi. Belakangan malah prestasi timnas malah masih jauh dari baik. Beberapa hasil ujicoba tim asuhan Benny Dollo belum menunjukan hasil memuaskan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Belajar dari politikus di Negara lain mereka tidak hanya menjadikan sepakbola sebagai komoditas politik semata, tapi juga mendongkrak keberhasilan timnya. Silvio Berluscuni mampu menjadikan AC Milan sebagai raja klub eropa ketika dia menjadi presiden klub tersebut. Merkel mampu menggelar piala dunia 2006, berikut tim Jerman juga berprestasi. Bahkan Takhsin (mantan perdana mentri Thailand dan pemilik klub Manc City) bisa membangun tim sepakbola yang tangguh. Thailand bisa bersaing di pentas Asia, terbukti lolosnya mereka ke babak kedua pra kualifikasi piala dunia 2006 zona Asia. Thailand juga menjadi raja di Asia Tenggara, serta kekuatan yang diperhitungkan di Asia.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Di Indonesia hal ini belum terlihat, timnas kita bahkan sekarang belum bisa menjadi raja di Asia tenggara, apalagi Asia. Manajemen kepengurusan sepak bola yang masih kacau (terakhir ketuanya masuk penjara, dan PSSI tetap kukuh tak mengadakan munaslub), berujung pada timnas yang masih jauh dari harapan masyarakat sepakbola Indonesia. Pertanyaan pentingnya adalah apakah ada seorang pemimpin yang benar-benar memperhatikan olah raga rakyat jelata ini ?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pembinaan menjadi isu sentral, dalam keterpurukan timnas Indonesia. Jenjang pembinaan yang kurang jelas, begitu pula dengan manajemen pembinaanya. Masih teringat bagaimana hasil pembinaan seperti tim Primavera dan Baretti yang juga tak menghasilkan prestasi bagi Negara ini. Sebelum ada pembinaan yang baik serta kepengurusan yang profesional dalam sepakbola negri, dambaan prestasi bagi timnas masih jauh terlihat. Selama hal ini tidak diperhatikan secara serius, jangan bermimpi timnas bisa lolos ke piala dunia dan presiden kita hadir di stadion menyaksikan kala tim merah putih berjuang.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=26&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/sepak-bola-dan-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tersisa dari Euro 2008</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/tersisa-dari-euro-2008/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/tersisa-dari-euro-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 17:43:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[MACAM-MACAM]]></category>
		<category><![CDATA[dari]]></category>
		<category><![CDATA[Euro]]></category>
		<category><![CDATA[tersisa]]></category>
		<category><![CDATA[tim+impian+euro+2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[
Sebulan penuh, kompetisi itu akhirnya berakhir sudah. Beragam cerita menjadi oleh-oleh bagi para kontestannya. Ada kisah sedih, tragis, bahagia, bangga dan lainnya hadir di perhelatan sepak bola terbesar setelah Piala Dunia ini. Berikut beberapa catatan kecil dari saya, tentang Euro 2008 di Austria dan Swis.
Tim terbaik : Spanyol
Tim Kejutan : Turki
Tim paling mengecewakan : Prancis

Pemain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=22&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://batumerah79.files.wordpress.com/2008/07/euro.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-21" src="http://batumerah79.files.wordpress.com/2008/07/euro.jpg?w=300&#038;h=300" alt="" width="300" height="300" /></a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sebulan penuh, kompetisi itu akhirnya berakhir sudah. Beragam cerita menjadi oleh-oleh bagi para kontestannya. Ada kisah sedih, tragis, bahagia, bangga dan lainnya hadir di perhelatan sepak bola terbesar setelah Piala Dunia ini. Berikut beberapa catatan kecil dari saya, tentang Euro 2008 di Austria dan Swis.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Tim terbaik : Spanyol</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Tim Kejutan : Turki</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Tim paling mengecewakan : Prancis</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<div style="margin-bottom:0;"><strong>Pemain Terbaik : Xavi Hernandez</strong></div>
<p><strong> </p>
<p></strong></p>
<p><strong>Partai terbaik : Turki Vs Jerman</strong></p>
<p><span id="more-22"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>TIM IMPIAN di Euro 2008 (formasi 4-4-2)</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Pelatih : Slaven Bilic</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ada beberapa pelatih yang gemilang di Euro 2008 kali ini. Fatih Terim, Guus Hidink, Luis Aragones dan Slaven Bilic adalah deretan nama yang prestasinya baik di kompetisi empat tahunan ini. Nama terakhir adalah sosok yang paling menarik di antara mereka.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Luka Modric, Dario Srjna, Niko kovac, Robert Kovac, Vedron Verluca dan lain-lain menjadi sosok-sosok yang tangguh di lapangan hijau. Buktinya Ketangguhan mereka adalah saat mengalahkan sang finalis Jerman (2-1) di penyisihan grup. Bukan hanya lihai dalam meramu strategi, Bilic yang juga terkenal pentolan grup rock Rabauw ini sangat eksentrik di pinggir lapangan. Dengan jasnya serta anting-anting di telinga kirinya, pelatih ini tak hentinya berteriak menerangkan strategi serta menyemangati para pemainnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Hampir setiap kali pemainnya sukses mencetak gol, Bilic akan turut merayakannya. Dia melompat dan berlari masuk lapangan ketika Dario Srjna menjebol gawang Jerman. Kegembiraannya dan ekspresinya ketika terjadi gol, menurutnya dimaksudkan untuk mendekatkan diri dengan timnya. Selain itu adalah bentuk penghargaan terhadap kerja keras pemain. Keenerjikan, kemudaannya, gaya nyentriknya, kedekatan dengan pemain serta kemampuan meramu tekhnik, wajar jika dia disebut sebagai pelatih muda berbakat.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>KIPER : Iker Casilas</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kapten tim-nas Spanyol ini berhasil menahan dua tendangan penalti di partai perempat final melawan Italia. Kemampuannya memimpin tim juga patut untuk di ancungi jempol. Selain satu kartu kuning di partai final, Casilas tampil sangat baik sepanjang turnamen.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>BEK Tengah : Carles Puyol</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dia adalah bek yang tak kenal kompromi. Di lini belakang dia terkenal sangat dingin dalam menghalau serbuan lawan. Kemampuannya membuat kiper Iker Casilas, cukup beruntung memiliki pemain sepertinya di lini belakang. Pemain asli catalunya ini sukses pula mematikan pemain-pemain berbahaya dalam pertandingan Spanyol. Lukas Podolski, Pavyluchenko, Luca Toni dll menjadi saksi ketangguhan pemain ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>BEK Tengah : Carlos Marchena</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Duetnya dengan puyol, telah memperlihatkan kokohnya permainan lini belakang tim ini. Selama kompetisi mereka hanya kebobolan tiga gol. Kematangannya bersama Valencia, berhasil diperlihatkan juga di timnas pada Euro 2008 kali ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>BEK Kiri : Philp Lahm</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemain bertubuh mungil ini, menjadi penentu kemenangan Jerman atas Turki di Semifinal. Terlepas dari dua kegagalannya menghalau bola (kemudian menghasilkan gol) di dua pertandingan terakhir tim Jerman. Rasanya permainan bek kiri Bayern Munchen ini, cukup konsisten sepanjang turnamen.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>BEK Kanan : Sergio Ramos</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemain belakang Real Madrid, ini sukses menunjukan kematangannya di usia muda. Sebagai sosok di sisi kanan-belakang tim Spanyol, Ramos berhasil menghalau serbuan-serbuan pemain lawan. Schwenstieger, salah satu pemain sayap terbaik di turnamen ini telah merasakan betapa sulitnya melewati Sergio Ramos. Kemampuan bertahan yang baik, juga ditunjang dengan kemampuan menyerangnya yang semakin membaik.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Gelandang Tgh : Andrei Arshavin</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemain tengah Rusia ini adalah kunci kemenangan Rusia atas Belanda di perempat final. Sebelumnya tanpa Arshavin Rusia terseok-seok di penyisihan. Tapi setelah Arshavin kembali, tim ini seperti mendapatkan roh baru. Tim ini mampu mengalahkan Swedia dan menggulung Belanda. Kematangannya mengolah bola, umpan-umpan yang teratur serta kemampuan membaca permainan, membuat Arshavin menjadi salah satu dari sedikit tipe classical play maker yang beredar di Euro kali ini. Kegemilangannya membuat beberapa klub tertarik untuk meminangnya, Barcelona dikabarkan serius mendekatinya setelah mereka melepas Deco ke Chelsea.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Gelandang Tgh : Xavi Hernandes</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kekonsistenannya dalam memimpin lapangan tengah Spanyol, membawanya sebagai pemain terbaik di Piala Eropa 2008. Kemampuannya dalam memberikan umpan-umpan terebosan dan mendikte permainan lewat umpan-umpan pendek, membuatnya menjadi kunci di lapangan tengah Spanyol. Asistnya ke Fernando Torres, adalah bukti atas kemampuannya membaca pergerakan lawan dan kawan. Satu golnya ke gawang Rusia, di semi final juga menjadi bukti kefektifannya selain memberi umpan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Gelandang ki : Wesley Sneijder</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Jikalau Belanda terus melaju sampai ke final, maka nama Sneijder akan menjadi salah satu nama yang bakal disebut orang sebagi kunci keberhasilan timnya. Apa daya timnya harus mengakui keperkasaan Rusia di perempat final. Tapi dua penampilannya bersama oranje squad, telah membuktikan kematangan pemain berusia 24 tahun ini. Dia mampu mencetak gol di dua pertandingan tersebut. Hebatnya lagi ke dua gol tersebut adalah gol yang sangat cantik dan diciptakan di gawang dua tim besar Perancis dan Italia. Kemampuannya menyusuri sisi kiri pertahanan lawan sama baiknya ketika menjadi play maker.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Gelandang Ka : Silva</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemain bertubuh mungil ini berhasil menunjukan kematangannya di Euro 2008. Kemampuan tendangan jarak jauh, serta crossing-crosing terukur dan keberanian menusuk jantung pertahanan, membuatnya menjadi salah satu pemain sayap terbaik di turnamen kali ini. Dengan usianya yang baru 22 tahun, Silva tentunya akan menjadi pilihan terbaik bagi tim-tim besar Eropa di bursa transfer juli-agustus mendatang.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Penyerang : David Villa</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Tiga golnya ke gawang Rusia dan satu gol ke gawang Swedia sudah cukup mengantarkannya sebagai pencetak gol terbanyak Piala eropa kali ini. Kecepatan, kemampuan dribbling yang baik dan tendangan terarahnya menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol menjadi juara turnamen kali ini. Kemampuan yang layak untuk membuat mata para pelatih tim-tim besar Eropa ingin merekrut, striker Valencia ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><strong>Penyerang : Fernando Torres</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Torehan Torres diturnamen ini terbilang kecil, sebagai striker utama Spanyol dia hanya mencetak 1 gol sampai pertandingan final ini. Penampilannya yang penuh motivasi di partai final, telah menutupi semuanya. Dia mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya sebagai salah satu striker pembunuh di daratan Eropa pada saat ini. Satu golnya ke gawang Jens Lehnman membuktikan kematangannya sebagai seorang striker. Kemampuan bergerak tanpa bola, kecepatan serta visi menempatkan bola, membuat gol ini bisa dikatakan sebuah tpikal gol penyerang kelas dunia.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=22&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/07/05/tersisa-dari-euro-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://batumerah79.files.wordpress.com/2008/07/euro.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SMS TERKIRIM, UNTUNG PUN DATANG</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/06/03/sms-terkirim-untung-pun-datang/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/06/03/sms-terkirim-untung-pun-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 03:49:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOMUNIKASI]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[kuis]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Anjing menggong-gong bersahutan, kodok-kodok berdendang mensyukuri hujan yang baru saja lewat. Setengah dari malam baru saja lewat. Wanita cantik di layar televisi terus saja mengajak pemirsa untuk mengirim SMS. Ketik BS kirim ke empat digit nomor tertentu (dengan pulsa tertentu pula), terus menerus diucapkan sosok cantik dengan pakaian menggoda itu. Aksen manja nan menggoda menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=19&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Anjing menggong-gong bersahutan, kodok-kodok berdendang mensyukuri hujan yang baru saja lewat. Setengah dari malam baru saja lewat. Wanita cantik di layar televisi terus saja mengajak pemirsa untuk mengirim SMS. Ketik BS kirim ke empat digit nomor tertentu (dengan pulsa tertentu pula), terus menerus diucapkan sosok cantik dengan pakaian menggoda itu. Aksen manja nan menggoda menjadi senjata utama untuk merayu pemirsa guna mengirim SMS.</p>
<p align="justify">Itulah salah satu acara kuis yang menggunakan layanan SMS empat digit, di layar televisi kita. Akhir-akhir ini marak sekali program-program yang bertujuan meraup keuntungan dari SMS. Ada ajakan untuk menyusun huruf-huruf menjadi sebuah rangkaian kata yang benar. Sampai mainan besaran kadar cinta dari pasangan.</p>
<p align="justify">Semuanya gampang tinggal mengetik kata tertentu di HP anda, lalu kirim ke empat digit nomor tertentu. Selanjutnya akan ada balasan berupa pin atau ucapan selamat. Bagi acara yang bersifat kuis pemenangnya akan diumumkan, setelah diundi terlebih dahulu. Cara lainnya : nomor-nomor yang masuk bakal diundi, selanjutnya nomor yang beruntung akan ditelepon. Jika bisa menjawab sebuah pertanyaan maka hadiah bisa dibawa pulang. Ada juga yang bersifat interaktif seperti sebuah layanan di stasiun Global TV. Tinggal mengetik ‘LOVE&lt;spasi&gt;nama kamu&lt;spasi&gt;nama pasanganmu’, maka akan ada sebuah balasan langsung di layar televisi. Semisal radit &amp; jani 90 %, dilengkapi dengan sedikit komentar.</p>
<p><span id="more-19"></span></p>
<p align="justify">Ditambah lagi dengan sejumlah iklan layanan SMS, yang juga marak sekali di stasiun-stasiun televisi kita. Mulai dari ring tone, game-game hp, sms-sms joke, layanan chating, pesan-pesan agama, ramalan, hingga sms hot dari seorang kekasih pun bisa didapatkan dari sebuah layanan-layanan SMS tersebut. Tak kurang dari seorang dai, paranormal hingga bintang seksi seperti Sarah dan Rahma Azhari menjadi icon dari layanan-layanan SMS tersebut.</p>
<p align="justify">Acara serta iklan-iklan tersebut dipromotori oleh gateway (content provider), yang tugasnya membikin empat digit nomor khusus tersebut (contoh : 6288, 9288, 7288 dll). Setelah dibagi-bagi dengan gateway, operator ponsel serta stasiun televisi jumlah untungnya tak bisa dibilang kecil. Purwo Handoko yang bertanggung jawab terhadap program LOVE 100 % di Global TV menyebut rata-rata angka 2 milyar dalam sebulan menjadi keuntungan stasiun televisi (Kompas, 4 Mei 2008). Mungkin sebuah stasiun televisi bisa membayar gaji karyawannya dalam sebulan, hanya dengan mengandalkan keuntungan dari acara-acara seperti ini.</p>
<p align="justify"><em><strong>KONTES IDOLA</strong></em></p>
<p align="justify">Tidak hanya kuis dan sekumpulan layanan itu yang meraup keuntungan dari layanan SMS empat digit. Ajang-ajang pencarian bakat dan idola pun menjadi ladang keuntungan bagi stasiun televisi, promotor dan operator seluler.</p>
<p align="justify">Setelah sempat menghilang dari layar kaca, acara-acara seperti ini muncul lagi. Adalah format baru pencarian bakat Indosiar yang jadi pemicu kembalinya demam ini. Setelah sempat sukses dengan <em>AFI</em>, Indosiar memunculkan format baru dengan menggandeng sosok ibu dari setiap kontestan pencarian bakat lahirlah <em>Mama Mia</em>. Dengan memposisikan sosok ibu sebagai manajer dari sang calon idola, acara ini berhasil meraup keuntungan. Bahkan sampai menerobos masuk ke jajaran sepuluh besar ratting AC. Nielsen (yang banyak jadi patokan stasiun televisi).</p>
<p align="justify">Sudah kita pahami bersama budaya latah di stasiun televisi negeri ini. Selanjutnya muncullah berbagai acara pencarian bakat lain. <em>Super Mama</em> dan <em>Super Soul Mate</em> muncul di Indosiar, sebagai varian dari pendahulunya <em>Mama Mia</em>. Acara-acara lama di beberapa stasiun televisi segera dilaunching kembali. <em>Indonesian Idol</em> dan <em>KDI</em> pun muncul di RCTI dan TPI. Sebelumnya RCTI sudah punya <em>Idola Cilik</em> dengan segala variannya, serta <em>Saatnya Jadi Idola</em>. Belum lagi berbagai acara pencarian bakat lain, yang muncul di berbagai stasiun televisi. Semuanya hadir guna mengejar ratting dan keuntungan.</p>
<p align="justify">Pencarian bakat ini juga ditopang dengan budaya ‘<em>sok</em> baik hati’ stasiun televisi.Menurut hemat penulis, hampir semua acara kontes idola ini terkesan menjual kemiskinan. Jika ada sosok miskin dalam ajang ini, maka televisi dengan segala kemampuan ilusinya memolesnya. Polesan yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat. Simpati yang diharapkan bisa berujung dengan datangnya SMS dukungan dari pemirsa tentunya. Tak heran jika banyak dari pemenang (tiga besar) kontes-kontes seperti ini berasal dari kalangan bawah.</p>
<p align="justify">Penilaian dari sebuah pencarian bakat yang sejati adalah sebesar apa bakat kontestan tersebut. Bukan berdasar pada siapa dirinya apalagi jika berdasar pada SMS, yang sifatnya sangat subjektif. Tak heran jika jarang sekali artis dari pencarian bakat seperti ini yang bisa bertahan lama.</p>
<p align="justify">Majalah Tempo belum lama ini menghadirkan liputan tentang sosok idola yang lahir dari acara-acara pencarian bakat ini. Tak jarang mereka yang berasal dari kalangan bawah, harus kembali pada kehidupan asalnya. Bahkan ada yang harus mengutang, karena tergoda untuk <em>ngebom</em> (mengirim sms dalam jumlah banyak) SMS dukungan. Setelah pentas usai, memang banyak job yang mampir. Akan tetapi seperti layaknya sesuatu yang instan, hal itu takan mampu bertahan lama. Perlahan bintang pun mulai meredup, kembali ke kehidupan awal menjadi satu-satunya pilihan sambil mengubur mimpi menjadi bintang.</p>
<p align="justify">Penyebab utamanya adalah tak ada manajemen yang kuat dan pendampingan serius dari pihak penyelenggara acara setelah kontes-kontes tersebut berakhir. Terlihat jelas kepentingan dari stasiun televisi jika melihat kasus tersebut. Ratting yang bagus serta keuntungan melimpah tentu menjadi tujuan utama. Para peserta tak lebih sebagai alat jual belaka.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Semua acara dengan layanan SMS hanya menawarkan sebuah fantasi belaka. Tak salah jika disebut <em>Akademi Fantasi, </em>meminjam salah satu nama acara seperti ini. Para penonton diajarkan untuk meraih keuntungan (materil maupun psikis). Padahal semuanya adalah fantasi belaka. Jika dia berbasis pada hadiah, fantasi materil itu dibangun dengan harapan undian. Jika dia berbasis personal (paranormal, artis cantik dsb) fantasinya adalah person-person tersebut menjawab langsung sms yang masuk. Siapa yang tahu jika sebuah mesin penjawab otomatis telah disiapkan untuk menjawab sms yang masuk. Sebegitu parahnya kehidupan kita, sehingga untuk sebuah <em>joke</em> saja kita harus membayar Rp. 2000.</p>
<p align="justify">Pancarian bakat pun dibangun dengan fantasi. Fantasi menjadi bintang, terkenal serta menjadi jutawan. Walau belakangan usaha untuk menopang kerja menjadi bintang mulai banyak dilakukan, akan tetapi banyak bukti merujuk bahwa itu tetaplah sebuah fantasi. Banyak yang diajarkan berfantasi belakangan harus mengubur fantasinya tersebut.</p>
<p align="justify">Ini Negara dunia ke tiga, semua bisa dibangun dengan fantasi. Pasar di sini nyaman dalam logika kapitalistik, besar dan senang untuk diilusi. Akhirnya pikiran industrialis media-lah yang bermain. Keuntungan harus diraup bahkan dengan sedikit berbohong atau sedikit mengajak berfantasi. Bahkan banyak berfantasi pun tak mengapa, selama keuntungan bisa lebih maksimal.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=19&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/06/03/sms-terkirim-untung-pun-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Juga Kekerasan &#8230;</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/06/03/ini-juga-kekerasan/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/06/03/ini-juga-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 03:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[demo]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasa]]></category>
		<category><![CDATA[sb-jk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Hari baru saja beranjak siang. Kerumunan mahasiswa di kantin fakultas sastra UGM mulai terlihat ramai, ketika rombongan kami mengambil tempat di tengah kantin tersebut. Rombongan kecil kami beranggotakan empat orang, tujuannya menyampaikan orasi politik, menyanyikan lagu-lagu perlawanan sambil membagi sehelai kertas berisikan polling referendum tentang kenaikan harga BBM.
Referendum bertujuan ingin melihat tanggapan masyarakat tentang kenaikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=17&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="justify">Hari baru saja beranjak siang. Kerumunan mahasiswa di kantin fakultas sastra UGM mulai terlihat ramai, ketika rombongan kami mengambil tempat di tengah kantin tersebut. Rombongan kecil kami beranggotakan empat orang, tujuannya menyampaikan orasi politik, menyanyikan lagu-lagu perlawanan sambil membagi sehelai kertas berisikan polling referendum tentang kenaikan harga BBM.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Referendum bertujuan ingin melihat tanggapan masyarakat tentang kenaikan harga BBM, ini adalah rangkaian agenda dari Posko Induk Batalkan Kenaikan Harga BBM yang didirikan oleh Komite Rakyat Bersatu (KRB). KRB sendiri adalah sebuah front perlawanan bersama, terdiri dari sejumlah organisasi mahasiswa, masyarakat, buruh dan kaum miskin kota yang berada di Jogjakarta.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Saya bertugas sebagai pembagi kertas referendum serta memintanya kembali. Kebanyakan dari mereka yang mengisi referendum, menyatakan menolak kenaikan harga BBM (bukan hanya di mahasiswa, masyarakat pun mengungkapkan hal senada). Walau demikian banyak dari mereka juga mengatakan tak ingin mengikuti demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Setelah beberapa kawan menanyakan kenapa mereka tak ingin mengikuti aksi massa tersebut, mereka mengatakan takut akan terjadi kekerasan. Tapi di lain sisi mereka mengatakan bahwa mereka mendukung  tuntutan-tuntutan dari para demonstran agar BBM tidak dinaikan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Potret ironi ini adalah buah dari kesuksesan kampanye hitam terhadap gerakan mahasiswa yang dilakukan oleh pemerintah. Semenjak kasus Universitas Nasional (UNAS), terjadi serangkaian pembangunan opini masyarakat yang dilakukan lewat media massa. Aksi-aksi demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM, diidentikan dengan kekerasan yang merugikan orang banyak. Dengan dalih ini jalan kekerasan yang diambil aparat kepolisian dalam menangani aksi demonstrasi terlihat menjadi sah-sah saja dilakukan. Pola-pola ini sebenarnya ingin mengalihkan konflik menjadi konflik antara masyarakat dengan para demonstran.</p>
<p><span id="more-17"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kasus UNAS semisal, salah satu alasan yang dipakai untuk membubarkan demonstrasi adalah terganggunya masyarakat sekitar UNAS dengan aksi tersebut. Padahal merujuk pada pernyataan salah seorang masyarakat, “Saya tidak merasa terganggu, asal mereka tidak masuk kampung” ujar Nani seorang warga yang rumahnya berhadap-hadapan dengan kampus UNAS (TEMPO, 2 – 8 JUNI 2008). Bahkan seorang pedagang makanan di depan kampus UNAS, mengatakan tak terganggu dengan demonstrasi tersebut. Walau tempatnya juga menjadi korban pelemparan mahasiswa yang mencoba menghalau serbuan aparat (potongan wawancara TV One).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Begitu pula pembubaran demonstrasi yang terjadi di Universitas Moestopo Beragama dan Universitas Kristen Indonesia (UKI). Alasannya adalah mahasiswa menganggu lalu lintas, sehingga merugikan orang banyak. Ada insiden menarik dari aksi demonstrasi di Universitas Moestopo Beragama, ketika ada seorang polisi (yang memasuki usia akhir masa jabatannya/pensiun) melintas di kerumunan mahasiswa yang sedang melakukan aksi. Dari kerumunan mahasiswa muncul seorang berbadan tegap dan berambut cepak. Dia menghampiri polisi tersebut dan melakukan tendangan terlatih terhadap polisi tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kejadian tersebut berhasil direkam sejumlah media. Dengan adanya insiden tersebut pemberitaan media pun melekatkan aksi mahasiswa dengan kekerasan. Padahal terekam juga bagaimana mahasiswa, mencoba mencegah serangan selanjutnya dari oknum tersebut. Pertanyaan selanjutnya siapa oknum itu ? Sampai sekarang hal ini masih misterius. Pihak kampus moestopo beragama sendiri membantah mahasiswanya melakukan pemukulan tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Usaha-usaha pemerintah untuk meredam aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM, makin mengilusi masyarakat. Setelah menaikan harga pembagian BLT sebuah running text di layar televisi memuat info singkat dari pernyataan wapres Jusuf Kalla. <em>Wapres : meminta para penerima BLT untuk mendesak para demonstran agar menghentikan aksi demo kenaikan BBM</em>. Bahkan belakangan setelah pernyataan tersebut, ratusan massa dimobilisasi untuk melakukan demonstrasi mendukung BLT. Upaya-upaya pemerintah ini bertujuan untuk mengalihkan konflik vertical menjadi sebuah konflik horizontal. Sebuah politik gaya lama di masa penjajahan, yang dikenal dengan nama politik adu domba.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Di Jogjakarta aksi yang dilakukan oleh Komite Rakyat Bersatu (KRB), juga tak luput dari gaya politik ini. Aksi yang berlangsung pada 1 Juni 2008 ini dimaksudkan untuk mengepung gedung agung sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga BBM. Ketika para demonstran sampai di gedung agung, ada begitu banyak personel kepolisian baik yang berseragam maupun tidak. Bahkan dilengkapi dengan peralatan anti huru-hara (watter cannon, kawat berduri dll).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Fokus masyarakat terhadap demonstrasi juga dialihkan. Dengan adanya sebuah panggung dangdut yang berada di sisi utara gedung agung, sekitar 20 meter dari konsentrasi massa. Belakangan begitu aksi demonstrasi usai panggung dangdut pun usai, pralatannya bahkan diangkat menggunakan mobil-mobil kepolisian.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Selain itu, terlihat jelas dalam aksi ini tidak ada upaya dari aparat kepolisian untuk mengalihkan konsentrasi kendaraan. Bahkan semua kendaraan diarahkan ke konsentrasi demonstrasi berlangsung, tak pelak kemacetan pun terjadi. Setelah kemacetan terjadi, kesalahan dilimpahkan kepada para demonstran. Padahal ketika aksi pada tanggal 21 Mei 2008 (dengan isu sama, di saat momentum kebangkitan nasional) ada upaya polisi untuk mengalihkan konsentrasi kendaraan. Hal itu bisa dilakukan, walau aksi ketika itu (21 Mei ) berujung bentrok, tapi bentrok terjadi dengan aparat kepolisian. Belajar dari kejadian tersebut maka gaya adu domba pun dipilih.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Akhirnya massa KRB pun mengalah dengan memberi jalan kepada para pengemudi kendaraan. Hal ini dilakukan untuk menghindari konflik horizontal, yang hanya akan membuat korps baju coklat tertawa. Beberapa pengguna jalan malah melempar senyum dan berteriak mendukung demonstrasi. Seperti yang dilakukan oleh beberapa sopir, kondektur bus kota serta ibu-ibu rumah tangga. Walau ada juga sosok yang dengan arogan melakukan tindakan provokasi, dengan membuang gas sekeras-kerasnya serta membunyikan klaxon. Bahkan beberapa diantara orang-orang seperti ini, sengaja ingin menyerempet barisan demonstrasi.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Fungsi aparat kepolisian adalah menjaga keberlangsungan aksi. Aparat kepolisian juga seharusnya menjaga ruang-ruang penyampaian pendapat. Jika memang ruang itu bisa dilakukan kenapa tidak diberikan. Toch masalah kendaraan yang macet (dalam kasus aksi KRB Jogjakarta) bisa dialihkan, seperti pada aksi sebelumnya (21 Mei 2008). Menjadi pertanyaan apakah karena pada aksi 21 Mei juga ada aksi elite-elite politik (koalisi parpol menentang kenaikan harga BBM), sehingga hal ini bisa dilakukan ?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em><strong>Kekerasan, Kenapa Bisa Terjadi ?</strong></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kekerasan yang belakangan sering terjadi dalam aksi-aksi demonstrasi gerakan mahasiswa, tidak bisa dilihat dalam satu momentum saja. Tetapi harus dilihat dalam berbagai momentum, berikut rangkaian-rangkaian aksi sebelumnya. Satu bulan belakangan memang aksi-aksi mahasiswa marak terjadi. Aksi-aksi ini pada awalnya juga berlangsung santun.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Mobilisasi besar-besaran pun meminta ruang dialog. Contohnya, sebuah aksi dari BEM SI meminta diadakannya dialog dengan SBY-Kalla, tapi sampai dua hari massa bertahan tak ada tanggapan dari pemerintah. Pemerintah tetap pada rencananya menaikan harga BBM, walau aksi massa terus meluas di berbagai kota (baik kota besar maupun kecil). Ruang dialog pun tak pernah dibuka oleh pemerintah. Baru sekarang pemerintah menyarankan untuk menempuh jalur-jalur damai seperti dialog.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pernyataan-pernyataan pemerintah ketika aksi-aksi penolakan kenaikan harga BBM meluas, pun bisa dinilai memperkeruh suasana. Seperti isu penunggangan demonstrasi penolakan kenaikan BBM, yang dilontarkan Syamsir Siregar. Yang selanjutnya diamini oleh SBY-Kalla di dua kesempatan terpisah, pada tanggal 21 Mei 2008. Belum lagi pernyataan wapres tentang pendemo yang hanya berjuang untuk kaum menegah ke atas dan tak berpihak pada kaum miskin. Pernyataan-pernyataan seperti ini, sangat memperkeruh suasana dan memancing reaksi keras dari para demonstran.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Akumulasi demonstrasi, berujung pada meningkatnya keradikalan demonstrasi. Cara-cara radikal pun dilakukan gerakan mahasiswa, pembakaran foto SBY-Kalla dan ban-ban bekas adalah bentuk kekecewaan gerakan terhadap pemerintahan saat ini. Aksi massa seperti ini, pun ditanggapi dengan arogan oeh kepolisian. Pemberlakuan siaga 1 bagi pasukan POLRI, juga terkesan memposisikan gerakan mahasiswa sebagai gerakan terror.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pengerahan jumlah aparat yang banyak dalam setiap demonstrasi menolak kenaikan BBM pun dilakukan. Di mata mahasiswa, hal ini terlihat sebagai bentuk arogansi kepolisian dalam membela kebijakan pemerintah. Kedua kelompok hadap-hadapan di lapangan (walau keduanya terkena imbas kebijakan tersebut). Secara psikologis dalam posisi <em>face to face</em> dan pertarungan psikologis sangat sulit mencari tahu siapa yang memulai kekerasan terlebih dahulu. Seharusnya jika ingin mengamankan aksi-aksi tersebut, tindakan persuasf dulu yang dilakukan. Bukan dengan unjuk kekuatan, yang terkesan memposisikan mahasiswa sebagai musuh.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Dilain sisi keresahan akan kenaikan harga BBM di masyarakat akan terus terasa. Beriring waktu masyarakat akan merasakan kerugian-kerugian setelah kenaikan harga BBM. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai kota seperti Solo, Pekalongan, Pasuruan, Purwakarta, Tegal dan Sidoarjo terancam gulung tikar (Kompas, 2 Juni 2008). Mogok-mogok angkutan kota menuntut kenaikan tarif di berbagai kota (Surabaya, Jakarta, Depok, Slawi, Jambi, Kupang dan Kendari) terus terjadi. Harga-harga bahan pokok perlahan naik, mencari kestabilan harganya. Seperti ramalan beberapa ekonom (yang tak bersepakat dengan kenaikan BBM) gejolak ekonomi selepas kenaikan BBM, akan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa bulan ke depan, tahun ajaran baru bagi dunia pendidikan akan segera tiba. Di saat itu akan terasa sekali kenaikan harga, karena setiap keluarga yang memiliki anak usia sekolah harus ekstra hemat. Gejolak ekonomi juga akan dirasakan oleh nelayan, yang mulai sulit untuk melaut karena harga solar yang naik. Begitu pula kaum buruh yang terancam PHK, dengan dalih penghematan ongkos produksi perusahaan. Seperti kenaikan harga BBM sebelumnya (2005) yang menghasilkan 250.000 orang kehilangan pekerjaan, hal ini juga akan dirasakan beberapa bulan ke depan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM harus jujur juga kita katakan sebagai kekerasan. Jika kita sepakat kekerasan yang dimaksud adalah tindakan yang merugikan orang lain (seperti dalih pemerintah saat ini). Kekerasan pemerintah akan merugikan lebih banyak orang tentunya. Akan berapa keluarga yang terancam jika sebuah perusahaan gulung tikar. Seberapa sulitnya para sopir angkot mengejar setoran yang semakin besar jumlahnya. Ada berapa anak yang sulit mengikuti aktivitas sekolah, karena keluarga harus berhemat untuk beaya hidup. Berapa keluarga nelayan yang harus berpikir keras mencari ikan sambil menghemat ongkos solar bagi motornya. Keluarga-keluarga juga akan mengalami kekerasan, karena factor ekonomi yang kian menjepit (factor ekonomi penyebab tertinggi dari kasus kekerasan terhadap rumah tangga). Ini juga kekerasan bung.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=17&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/06/03/ini-juga-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rakyat Resah, Pemerintah &#8216;Asal Goyang Lidah&#8217;</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/19/rakyat-resah-pemerintah-asal-goyang-lidah/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/19/rakyat-resah-pemerintah-asal-goyang-lidah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 20:53:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Harga+naik]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat+resah]]></category>
		<category><![CDATA[sby-jk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Rencana pemerintah menaikan harga BBM telah mengakibatkan mobilisasi demonstrasi yang cukup besar dan intens akhir-akhir ini. Hampir setiap hari kota-kota (besar – kecil) di Indonesia di warnai dengan aksi-aksi massa. Bahkan tak jarang dari aksi-aksi massa tersebut berakhir bentrok. Mulai dari mahasiswa, partai politik, ormas-ormas, gerakan sektoral dll mengisi panggung aksi penolakan BBM.
Wapres Jusuf Kalla [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=15&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Rencana pemerintah menaikan harga BBM telah mengakibatkan mobilisasi demonstrasi yang cukup besar dan intens akhir-akhir ini. Hampir setiap hari kota-kota (besar – kecil) di Indonesia di warnai dengan aksi-aksi massa. Bahkan tak jarang dari aksi-aksi massa tersebut berakhir bentrok. Mulai dari mahasiswa, partai politik, ormas-ormas, gerakan sektoral dll mengisi panggung aksi penolakan BBM.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Wapres Jusuf Kalla mengatakan pemerintah tak gentar dengan mobilisasi massa terkait penolakan harga BBM. Seakan keresahan masyarakat dijawab dengan pernyataan dengan prinsip &#8216;asal goyang lidah&#8217;. Pernyataan diatas seharusnya memukul seluruh elemen gerakan rakyat. Selain pernyataan tadi ada beberapa pernyataan yang memang terkesan asal saja diucapkan. Semua ini dilakukan untuk mengawal kebijakan kenaikan harga BBM.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify"><em><strong>Pertama </strong></em>adalah pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan bahwa subsidi BBM banyak dinikmati oleh kalangan menengah ke atas. Lebih lanjut beliau juga menegaskan, bahwa barang siapa yang menolak kenaikan harga BBM maka mereka mendukung orang-orang kaya tersebut. Jadi aksi-aksi massa dengan isu menolak kenaikan BBM, adalah aksi yang membela kepentingan orang kaya.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Pernyataan ini mengisyaratkan kebingungan pemerintah. Mereka memilih untuk menggunakan rasio-rasio simpel untuk menjelaskan persoalan ini pada rakyat. Mereka tak bisa lagi memasukan kenaikan harga BBM dalam rasio-rasio yang masuk di akal. Maka jalan-jalan pintas seperti ini yang dipilih. Pemerintah terkesan lelah dan malas untuk berpikir.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Pernyataan ini terkesan menggampangkan persoalan. Kita pahami bahwa setiap kenaikan BM, rakyat kecil selalu saja menjadi korban. Sebagai contoh kenaikan harga BBM di tahun 2005 telah mengakibatkan sekitar 250-300 ribu orang ter PHK. Bila BBM pada tahun 2008 ini naik 30%, angka pengangguran akan bertambah 16,92 %.</p>
<p><span id="more-15"></span></p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Kenaikan harga BBM akan menimbulkan pula efek domino bagi barang-barang yang lain. Harga sembako dan berbagai keperluannya dipastikan bakal naik. Karena beban industri yang tinggi, maka mau tak mau produsen akan menaikan harga jual barang untuk menyesuaikan pengeluaran mereka (selain opsi melakukan penghematan dengan cara PHK). Akhirnya rakyat miskinlah yang bakal dirugikan ketika harga-harga melambung tinggi. Bahkan angka kemiskinan di prediksi akan naik sebesar 8,5 % jika kenaikan mencapai angka 30 persen.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Kebijakan memberikan BLT juga merupakan kebijakan yang hanya akan bersifat sementara..Uang sebesar 100 ribu rupiah ditambah sejumlah bahan pokok, memang dapat “menolong” masyarakat. Akan tetapi kebijakan ini tidak akan bisa mengantarkan rakyat menjadi sejahtera. Kebijakan ini merupakan ilusi yang dibangun oleh pemerintahan kita. Karena dia hanya akan menjadi obat sementara dari keresahan rakyat. Belum lagi fakta bahwa penyaluran BLT banyak menghadapi masalah pada pelaksanaannya (bahkan menimbulkan korban jiwa).</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Kepala dusun, Ketua RT dan RW yang seharusnya menjadi penyalur BLT banyak yang keberatan untuk dilibatkan pada tahun ini. Mereka takut menjadi sasaran amuk massa, seperti yang banyak terjadipada penerimaan-penerimaan BLT sebelumnya (Kompas, 19 Mei 2008). Pemerintah juga akan memakai data tahun 2005 dalam pembagian BLT, padahal kita ketahui data tersebut banyak bermasalah.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Melihat berbagai realitas tersebut, pernyataan Wapres terkesan sangat menggampangkan persoalan. Pernyataan tersebut memunafikan realitas bahwa kenaikan BBM adalah urusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Pernyataan Jusuf Kalla terkesan ingin memecah belah kekuatan rakyat. Lebih jauh lagi pernyataan tersebut terkesan ingin membenturkan antara masyarakat dengan para demonstran. Sebuah pernyataan yang bisa saja diasosiasikan dengan gaya politik pecah belah ala penjajah, politik adu domba<em>.</em><span style="font-style:normal;"> Sebuah gaya politik yang kita kecam di buku-buku sejarah, ternyata dilakukan lagi oleh pemerintahan hari ini.</span></p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify"><span style="font-style:normal;">Pernyataan </span><em><strong>kedua</strong></em><span style="font-style:normal;"> dilakukan oleh Ketua Badan Intelejen Negara (BIN), Syamsir Siregar. Beliau mengatakan tentang adanya aktor yang melakukan penunggangan dibelakang aksi-aksi kenaikan harga BBM akhir-akhir ini. Dia menunjuk mantan menteri terlibat dibelakang aksi-aksi tersebut. &#8220;Kalian sudah tahu itu. </span><em>Nggak</em><span style="font-style:normal;"> usah tanyalah. Ada yang bekas menteri dan ada yang pejabat. Mereka ini kabinet yang dulu,&#8221; jawab Syamsir Siregar (dilansir dari berbagai media massa).</span></p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify"><span style="font-style:normal;">Dalam era liberalisasi politik, pernyataan ini terkesan terlalu di lebih-lebihkan. Liberalisasi politik, membuat berbagai isu dan kepentingan berserakan. Dan menjadi ciri dari suatu politik liberal adalah politik yang bertumpang tindih isu dan kepentingannya.</span></p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify"><span style="font-style:normal;">Isu BBM adalah isu yang “seksi” di mata elit-elit politik. Kenaikan BBM akan pasti akan dimanfaatkan oleh para elit yang mengincar kekuasaan (baca : Krisis Dunia, Curhatan Rakyat dan Popularitas Pemerintahan, di blog ini). Maka jangan heran jika hampir semua elite bermain di isu ini). </span></p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Amien Rais, Gus Dur, Megawati, Soetrisno Bachir, Rizal Ramli dll merespon isu ini dengan berbagai varian isu yang ditawarkan. Partai politik pun ramai-ramai menolak kenaikan harga BBM. Parlemen tinggal menyisakan partai demokrat, sebagai partai pendukung kebijakan ini.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Permainan isu yang ditiupkan pun tak jauh berbeda dengan tuntutan masa di jalanan. Apakah mobilisasinya melibatkan para elite ? Mereka butuh dukungan terhadap isu-isu yang mereka tiupkan. Jika memang memang ada elite yang melakukan usaha-usaha mobilisasi, ini harusnya dilihat sebagai konsekwensi dari liberalisasi politik.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Bahkan tak sedikit gerakan rakyat yang juga mengatakan bahwa pemerintah saat ini terlalu di dikte oleh kekuatan-kekuatan modal asing. Hal tersebut bisa dari, ketidak mandirian secara ekonomi yang berimbas pada jatuhnya negri ini pada kapital asing (aset-aset strategis bangsa banyak dikuasai asing). Kepatuhan untuk terus membayar hutang luar negeri (yang mengurus dana besar dari APBN) ,juga memperlihatkan hal tersebut. Maka banyak yang menyebut pemerintah telah ditunggangi oleh kekuatan modal asing dalam kebijakan menaikan harga BBM.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Di lain sisi pernyataan Syamsir Siregar, seakan ingin menghapus realitas bahwa masyarakat resah menghadapi kenaikan BBM. Mayoritas masyarakat tentunya tidak ingin kenaikan BBM ini terjadi. Keluhan-keluhan itu terlihat di potongan-potongan gambar televisi kita. Kebanyakan mereka mengeluhkan harga-harga yang bakal naik setelah kenaikan BBM.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Penimbunan terjadi di berbagai tempat. Antri BBM sudah terjadi di sejumlah daerah. Kelangkaan beberapa komoditas pokok juga terjadi. Nelayan banyak mengeluh, mereka terancam tak melaut jika BBM jadi naik. Buruh takut akan ancaman PHK. Ini yang terjadi di tengah masyarakat, ketakutan dan keresahan menyeliputi mereka. Kenaikan BBM laksana hantu yang terus mengikuti mereka.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Hal di atas yang seakan tak di perhatikan oleh pemerintahan kita. Sangat kekanak-kanakan menyebut isu kenaikan BBM ini di tungangi elite tertentu tanpa melihat realitas keresahan rakyat. Hal ini mengingatkan kita pada sebutan-sebutan “dalang” atau “aktor-aktor” di zaman orde baru. Pernyataan ini juga mendiskreditkan gerakan rakyat. Pemerintah menyepelekan kemampuan rakyat dalam melihat perkembangan ekonomi-politik di negri ini. Padahal dari pemilu ke pemilu dan berbagai pilkada keresahan rakyat terhadap pemerintah atau kekuatan elite politik telah terbukti (banyaknya golput). Mereka paham pemerintah dan elite lainnya tak mampu untuk membawa mereka ke tarafan yang lebih baik. Di level terbawah aksi-aksi tergerak karena keresahan rakyat. Mereka tergerak karena adanya rasa ketertindasan dan perasaan senasib.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Untuk itu gerakan rakyat, harus bisa menjaga kemurnian gerakan mereka. Harus ada pembeda yang jelas dengan isu-isu yang ditiupkan elite. Harus ada tuntutan-tuntuan berikut solusi yang menjadi pembeda antara kepentingan elit politik dan mana kepentingan mayoritas rakyat. Kejelian untuk menetapkan isu dan tuntutan menjadi kunci utama bagi gerakan rakyat dalam menjaga kemurniannya di tengah liberalisasi politik.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">Gerakan rakyat juga harus mampu melakukan proses persatuan gerakan. Persatuan yang tentunya berlandaskan pada program, tuntutan dan solusi yang berwatak kerakyatan. Karena dengan persatuan model ini elite mampu terlihat kepentingannya dan gugur dalam prosesnya. Persatuan model ini pula yang bisa mengantarkan rakyat pada kedaulatannya.</p>
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">
<p style="margin-top:.06in;margin-bottom:.06in;" align="justify">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=15&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/19/rakyat-resah-pemerintah-asal-goyang-lidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Beriklan Maka Saya Ada</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/13/saya-beriklan-maka-saya-ada/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/13/saya-beriklan-maka-saya-ada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 23:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOMUNIKASI]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[iklan+politik]]></category>
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[trend]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Siang hari itu sangat menyengat, kendaraan bertumpuk di simpang empat Dr. Wahidin Yogyakarta. Disudut simpang empat, baliho dengan warna sang merah putih coba membangkitkan semangat nasional orang yang melihatnya. Ukurannya yang besar memuat gambar sosok yang terlihat gagah, dengan barisan kata Hidup adalah perbuatan. Sosok itu adalah Soetrisno Bahir, ketua umum Partai Amanat Nasional.
Ada tiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=9&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Siang hari itu sangat menyengat, kendaraan bertumpuk di simpang empat Dr. Wahidin Yogyakarta. Disudut simpang empat, baliho dengan warna sang merah putih coba membangkitkan semangat nasional orang yang melihatnya. Ukurannya yang besar memuat gambar sosok yang terlihat gagah, dengan barisan kata Hidup adalah perbuatan. Sosok itu adalah Soetrisno Bahir, ketua umum Partai Amanat Nasional.<br />
Ada tiga baliho (kurang lebih sama) yang bertubrukan dengan mata penulis pada hari ini. Dengan pesan yang sama pula, semuanya mengambil tema kebangkitan Nasional. Baliho pertama dijumpai di Selokan UGM, di kawasan ruko depan kampus pertanian UGM. Beberapa saat setelahnya kembali terlihat sosok yang sama di Jalan Raya Solo-Jogja, depan gerbang masuk Bandara Adi Sutjipto.<br />
Tak tahu persis ada berapa Baliho Soetrisno Bahir ini terpasang d Jogjakarta. Tapi tiga tempat itu saja sebenarnya sudah sangat strategis karena merupakan sentral keramaian. Di Jalan raya Solo adalah jalur transportasi utama yang menghubungkan Jogja-Solo. Selokan UGM, strategis karena tempatnya para intelektual muda beraktivitas. Jalan Dr. Wahidin tak jauh dari kawasan pertokoan di jalan Soedirman. Hemat saya sudah banyak orang yang menyaksikan baliho tersebut.</p>
<p>Masa kampanye pemilu belum lagi dimulai, tapi iklan-iklan dengan tema layanan masyarakat sangat banyak bertebaran. Iklan-iklan ini umumnya memuat pesan-pesan beberapa tokoh nasional. Kayaknya semakin dekat pemilu, semakin baik untuk memulai tebar pesona menaikan pamor dan popularitas partai atau tokoh tertentu.<br />
Iklan Baliho Soetrisno Bahir bukan satu-satunya bentuk iklan yang dipilih. Di beberapa stasiun televisi pada prime time, Iklan dengan tema yang sama sering menghiasi. Ada Soetrisno Bahir yang bergandengan dengan anak-anak berbicara soal pendidikan. Bahkan Sang Istri pun ikut hadir di Iklan tersebut.</p>
<p><span id="more-9"></span><br />
Belum lagi Iklan yang dimuat di salah satu surat kabar terbesar Indonesia. Iklan cetak ini bahkan menyewa sehalaman penuh dari surat kabar tersebut. Temanya sama pesan Soetrisno tentang kebangkitan nasional.<br />
Dana yang dikeluarkan tentunya tak sedikit. Iklan di surat kabar tersebut dengan ukuran 1 halaman penuh bisa mencapai 400an juta rupiah. Sampai saat ini penulis sudah melihat dua kali iklan ini dimuat di surat kabar tersebut. Belum lagi iklan di prime time acara televisi. Tentunya bukan angka kecil yang kan terbilang, mengingat jumlah pasang mata yang terhipnotis pada prime time tersebut. Apalagi menurut pengamatan penulis iklan tersebut bukan hanya sekali muncul pada prime time. Bahkan iklan tersebut tidak hanya ada di satu stasiun televisi saja.<br />
Soetrisno Bahir bukan satu-satunya politikus yang mulai promosi diri. Prabowo Soebiyanto juga muncul berkali-kali di layar kaca. Dengan gaya berwibawa khas militer, mantan Panglima Kopasus ini menyerukan kepada rakyat Indonesia untuk membeli pangan produksi petani Indonesia. Isunya memang tak berdekatan dengan politik. Tapi sedikit banyak himbauan-himbauan melalui Iklan tersebut akan membawa dampak pada popularitas tokoh yang sempat mengikuti konvensi partai GOLKAR sebelum pilpres 2004 ini.<br />
Ada lagi Wiranto yang beriklan dengan cara mengadakan sayembara esai nasional. Sayembara ini bertema Wiranto Mendengar Aspirasi Rakyat. Isu yang diangkat adalah persolan kemiskinan. Iklan ini muncul dengan sebaran pamphlet, serta iklan televisi (media cetak penulis belum melihat). Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat ini, nampakannya mulai mencoba mendongkrak popularitasnya. Nampaknya dia belajar dari kekalahan di Pilpres 2004, yang berakhir kekalahan baginya padahal diusung oleh partai pemenang pemilu. Mau tak mau di harus menggenjot popularitasnya, jika memiliki hasrat untuk mengikuti pentas pilpres 2009.<br />
Jika dilihat tokoh-tokoh yang ramai berpromosi diri ini, adalah tokoh-tokoh yang selama ini berada di lini ke dua. Popularitas mereka dalam berbagai survey, masih jauh tertinggal dengan tokoh-tokoh nasional ‘kelas satu’ (SBY, Kalla, Mega, Gus Dur atau Amien Rais). Iklan layanan masyarakat dengan sedikit ‘mencuri’ start ini memang harus dilakukan jika mereka ingin mendongkrak popularitas.<br />
Akan tetapi hampir Semua tokoh menolak jika iklan-iklan layanan tersebut dikaitkan degan pemilu atau pilpres 2009 (Tempo, 12-18 Mei 2008). Nuansa kampanye ini nampaknya mulai ramai menjelang pemilu 2009. Selain iklan-iklan dalam skala besar tersebut. Berbagai partai juga terlihat harus berpintar-pintar untuk mencuri perhatian sebelum masa kampaye dimulai.<br />
Belum lama ini penulis juga mendapatkan selembar kupon peringatan milad ke 10 Partai Keadilan Sejahtera. Kupon ini selain memuat informasi agenda parade seni budaya (di alun-alun Jogjakarta), juga berfungsi sebagai kupon undian. Sepeda motor, TV berwarna, Sepeda, Lemari Es, Kompor Gas, Hand phone dan berbagai barang lain dijanjikan sebagai hadiah.<br />
Hal yang sama juga terlihat dilakukan oleh Partai Demokrat DIY. Sebuah spanduk belum lama ini juga sempat menarik perhatian penulis. Puluhan (atau bahkan ratusan) hadiah menarik dijanjikan Partai Demokrat DIY, bila ikut memperingati hari ulang tahunnya.<br />
Semua tokoh atau partai tersebut diatas ada dalam skala nasional. Menurut hemat penulis Jogjakarta bukan satu-satunya tempat tarung iklan dilakukan. Kota-kota lain (utamanya kota-kota besar) tentu merupakan sasaran guna menaikan popularitas menjelang pemilu 2009.</p>
<p>Persandingan iklan dan politik ini adalah fenomena wajar ketika Industri media berkembang pesat. Siapa yang mampu (secara ekonomi), berkeinginan dan tidak menyalahi aturan, dalam tinjauan sisi ekonomis media hal tersebut akan ditampung. Sejauh ini memang iklan-iklan dengan nuansa kampanye ini masih tidak menyalahi kaidah. Iklan-iklan tersebut masih mengambil tema layanan masyarakat. Kecuali jika itu dianggap sebagai kampanye terselubung. Menarik untuk ditunggu apalagi yang bakal dijual oleh para elite dan partai menjelang pemilu 2009.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=9&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/13/saya-beriklan-maka-saya-ada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Kebebasan Pers Sedunia</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/13/hari-kebebasan-pers-sedunia/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/13/hari-kebebasan-pers-sedunia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 23:12:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[KOMUNIKASI]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan+pers]]></category>
		<category><![CDATA[pers+bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kebebasan Pers baru saja di peringati oileh insan pers sedunia. Di Indonesia, Aliansi Jurnalis Independent menghimpun ada sekitar 60 kasus kekerasan (Kompas, Senin 5 Mei 2008). Kasus tersebut melikupi kasus ancaman, tuntutan, pelecehan, pengusiran, pemenjaraan, serangan fisik, serta tuntutan hukum.
Belum lama ini terjadi preseden buruk bisa terjadi lagi bagi kebebasan pers di negri ini. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=8&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Hari Kebebasan Pers baru saja di peringati oileh insan pers sedunia. Di Indonesia, Aliansi Jurnalis Independent menghimpun ada sekitar 60 kasus kekerasan (Kompas, Senin 5 Mei 2008). Kasus tersebut melikupi kasus ancaman, tuntutan, pelecehan, pengusiran, pemenjaraan, serangan fisik, serta tuntutan hukum.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Belum lama ini terjadi preseden buruk bisa terjadi lagi bagi kebebasan pers di negri ini. Chenry Andrew Suripati, wartawan Trans Tv di Jayapura mendapatkan panggilan dari Polresta Jayapura. Pemanggilan ini terkait dengan penayangan berita pengibaran bendera Bintang Kejora di Kelurahan Yanbasay, distrik Hareem. Pihak polresta ingin meminta keterangan tentang pelaku pengibaran tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi kebebasan pers. Jika di lihat dari tujuan pemanggilan yang dilakukan Polresta Jayapura, sungguh bertolak belakang dengan hak tolak sebagai jurnalis. Yang dimaksud hak tolak adalah hak untuk menyembunyikan identitas narasumber. Dalam undang-undang pers hak tolak ini diatur pada UU nomor 40 tahun 1999. Semua organisasi wartawan di Indonesia juga mencantumkan hak tolak dalam kode etik kerja-kerja jurnalistik mereka.</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Dewan Pers juga menyatakan keberatannya, terhadap kasus pemanggilan tersebut. Dalam salah satu butir pedoman Dewan Pers, bahkan aparat penegak hukum diminta memahami tugas dam kerja wartawan yang meliput kegiatan, mencari, mengolah dan menyebarluaskan informasi (Kompas, Selasa 6 Mei 2008).</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pemanggilan dengan dalih tersebut diatas, bisa mengindikasikan beberapa hal. Pertama adalah ketakpahaman aparat penegak hukum kita tentang kebebasan pers. Kebebasan pers yang dirasa perlu dijaga, sehingga harus dilegalkan dalam bentuk undang-undang. Jika memang tak paham tentang hal tersebut, kasus pemanggilan tersebut patut untuk dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kedua bisa saja hal tersebut juga ditafsirkan sebagai usaha-usaha pemangkasan kebebasan pers. Bahkan lebih jauh lagi bisa ditafsirkan sebagai bentuk watak militeristik yang memang masih tinggal di kepala korps berbaju coklat tersebut. Sekedar pengingat ini bukan lagi zaman dimana kebebasan pers masih dipasung. Bukanlah zaman ketika berita tak lagi menyenangkan media langsung di bredel atau bukanlah zaman “penghilangan paksa” jurnalis.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pemanggilan terhadap Chenry Andrew Suripati, memang hanyalah contoh yang mungkin terlalu dini jika disimpulkan sebagai upaya menghambat kebebasan pers. Akan tetapi apabila peristiwa seperti ini tidak disikapi dengan serius bukan tak mungkin zaman kegelapan pers, seperti di zaman orde baru bisa terjadi lagi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=8&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/13/hari-kebebasan-pers-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Krisis Dunia, Curhatan Rakyat dan Popularitas Pemerintahan</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/05/krisis-dunia-curhatan-rakyat-dan-popularitas-pemerintahan/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/05/krisis-dunia-curhatan-rakyat-dan-popularitas-pemerintahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 16:16:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[krisis+dunia]]></category>
		<category><![CDATA[minyak]]></category>
		<category><![CDATA[sby+jk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pemilu 2009 sebentar lagi, bahkan dalam hitungan bulan massa kampanye akan segera di mulai. Sementara itu situasi ekonomi internasional, masih menawarkan hal yang sama (gejolak krisis tak tertahan). Krisis pangan mengancam dunia, Indonesia masuk dalam tarafan rawan dalam hal ini. Krisis energy juga datang setelah sepintas berlalu. Krisis energi menghantarkan dilemma pada pemerintahan Susilo Bambang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=7&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pemilu 2009 sebentar lagi, bahkan dalam hitungan bulan massa kampanye akan segera di mulai. Sementara itu situasi ekonomi internasional, masih menawarkan hal yang sama (gejolak krisis tak tertahan). Krisis pangan mengancam dunia, Indonesia masuk dalam tarafan rawan dalam hal ini. Krisis energy juga datang setelah sepintas berlalu. Krisis energi menghantarkan dilemma pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Saking dilemmanya, presiden merasa perlu untuk menyampaikan pidato tengah malam melalui stasiun TVOne. Seperti halnya pidato-pidato presiden sebelumnya, deretan prestasi menjadi penghias di awal-awal pidato. Mulai dari keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi sampai pada kesuksesan mengakhiri konflik-konflik di daerah. Signal sulitnya keadaan (meminjam istilah Kompas, Jumat 2 Mei 2008), di sampaikan diakhir pidato ini. Presiden menyebut krisis pangan dan energi dunia adalah sebuah tantangan. Beliau juga meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung program-program pemerintah dalam mengatasi hal tersebut.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sejatinya pidato ini adalah “curhat” pemerintah tentang krisis yang tak terelakan tersebut. Kenaikan harga BBM (sebagai imbas dari krisis energy dunia) takan bisa lagi dielakan. APBN – P 2008 disusun dengan asumsi harga minyak dunia mencapai 95 dollar AS per barrel. Padahal harga minyak dunia terus menaik bahkan mencapai 120 dollar per barrel. Bahkan diramalkan beberapa ekonom dunia akan mencapai angka 200 dollar per barrel pada akhir tahun 2008.</p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Rencana penaikan harga BBM nampak semakin jelas. Melihat fakta bahwa Departemen Keuangan telah menyiapkan 86 skenario kenaikan harga BBM (Kompas, minggu 4 Mei 2008). Dalam skenario itu, rencana kenaikan terendah 25 persen. Artinya jika itu yang terjadi harga premium bisa mencapai angka 6000 an rupiah per litternya. Sebuah harga yang tidaklah kecil mengingat daya beli masyarakat kita.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Melihat fakta tersebut, sangatlah mungkin jika pidato tengah malam presiden dinilai sebagai tanda awal rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM. Sebuah keputusan yang sangat sulit dan tidak populis. Belum lagi mei ini pemerintah juga harus mendengar banyak “curhatan” rakyatnya. Awal Mei ini pemerintah sudah harus mendengar dua elemen rakyat menyampaikan curhatannya.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Jadilah awal bulan ini dihiasi dengan agenda curhat-mencurhat di negara ini. Buruh dengan peringatan hari buruh sedunia bercerita tentang penghidupan yang makin sulit. Serta meminta pemerintah untuk mengkaji sejumlah kebijakan, antara lain penetapan upah yang layak. Belum lagi hari Pendidikan Nasional, yang disambut dengan keluhan umum masyarakat tentang mahalnya beaya pendidikan. Mahasiswa juga berteriak tentang system pendidikan yang sangat kapitalistik. Para guru mengeluhkan kesejahteraan mereka.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Ditengah hantaman tuntutan rakyat yang semakin besar, popularitas pemerintahan SBY akan berkurang. Belum lagi jika memang pemerintah berani mengambil kebijakan menaikan harga BBM, akan semakin besar rasa ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintahan hari ini.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Tentunya sebuah kerugian besar bagi pemerintahan SBY, jika harus menaikan harga BBM. Apalagi mengingat agenda pemilu 2009 yang semakin dekat. Masyarakat akan dengan cepat mengingat momentum kenaikan BBM nanti, pada saat pencoblosan.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Di saat lawan-lawan politiknya sedang bersiap menuju kampanye. SBY malah direpotkan dengan fakta-fakta global, yang menjeratnya (serta rakyat negri ini) pada pilihan tersulit untuk menaikan BBM. SBY malah harus memanaskan mesin untuk mengkampanyekan tentang kenaikan harga BBM, sebelum memanaskan mesinnya sendiri menuju 2009.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Ini menjadi peluang besar bagi lawan-lawan politik SBY untuk mendahului popularitas pemerintahan SBY. Sebagaimana kita pahami SBY dalam berbagai polling menuju Pilpres 2009 masih menjadi raja dibanding tokoh-tokoh lainnya. Apabila agenda kenaikan BBM tetap dijalankan, bukan tidak mungkin popularitas tokoh-tokoh lain bakal naik, dan menggeser popularitas SBY.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Apalagi mengingat kecenderungan pemilih Indonesia yang cepat beralih dari pilihan satu ke yang lainnya. Ingat bagaimana pemerintahan Megawati dan PDIP yang begitu jumawa menguasai pemilu 1999, malah ditinggalkan pemilih pada pemilu 2004 yang lalu. Bukan tidak mungkin apa yang dialami oleh Megawati di tahun 2004 bisa terjadi pada SBY di tahun 2009. Ingat salah satu penyebab dari menjauhnya pemilih Megawati adalah kebijakan non populisnya, salah satunya adalah kenaikan harga BBM.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=7&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/05/krisis-dunia-curhatan-rakyat-dan-popularitas-pemerintahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aksi 2 Mei Jogjakarta, Cermin Fragmentasi Gerakan Mahasiswa</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/05/aksi-2-mei-jogjakarta-cermin-fragmentasi-gerakan-mahasiswa/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/05/aksi-2-mei-jogjakarta-cermin-fragmentasi-gerakan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 16:15:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[fragmentasi]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pukul 8.30, udara pagi masih terasa dingin, setelah semalam hujan terus membasahi Kaki Gunung Merapi. Mengumpulkan sedikit tenaga, mengucek mata dan sedikit gerakan “senam bangun tidur”, menjadi ritual wajib di setiap pagi. 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, aksi massa dari taman parkir Abu Bakar Ali – Gedung Agung, isu pendidikan gratis, demokratis dan ilmiah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=6&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pukul 8.30, udara pagi masih terasa dingin, setelah semalam hujan terus membasahi Kaki Gunung Merapi. Mengumpulkan sedikit tenaga, mengucek mata dan sedikit gerakan “senam bangun tidur”, menjadi ritual wajib di setiap pagi. 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, aksi massa dari taman parkir Abu Bakar Ali – Gedung Agung, isu pendidikan gratis, demokratis dan ilmiah untuk rakyat. Begitu kalimat pendek di layanan pesan singkat, yang kayaknya masuk dari semalam baru terbaca pagi ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Tiba di jalur massa aksi yang disepakati, tak langsung bergabung kususuri Jalanan Malioboro. Ada tiga aksi yang tampak, mulai bingung yang mana aksi yang bakal kuikuti. “Bos, kita ikut aksi yang mana” sebuah pesan singkat terkirim dari telepon genggamku. “Massa kita yang sekarang di depan gedung DPRD” bunyi balasan pesan singkat tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kaki melangkah cepat menuju gedung DPRD tingakat I DIY. Ikut bergabung dengan hiruk pikuk massa aksi. Yel-yel perjuangan terus diteriakan, nyanyian pembebasan terdengar lantang, Orasi-orasi politik membahana membakar semangat. Hiruk-pikuk yang ternyata tidak hanya melibatkanku. Tapi juga terjadi pada sekitar 600 an massa aksi yang mengikuti aksi memperingati hari pendidikan nasional ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Ada beberapa fakta menarik yang terlihat pada aksi kali ini. Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini tidak hanya di sambut oleh satu atau dua aksi. Tapi ada lima aksi gerakan mahasiswa yang merespon hari ini. Jika dilihat dari kedekatan isu, memang hari pendidikan merupakan momentum yang sangat ekonomis bagi mahasiswa. Apalagibagi Jogja yang memang terkenal dengan julukan kota pelajar. Jangan heran jika ada sekitar 600an massa yang turun di Yogyakarta pada hari ini.</p>
<p><span id="more-6"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Enam ratus orang merupakan sebuah jumlah yang cukup banyak, jika mengingat fakta kuantitas massa aksi (gerakan mahasiswa) akhir-akhir ini yang cenderung menurun. Belum cukup itu menjadi fakta menarik. Fakta bahwa ada sekitar lima komite aksi yang melakukan aksi juga menarik untuk di telaah. Isu yang mereka teriakan atau tuntut memiliki banyak kesamaan. Kalopun berbeda, dalam memperingati hari pendidikan nasional (yang tuntutannya ekonomis) perbedaan itu tampak kabur. Dalam kata lain perbedaan isu tidak menyentuh hal yang substansi.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Semua gerakan mahasiswa mahasiswa yang turun hari iru di Jogjakarta, menyebut pendidikan di bangsa ini sangat kapitalistik. Mereka memprotes pendidikan dinegri ini sangat mahal, sehingga hanya mampu diakses oleh orang-orang dengan ekonomi yang mapan. Mereka juga meminta pemerintah untuk merealisasikan anggaran pendidikan. Serta menuntut alam pendidikan yang objektif.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Keriuhan peringatan hari pendidikan nasional di Jogjakarta, telah “berhasil” mencerminkan pada kita fragmentasi gerakan mahasiswa. Sangat berbeda dengan gerakan mahasiswa pada awal pecahnya reformasi. Pada masa itu gerakan mahasiswa walaupun berbeda organisasi, komite dll mampu bersatu-padu agenda menumbangkan Soeharto.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pada saat ini ada satu gejala fatal dalam gerakan mahasiswa (pada khususnya dan gerakan rakyat pada umumnya) yaitu fragmentasi gerakan. Fragmentasi ini haruslah disayangkan, mengingat ada kesamaan tujuan, isu serta tuntutan dalam masing-masing gerakan. Jika dalam sebuah aksi massa (yang lebih bersifat tekhnis) gerakan menjadi sulit untuk di persatukan, apalagi dalam urusan-urusan strategis seperti taktik dan lain-lain.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Menurut hemat penulis ada beberapa hal yang menyebabkan fragmentasi gerakan mahasiswa dewasa ini. Yang pertama adalah <em><strong>garis ideology, </strong></em>hal ini adalah persoalan mendasar bagi sebagian orang digerakan pada saat ini. Seakan menjadi haram bagi gerakan A untuk bergabung dengan gerakan B. Karena perbedaan ideology, sesama gerakan mahasiswa seakan menyimpan prasangka.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Susahnya gerakan mahasiswa yang bernuansa Islam untuk bergabung dengan gerakan-gerakan yang kadang diidentikan sebagai gerakan radikal-kiri. Hal itu adalah contoh yang terjadi di Jogjakarta pada peringatan Hari Pendidikan Nasional. Selain itu perbedaan ideology juga seakan menjadi alasan bagi beberapa gerakan nasionalis untuk bergabung dengan gerakan lainnya. Seakan ideology telahj menjadi semacam tuhan yang tak tunggal dan esa kebenarannya.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Yang kedua adalah <em><strong>kuatnya eksistensi</strong></em> masing-masing gerakan mahasiswa. Terlihat jelas dengan terpecah-pecahnya gerakan mahasiswa di Jogjakarta pada peringatan Hari Pendidikan Nasional. Kelima komite aksi tidak bisa melepas atribut masing-masing, untuk memanfaatkan hari ini sebagai momentum pemersatu.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Salah seorang pimpinan Komite Aksi mengatakan, bahwa komite aksi-nya sudah berhasil bergabung dengan dua komite aksi lainnya. Akan tetapi entah kenapa dalam perjalannya komite aksi yang sudah bergabung dan sempat beraksi bersama ini pecah ke dalam dua kekuatan. Menurut hemat penulis, hal ini terjadi karena ada semacam eksistensi di masing-masing gerakan. Adanya kecenderungan untuk menguasai ataupun sekedar prasangka akan hal itu, kembali jadi pemicu terpecahnya sebuah gerakan bersama.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Belum lagi fakta, bahwa beberapa komite aksi telah melakukan negosisasi untuk melakukan penggabungan tetapi tetap saja gagal. Padahal seperti sudah disebutkan di atas mereka meneriakan hal yang secara garis besar sama. Sebuah eksistensi, yang terkadang terlihat sangat kekanak-kanakan. Eksistensi jika dipahami secara benar akan menjadi baik bagi setiap gerakan mahasiswa. Tapi eksistensi dengan menolak prinsip-prinsip persatuan adalah suatu kecelakaan dalam perjuangan.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Perjuangan ini membutuhkan sebuah persatuan yang kokoh. Bukankah para pendahulu gerakan mahasiswa telah memberikan contoh itu. Dari tahun-ke tahun perubahan sukses dilakukan jika ada suatu persatuan di dalamnya. Tahun pra kemerdekaan persatuan ditunjukan dengan Sumpah Pemuda. Tahun 1945 ditunjukan dengan persatuan mendukung kemerdekaan Republik Indonesia. Begitu pula ditahun-tahun selanjutnya.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Penyebab ketiga dari fragmentasi gerakan mahasiswa saat ini adalah <em><strong>Gerakan Spontan, </strong></em>gerakan yang tidak memiliki suatu basis sandaran ideologi ini akan sangat berbahaya. Gerakan seperti ini selain lemah dalam kerangka tujuannya, juga akan sangat susah untuk meletakan eksistensinya. Jenis gerakan ini akan bergerak dengan isu-isu momentumal. Secara umum gerakan seperti ini akan sangat sulit meninggalkan keheroikan zaman mahasiswa. Padahal keheroikan ini sudah sama-sama kita insyafi sebagai jurang pemisah utama antara gerakan mahasiswa dan gerakan rakyat.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Jogjakarta juga terlihat gerakan dengan model seperti ini. Gerakan yang dengan modal keheroikan ala mahasiswanya, berteriak lantang mengesankan perubahan ini takan pernah berhasil jika tanpa mereka. Citi utama dari gerakan ini adalah gerakan ini akan bergerak jika isu tersebut adalah persoalannya. Soal-soal lainnya adalah urusan yang tak wajib hukumnya untuk di respon. Tanpa memunafikan kekuatan gerakan seperti ini (karena real gerakan seperti ini sebenarnya memiliki kekuatan massa yang besar) yang harus diingat, keheroikan, kritis dan kesadaran ekonomis takan pernah berujung pada perubahan besar. Kita butuh sebuah gerakan yang terarah dan secara sistematis mampu melumpuhkan lawan-lawan politik bangsa ini.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Selama gerakan mahasiswa tidak mampu membuang ketiga sekat di atas, maka selamanya gerakan mahasiswa tidak akan bermuara pada suatu perubahan besar di negri ini. Padahal jika kita melihat dari isu-isu yang diteriakan gerakan mahasiswa kesemuanya memiliki satu musuh besar. Semuanya menginsyafi bahwa persoalan masyarakat Indonesia saat ini, diakibatkan oleh globalisasi atau neo liberalisme atau imperialisme atau penjajahan asing atau apapun namanya yang searti dengannya.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Artinya gerakan mahasiswa sebenarnya telah melewati proses untuk menentukan musuh bersamanya. Sama seperti gerakan mahasiswa terdahulu suatu penginsyafan akan musuh bersama ditambah dengan sebuah persatuan yang kokoh akan menghasilkan suatu perubahan. Ingat bagaimana gerakan tahun 1998 adanya musuh bersama, serta bersatu padunya mahasiswa menghantam musuh bersama tersebut. Atau isu kemerdekaan pada masa revolusi ’45 serta lain sebagainya.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Perlawanan terhadap imperialisme asing itu seharusnya yang menjadi basis utama dari persatuan gerakan pada saat ini. Bisa kita lihat dari pergantian pemerintahan sebanyak sebanyak empat kali setelah reformasi tak juga berhasil menyelesaikan persoalan. Hal ini jelas karena bangsa ini selama empat kali pergantian pemerintahan itu belum juga mampu berdiri sendiri. Bangsa ini masih berada dalam jerat imperialisme asing. Dan nyata jerat imperialisme asing inilah yang menghantarkan kita pada krisis tak kunjung padam.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Krisis minyak dunia yang sedang terus terjadi, memaksa pemerintahan kita (siapapun selama masih tunduk pada asing) untuk menaikan harga BBM. Pendidikan kita sedari kemarin hingga saat ini tetap berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja (buruh) bagi kepentingan-kepentingan ekonomi global. Hutang kita tetap menumpuk, tanpa ada usaha untuk meminta pengurangan atau penghantian malah penambahan utang yang dilakukan. Krisi pangan bahkan mengancam negeri yang terkenal subur ini. Sederetan kisah diatas sudah tuntas dibaca gerakan mahasiswa sebagai ekses dari ketertundukan kita pada imperialisme asing.</p>
<p style="text-indent:.5in;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Untuk itu sudah saatnya bagi gerakan mahasiswa untuk menyatukan diri guna menghantam musuh bersama mereka. Cukup lama (sudah lama sejak reformasi teriakan perlawanan terhadap imperialisme asing diteriakan) bagi kita untuk menyadari kelemahan kita bersama. Sudah saatnya bagi gerakan mahasiswa untuk duduk bersama menentukan program-program strategis bersama. Karena hanya sebuah persatuan yang kokoh gerakan mahasiswa dan gerakan rakyat lainnya, yang bisa menghantarkan negeri ini pada sebuah perubahan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=6&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/05/05/aksi-2-mei-jogjakarta-cermin-fragmentasi-gerakan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAMAI-RAMAI BERSIAP MENUJU 2009</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/ramai-ramai-bersiap-menuju-2009/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/ramai-ramai-bersiap-menuju-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 20:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[capres2009]]></category>
		<category><![CDATA[ramai-ramai]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[PILPRES 2009 masih cukup jauh, tapi warming up politik ditingkatan elit politik sudah dilakukan. Niatnya mungkin warming up (pemanasan) tapi kesan yang dihasilkan di hadapan rakyat, para elit malah sudah kepanasan. Proses warming up ditandai dengan manuver-manuver politik yang dilakukan oleh para elite.
Hampir semua elit politik yang melakukan manuver-manuver politik pada saat ini, menolak jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=5&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">PILPRES 2009 masih cukup jauh, tapi <em>warming up</em> politik ditingkatan elit politik sudah dilakukan. Niatnya mungkin <em>warming up</em> (pemanasan) tapi kesan yang dihasilkan di hadapan rakyat, para elit malah sudah kepanasan. Proses <em>warming up</em> ditandai dengan manuver-manuver politik yang dilakukan oleh para elite.</p>
<p align="justify">Hampir semua elit politik yang melakukan manuver-manuver politik pada saat ini, menolak jika dikaitkan dengan 2009. Tapi sesuai dengan hukum pada komunikasi politik, ketika ada dua pendapat yang beredar dihadapan publik maka percayalah pada apa yang beredar di organisasi para elit (tataran elit politik itu sendiri). Artinya manuver-manuver itu sangat mungkin sekali kebenarannya jika dikaitkan dengan PILPRES 2009.</p>
<p align="justify">Semuanya mungkin terkesan terburu-buru, mengingat PILPRES, masih kurang lebih sekitar dua tahunan lagi. Tapi semuanya dilakukan demi pembangunan pencitraan diri dihadapan rakyat. Sudah menjadi rahasia umum kalau mayoritas penduduk negri ini, lebih tertarik pada sosok figure (pencitraan diri) daripada program-program yang disajikan. Artinya semua para bakal capres 2009, harus sudah memunculkan diri mereka, demi pembangunan citra diri mereka dihadapan rakyat.</p>
<p align="justify">Dalam urusan pembangunan pencitraan diri ini, media massa menjadi elemen terpenting dalam mentransformasi pencitraan diri kepada rakyat. Sehingga menurut hemat penulis, siapa yang paling tinggi aksesnya &#8220;muncul&#8221; di media massa pada saat ini, menjadi pemimpin dalam rally menuju Pilpres 2009.</p>
<p><span id="more-5"></span></p>
<p align="justify">Untuk urusan itu setidaknya ada tiga nama yang patut untuk dibahas. Dengan asumsi bahwa pemerintahan saat ini akan terus berjalan sampai PILPRES 2009. Maka akan muncul tiga nama elite yang bakal menyedot perhatian media massa. Ketiga nama itu adalah : SBY (posisinya sebagai presiden), Megawati (Ketua Umum partai oposan, PDIP) dan Jusuf Kalla (Wapres dan Ketua Umum partai Golkar, pemenang pemilu 2004). Sementara elite-elite lain harus pintar bermanuver untuk menyedot perhatian media massa, guna membangkitkan pencitraan diri mereka.</p>
<p align="justify">Untuk itu tulisan ini akan membahas signal-signal politik dari ketiga calon paling kuat duduk di RI-1 2009 mendatang tersebut. Jika sudah jelas petanya maka sisa kemahiran dari para elite untuk memainkan pencitraan diri mereka. Mendekatkan diri dengan kantong-kantong massa, itulah inti dari proses warming up menjelang Pilpres 2009. Selain itu tentunya mengintip peluang-peluang pada PILPRES 2009.</p>
<p align="justify">
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<p><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>Susillo Bambang Yudhoyono (SBY)</strong></p>
<p align="justify">Dan Nimmo menegaskan bahwa komunikator politik utama yang pertama adalah ialah pemerintahan itu sendiri (Nimmo, 2005 : 31). Termasuk pejabat pemerintahan tentunya.</p>
<p align="justify">Untuk urusan ini SBY adalah pemenangnya. Sebagai presiden yang bertindak sebagai komunikator utama, SBY bisa mendekatkan dirinya dengan kantong-kantong massa pada Pilpres 2009. Dengan kunjungan-kunjungan ke daerah misalnya secara tidak langsung bisa mendekatkan dirinya dengan massa.</p>
<p align="justify">Banyak kritikan yang menyebut SBY terlalu sibuk tebar pesona selama masa kepemimpinannya. Urusan tebar pesona ini tak bisa dilepaskan dari proses pencitraan diri dan mendekatkan diri kepada massa, pada Pilpres 2009 tentunya.</p>
<p align="justify">Salah satu contoh misalnya dalam peristiwa menyambut kehadiran bintang sepak bola dunia asal perancis, Zinedine Zidane. Bukan hal yang substansial bagi Negara, tapi menjadi urusan penting mengingat sepak bola merupakan olah raga yang dekat dengan rakyat. Penyambutan oleh presiden akan mengesankan dirinya yang perhatian dengan urusan sepak bola, dekat pula dengan rakyat. SBY juga dengan setia menonton setiap pertandingan tim-nasional sepak bola kita ketika berlaga di Piala Asia.</p>
<p align="justify">Bahkan yang terakhir untuk urusan tebar pesona, SBY akan meluncurkan album musiknya. Sekaligus menunjukan pada rakyat kepiawaiannya bernyanyi serta kemahirannya mencipta lagu. SBY memang sangat dekat dengan budaya popular saat ini : musik, seni, olahraga dll.</p>
<p align="justify">Garin Nugroho mengatakan SBY merupakan sosok elite yang paling memungkinkan untuk disajikan dengan budaya popular saat ini. Ia memiliki kegantengan, suara yang bagus, bahasa sederhana yang sederhana dan santun, bahasa tubuh yang berwibawa dan memandu, meski sedikit kaku. (Nugroho, 2004 : 178).</p>
<p align="justify">Ketika ditanyakan tentang keterkaitan perhatiannya tentang bidang Seni dan Olahraga terkait dengan pencitraan diri menjelang 2009. Secara diplomatis dan terkonsep SBY menjawab : &#8221; Pada 2004, selama kampanye saya bilang yang harus kita siapkan di Negara ini adalah olahraga dan kesenian. Oleh karena itu kalau saya datang ke pertandingan Voli, sepak bola, bulu tangkis atau beberapa olahraga bela diri, bukan karena saya tebar pesona. Saya ingin memberi semangat agar olahraga bangkit. Begitu juga kesenian. Jadi ini jangan di tafsirkan sebagai bagian dari persiapan 2009. (Tempo, Edisi 29 Oktober – 4 November 2007).</p>
<p align="justify">
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<p><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>Megawati Soekarnoputrie</strong></p>
<p align="justify">Megawati adalah tokoh oposan pemerintahan yang paling unggul saat ini. Bersama mesin poitiknya PDIP, Mega senantiasa mengeluarkan kritikan-kritikan terhadap pemerintahan SBY saat ini. Garis oposisi yang diambil setelah kalah dalam pemilihan presiden 2004 lalu, cukup mengatrol citra Mega. Setidaknya orang akan kembali meliriknya, setelah sempat meninggalkannya pada pemilu 2004.</p>
<p align="justify">Terakhir kritik pedas PDIP dan Mega pada evaluasi tiga tahun kepemimpinan SBY-Kalla. Mega dan PDIP membeberkan realitas tentang gagalnya SBY membangun ekonomi rakyat, ditandai dengan angka pengangguran yang menaik dll.</p>
<p align="justify">Selanjutnya setelah melakukan kritik tak lama berselang Mega juga secara tegas menyatakan siap menjadi capres pada PILPRES 2009. Pencitraan diri sebagai sosok oposisi naik, karena selain mengkritik dia juga menyatakan siap memimpin. Sebuah setting komunikasi politik yang cukup baik.</p>
<p align="justify">Menanggapi siapnya Mega sebagai capres, Pramono Anung Sekjen PDIP mengatakan : bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi atas kegagalan Megawati dalam pilpres tauhn 2004 lalu. Salah satu evaluasinya adalah faktor kedekatan Megawati dengan rakyat ketika menjadi Presiden yang terhalang birokrasi. Selain itu, ada saluran informasi dan komunikasi yang macet di birokrasi sehingga hasil-hasil pembangunan tidak terpublikasi dengan baik. (<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">http://www.forum-politisi.org/arsip/article.php?id=518</span></span>). Artinya dari pernyataan tersebut terlihat jelas bahwa PDIP semakin paham bagaimana membangun komunikasi politik yang baik.</p>
<p align="justify">Ditandai dengan persiapan-persiapan yang lumayan menarik. Diantaranya adalah Rapat Akbar Silatuhrahmi antara para petinggi Golkar dan PDIP di medan dan Palembang beberapa waktu lalu. Pada waktu itu Golkar diwakili oleh Surya Paloh dan PDIP oleh Taufik Kiemas. Padahal selama ini dua partai ini dikenal sebagai pesaing utama, pada dua Pemilu terakhir saling menyalip guna menjadi pemenang. Menjadi pertanyaan besar ada apa di balik silatuhrahmi tersebut ? Adakah kaitannya dengan PILPRES 2009 ?</p>
<p align="justify">
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<p><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>Jusuf Kalla</strong></p>
<p align="justify">Wapres Jusuf Kalla juga menarik untuk dlihat manuver-manuver politiknya. Terakhir Jusuf Kalla sendiri mencoba mendekatkan diri dengan konstituen dengan silatuhrahmi ke beberapa daerah dan beberapa tokoh politik diantaranya mantan presiden Soeharto, Megawati, Jimly Ashiddiqie, dll. Dengan tajuk silatuhrami idul fitrie, apa yang sebenarnya diinginkan saudagar bugis ini ?</p>
<p align="justify">Akbar tanjung mantan ketua umum partai Golkar mengatakan ada dua hal yang ingin dicapai Kalla melaui silatuhrahmi tersebut : Pertama pencitraan bahwa Kalla adalah pemimpin yang menghormati mantan pemimpin. Menurut Akbar, dengan mengunjungi mantan pemimpin, masyarakat akan menilai bahwa Kalla adalah pemimpin yang tidak lupa pada mantan pemimpin. Sisi kedua, lanjut Akbar, apa yang dilakukan Kalla akan berpengaruh secara politik. Tak terkecuali dalam upaya menjaring suara pada Pemilu 2009. &#8220;Sangat dimungkinkan apa yang telah dilakukan beliau adalah usaha menjaring suara,&#8221; ujarnya (<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/jk-sedang-membangun-citra-3.html</span></span> ).</p>
<p align="justify">Kalla juga mengunjungi Megawati dalam safari silatuhrahminya. Menguatkan spekulasi seputar potensi koalisi dua partai tersebut. Menjadi semakin aneh karena Mega dan PDIP merupakan kekuatan oposisi utama bagi pemerintahan saat ini, yang Kalla sendiri duduk di dalamnya. Memunculkan indikasi bahwa Kalla mengirimkan pesan besar pada SBY (selama ini keduanya tak akur), bahwa dia makin menjauh. Bahkan lebih jauh lagi mereka akan berpisah pada PILPRES 2009.</p>
<p align="justify">Ketika berada di Palu, Sulteng sendiri (kebetulan penulis berada di kota yang sama ketika itu), dalam forum silatuhrahmi Kalla sendiri terlibat guyonan menjelang PILPRES 2009. Seperti yang diberitakan beberapa media lokal di kota tersebut.</p>
<p align="justify">Dalam kunjungannya Kalla mengajak Hadi Utomo Ketua Umum Partai Demokrat, yang juga merupakan adik ipar dari SBY. Ikutnya Hadi Utomo, mungkin dimaksudkan untuk menepis kecurigaan keterkaitan antara silatuhrahminya dengan persiapan PILPRES 2009.</p>
<p align="justify">Kedua tokoh juga melakukan silatuhrahmi dengan partainya masing-masing. Hadi utomo bahkan mengatakan bahwa Partai Demokrat akan tetap mencalonkan SBY pada di PILPRES 2009, pada silatuhrahmi dengan jajaran pengurus daerah Partai Demokrat Sulawesi Tengah.</p>
<p align="justify">Tentang Silatuhrahmi itu sendiri Kalla mengatakan bahwa : Oh, itu silatuhrahmi, bukan bicara politik. Memang banyak orang surprised karena hal itu jarang dilakukan. Bagi saya silatuhrahmi itu hal biasa.(Tempo, Edisi 29 Oktober – 4 November 2005).</p>
<p align="justify">
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<div><strong></strong></div>
<p><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>Tokoh Lain</strong></p>
<p align="justify">Tokoh-tokoh lain sepertinya hanya mengirimkan signal kecil untuk siap dicalonkan dalam PILPRES 2009. Tercatat beberapa tokoh bahkan masih &#8220;malu-malu&#8221; mengakui kesiapannya. Antara lain : Sri Sultan Hamengkubuwono X, Hidayat Nurwahid, Amien Rais, dll.</p>
<p align="justify">Amien Rais terakhir hadir dalam pendeklarasian gerakan Indonesia Bangkit. Nampak juga masih malu-malu menunjukan keseriusannya untuk maju. Begitu pula Sri Sultan yang kalau ditanyakan persoalan PILPRES 2009, selalu mengelak. Hidayat Nur Wahid belum mengibarkan kesiapannya. Gus dur pun hanya menyatakan bersedia, dicalonkan kembali jika dirinya diberi mandat oleh lima kyai sepuh di tubuh Nahdathul Ulama (NU) yang dulu pernah memintanya maju sebagai presiden pada pemilu 1999 (<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">http://www.lintasberita.com/Politik/Gus_Dur_Siap_Jadi_Capres_2009/</span></span>).</p>
<p align="justify">Hanya Sutiyoso yang sudah mulai proses pendekatannya dengan massa. Dia telah menyatakan kesiapannya untuk bertanding pada PILPRES 2009. Selain itu dia menyatakan siap memimpin PSSI, sebagai organisasi induk olahraga paling populer di Indonesia. (Bola, No. 1796/Jumat, 26 Oktober 2005). Keseriusannya menjaga Jakarta sebagai daerah utama lumbung pemilihnya, dengan memenangkan Fauzi Bowo pada pilkada gubernur DIY, cukup menunjukan keseriusannya menatap PILPRES 2009.</p>
<p align="justify">Wiranto sendiri sibuk menyiapkan partai barunya Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura). Wiranto menegaskan, meski partainya masih dalam tahap verifikasi, pada 2009 mendatang dipastikan Hanura sudah siap bertarung untuk memenangkan pilpres. Mengenai calon presiden,Wiranto menilai hal ini bukan mainan sebab dibutuhkan tanggung jawab yang besar. &#8220;Saya tidak takut ketinggalan dalam bursa capres,menjadi presiden itu bukan seperti naik kereta api,&#8221; ungkapnya. Wiranto menjelaskan, (<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nasional/wiranto-siap-maju-jadi-capres.html</span></span>).</p>
<p>Akan tetapi dari semua calon yang muncul adalah orang-orang lama dikancah politik. Menurut hemat penulis, rakyat juga butuh alternative kepemimpinan. Butuh orang-orang baru dengan ide yang lebih segar. Mengutip wawancara Wimar Witoelar dengan salah satu Radio di ibukota, ketika ditanya tentang kemungkinan adanya muka baru dalam Pilpres Wimar Witoelar hanya menjawab : Tidak tahu akan atau tidak. Tapi harus kita usahakan (<span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">http/perspektif.net/article/article.php?article_id=1726</span></span>).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=5&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/ramai-ramai-bersiap-menuju-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SLANK DI ANCAM – AMIN KETANGKAP – RAKYAT BUTUH BUKTI NYATA</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/slank-di-ancam-%e2%80%93-amin-ketangkap-%e2%80%93-rakyat-butuh-bukti-nyata/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/slank-di-ancam-%e2%80%93-amin-ketangkap-%e2%80%93-rakyat-butuh-bukti-nyata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 20:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni-Budaya-Berlawan]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Amin]]></category>
		<category><![CDATA[berlawan]]></category>
		<category><![CDATA[ketangkap]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>
		<category><![CDATA[Nasution]]></category>
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[slank]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah lirik lagu grup music SLANK menjadi pembicaraan marak akhir-akhir ini. Lirik lagu yang kurang lebih menceritakan tentang ketidakpercayaan di tingkatan rakyat kecil terhadap mafia di senayan. Banyak mafia di negri ini yang masih melegalkan praktik-praktik KKN dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pelayan ataupun perwakilan masyarakat.
Lagu ini menjadi heboh sejak Grup Musik Slank melakukan pertunjukan kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=4&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Sebuah lirik lagu grup music SLANK menjadi pembicaraan marak akhir-akhir ini. Lirik lagu yang kurang lebih menceritakan tentang ketidakpercayaan di tingkatan rakyat kecil terhadap mafia di senayan. Banyak mafia di negri ini yang masih melegalkan praktik-praktik KKN dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pelayan ataupun perwakilan masyarakat.</p>
<p align="justify">Lagu ini menjadi heboh sejak Grup Musik Slank melakukan pertunjukan kecil di depan gedung Pemberantasan Korupsi akhir Maret lalu. Mungkin merasa dilecehkan oleh lagu tersebut Badan Kehormatan para wakil-wakil rakyat rakyat yang terhormat di DPR, mencoba memberi warning pada SLANK. Bahkan sempat terdengar, bahwa ada niatan para wakil rakyat untuk memperkarakan SLANK.</p>
<p align="justify">Beberapa saat setelahnya Komisi Pemberantasa Korupsi, melakukan penangkapan terhadap AL Amin Nasution (anggota komisi IV DPR-RI) atas dugaan kasus suap. Penangkapan yang seakan ingin membenarkan bahwa lagu SLANK tersebut bukan sepenuhnya gossip jalanan. Mulai mengatur langkah, Badan Kehormatan DPR tak lagi mencoba memperkarakan persoalan tersebut.</p>
<p align="justify">Lagu &#8220;gossip jalanan&#8221;, ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang harus di persoalkan. Jika di telaah memang ada semacam ketidakpercayaan rakyat kecil terhadap kelembagaan Negara dan aparatur pemerintahan. Tak perlu ditutupi ini terlihat dari jumlah Pemilih yang golput ataupun yang tidak memilih pada pemilu 2004 yang sangat besar. Bukan cuman pada pemilu, pada beberapa momentum pilkada juga terlihat indikasi tersebut.</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p align="justify">Pilihan-pilihan rakyat dalam berbagai pesta demokrasi di negri ini, juga mengarah kepada kebutuhan alternative atau sosok-sosok baru. SBY – JK dipilih di tahun 2004 ketika bersaing dengan wajah-wajah lama. Kemenangan HADE di jabar, juga bukti bahwa ada kebutuhan sosok alternatif. Di beberapa tempat memang masih ada muka-muka lama yang berhasil memenangkan pesta demokrasi. Tapi tak bisa di pungkiri dukungan pada hal-hal baru (baca : alternative) sangatlah besar.</p>
<p align="justify">Pilihan-pilihan di atas menunjukan sebuah kejenuhan di masyarakat terhadap sosok-sosok lama yang tak juga berhasil menyelesaikan persoalan-persoalan mereka. Manifestasi yang bagi sebagian orang belum mampu terjelaskan melalui berbagai alat, sehingga menjadi gossip di tingkatan rakyat kecil. Obrolan pinggiran dikala silatuhrahmi pagi membeli sayur bagi ibu-ibu, atau obrolan tengah malam bagi kaum lelaki di warung kopi.</p>
<p align="justify">Bahwa memang ada suatu ketidak percayaan di masyarakat terhadap pemerintahan, lembaga tinggi Negara ataupun aparaturnya. Ketidak percayaan yang muncul karena tak kunjung berubahnya nasib rakyat dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun, presiden satu ke presiden baru. Ada yang menganggap lingkaran politik dan kekuasaan kita kotor, walau belum terbukti sepenuhnya.</p>
<p align="justify">Lagu SLANK sendiri hanya sekedar memotret tanggapan masyarakat, sebuah tanggapan yang kemudian dimenifestasikan dalam sebuah karya seni. Sebuah apresiasi seharusnya diberikan pada karya seni SLANK yang mencoba jujur dalam memotret keresahan di masyarakat.</p>
<p align="justify">Persoalan karya seni yang kotroversial bukanlah hal yang baru. Dengan beberapa lagunya Iwan Fals sempat merasakan dinginnya ubin bui. Doel sumbang juga pernah mengalaminya. Itu semua terjadi di massa orde baru ketika kebebasan di semua bidang memang sekedar menjadi sebuah impian. Dalam era keterbuakaan seperti ini menjadi suatu kemunduran ketika melihat fenomena lirik lagu SLANK sebagai hal yang harus ditanggapi serius, bahkan sampai berniat untuk menuntut.</p>
<p align="justify">Grup music SLANK bukanlah satu-satunya grup music yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial-kemasyarakatan. Di dunia Indie label atau underground ada beberapa band yang bahkan semua lagunya berbau kritik-kritik sosial. Marjinal dan Bunga Hitam, dua band beraliran punk ini adalah contohnya. Bahkan hampir semua lirik lagu mereka selalu bernuansa kritik keras terhadap fenomena-fenomena sosial-kemasyarakatan dewasa ini.</p>
<p align="justify">Menurut jejak Pendapat yang dilakukan oleh Litbang SINDO terlihat ada sekitar 91 persen masyarakat yang menganggap menyatakan pendapat melalui lagu adalah wujud kebebasan berekspresi. Masyarakat sudah dewasa biarkan mereka memilih pendapat mana yang bisa dipercaya. Menjadi tampak kekanak-kanakan bagi masyarakat jikalau mengkotakan salah benar dalam kebebasan seni. Sebaikanya lirik lagu bernuansa kritik ditelaah lebih jauh kebenarannya oleh para pengatur jalannya Negara. Jika benar mari katakan benar, jika salah mari beri bukti. Rakyat butuh bukti nyata kerja keseriusan pemerintahan di segala bidang, bukan janji, omong kosong, basa-basidan tetek bengek elit.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=4&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/slank-di-ancam-%e2%80%93-amin-ketangkap-%e2%80%93-rakyat-butuh-bukti-nyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maaf Saya Mencintai Pocong Anda</title>
		<link>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/maaf-saya-mencintai-pocong-anda/</link>
		<comments>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/maaf-saya-mencintai-pocong-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 20:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>batumerah79</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni-Budaya-Berlawan]]></category>
		<category><![CDATA[anda]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kritis]]></category>
		<category><![CDATA[maaf]]></category>
		<category><![CDATA[mengahamili]]></category>
		<category><![CDATA[pocong]]></category>
		<category><![CDATA[saya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://batumerah79.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu saya bertemu dengan seorang pecinta film, di sebuah persewaan kepingan CD film. Ketika bercerita tentang perfilman di Indonesia, orang yang bukanlah seorang kritikus terkenal ataupun pekerja seni rekam terkenal ini menilai banyak kelemahan di Industri film dalam negri.
Satu hal yang menarik, ketika lontaran penuh canda kami mengerucut pada satu judul parody [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=3&subd=batumerah79&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Beberapa saat yang lalu saya bertemu dengan seorang pecinta film, di sebuah persewaan kepingan CD film. Ketika bercerita tentang perfilman di Indonesia, orang yang bukanlah seorang kritikus terkenal ataupun pekerja seni rekam terkenal ini menilai banyak kelemahan di Industri film dalam negri.</p>
<p align="justify">Satu hal yang menarik, ketika lontaran penuh canda kami mengerucut pada satu judul parody film Indonesia &#8220;Maaf Saya Mencintai Pocong Anda&#8221;. Sebuah potret real dunia perfilman yang memang banyak menghadirkan film dengan tema-tema seperti percintaan, horor dan komedi seksual.</p>
<p align="justify">Dia bercerita tentang perfilman yang tak kunjung mampu memotret kehidupan masyarakat. Dari sekian banyak film Indonesia yang muncul pada massa ini, hanya beberapa film yang jeli melihat realitas masyarakat kita. Saya pun bersepakat dengan judul-judul yang disebutnya (naga bonar, berbagi suami dll). Setidaknya ini menjadi sebuah harapan tersendiri. Ditengah himpitan film-film yang jauh dari realitas masyarakatnya, masih ada (kalopun belum banyak) film yang mau memotret hal tersebut.</p>
<p align="justify">Gampang saja untuk dua film di atas terlihat bagaimana potret bangsa ini. Berbagi Suami adalah fenomena yang sering kita perhatikan. Seorang pejabat Negara, ustadz, sampai rakyat kecil banyak yang melakukan poligami (isu sentral dalam film ini). Tanpa muluk-muluk film ini tergolong sukses memotret dunia masyarakat Indonesia.</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p align="justify">Naga Bonar kaya akan isu sosial masyarakat. Bangsa ini sering lupa pada sejarahnya, itu yang sering dikumandangkan oleh intelektual-intelektual kita. Sebagai bangsa yang belum tuntas proses pencarian karakternya, sejarah merupakan sesuatu yang lazim untuk terlupa. Dengan humor atau pengambilan gambar yang cerdas Naga bonar sukses memotret realitas tersebut.</p>
<p align="justify">Contoh kongkrit adalah penghargaan terhadap monument-monumen sejarah saja sudah mulai luput di tingkatan masyarakat. Patung-patung yang berguna untuk mengingat jejak langkah para pahlawan tak lebih menjadi penghias jalan. Ini hanya satu contoh isu sosial masyarakat yang berhasil di potret naga bonar.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Tanpa menafikan beberapa judul film lainnya, memang harus kita akui beberapa contoh film gagal memotret kehidupan masyarakat. Film dengan genre drama remaja adalah contoh kongkrit betapa jauhnya perfilman kita dari realitas. Sebuah cerita tentang cinta saja, bahkan harus meminjam tempat-tempat romantic di negri luar. Memang sudah tak ada lagi cinta di negri ini mungkin, benci bertebaran di mana-mana. Kenapa tak kebencian itu yang diangkat, dengan perspektif konstruktif untuk menghilangkannya.</p>
<p align="justify">Belum lagi cerita percintaan remaja yan g terkesan klasik, lucunya remaja kita merasa itu potret mereka. Seakan dunia sesempit pergaulan dua anak manusia ditambah konflik intrik, perselingkuhan dan romantika. Mungkin bagi sebagian anak ibu kota itu adalah potret mereka. Tapi menurut hemat saya, tidak demikian dengan kehidupan masa remaja mayoritas dari remaja kita. Masa remaja yang terpaksa dihabiskan dijalanan, dipabrik-pabrik sebagai buruh, atau sebagai penganggur. Film-film seperti Eifel I’m In Love, Buruan Cium Gue, Virgin, Heart, dan beberapa judul film (yang terlalu banyak jika ingin disebutkan) bisa masuk dalam ktegori ini.</p>
<p align="justify">Belum lagi film-film bergenre horror, yang selalu dengan konflik sederhana dan ketakutan yang sama di setiap filmnya. Film-film horor terlihat jelas hanya mementingkan sisi komersilnya, setannya di banyak-banyakin, penggalian kerakter tak perlu repot yang penting duit mengalir. Seakan para pemodal industri film sadar betul bahwa masyarakat kita akrab dengan mistik. Belum lagi ditambah dengan sedikit unsur &#8220;panas&#8221;, yang diharapkan bisa memikat penonton.</p>
<p align="justify">Mistik yang dipadukan dengan modernitas, seakan berharap mistik yang sejajar dengan karya horror negeri-negeri seberang. Tapi ada kegagalan dalam memotret kehidupan masyarakatnya. Padahal kita pahami isu-isu mistik di Indonesia adalah isu-isu yang (maaf) terkesan &#8220;murahan&#8221;.</p>
<p align="justify">Seharusnya kita lebih jujur akan hal itu, tanpa harus mengcopy gaya hidup kebarat-baratan dalam hampir semua film horror kita. Lebih jujur terlihat film-film horror di zaman Suzana, yang memotret budaya mistik kita yang ada di masyarakat. Beberapa judul seperti film Horor, Tali Pocong Perawan, Pocong, Bangku Kosong dan beberapa judul lainnya bisa diklasifikasikan sebagai film yang gagal memotret kehidupan riil masyarakat kita. Mungkin karena unsur kebarat-baratannya yang sangat tinggi.</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Kawan yang diceritakan di awal tulisan ini mengatakan ada baikanya film yang muncul mampu memperlihatkan seperti apa bangsa ini sebenarnya. Belum lama ini saya juga sempat mengikuti bincang-bincang singkat beberapa aktivis mahasiswa. Mereka menyimpulkan bangsa ini belum selesai dalam pencarian jati dirinya sebagai bangsa, atau belum mendapatkan karakternya sebagai sebuah bangsa yang mandiri.</p>
<p>Teringat dua hal di atas, mungkin sebaiknya perfilman kita lebih mampu memotret kehidupan masyarakat kita. Hal ini bisa membantu masyarakat dalam melihat cerminan dirinya. Sehingga bangsa ini bisa terbantu dalam pencarian karakternya sebagai bangsa.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/batumerah79.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/batumerah79.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/batumerah79.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/batumerah79.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/batumerah79.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/batumerah79.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/batumerah79.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/batumerah79.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/batumerah79.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/batumerah79.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/batumerah79.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/batumerah79.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=batumerah79.wordpress.com&blog=3561125&post=3&subd=batumerah79&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://batumerah79.wordpress.com/2008/04/27/maaf-saya-mencintai-pocong-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Fikrie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>