RAMAI-RAMAI BERSIAP MENUJU 2009

PILPRES 2009 masih cukup jauh, tapi warming up politik ditingkatan elit politik sudah dilakukan. Niatnya mungkin warming up (pemanasan) tapi kesan yang dihasilkan di hadapan rakyat, para elit malah sudah kepanasan. Proses warming up ditandai dengan manuver-manuver politik yang dilakukan oleh para elite.

Hampir semua elit politik yang melakukan manuver-manuver politik pada saat ini, menolak jika dikaitkan dengan 2009. Tapi sesuai dengan hukum pada komunikasi politik, ketika ada dua pendapat yang beredar dihadapan publik maka percayalah pada apa yang beredar di organisasi para elit (tataran elit politik itu sendiri). Artinya manuver-manuver itu sangat mungkin sekali kebenarannya jika dikaitkan dengan PILPRES 2009.

Semuanya mungkin terkesan terburu-buru, mengingat PILPRES, masih kurang lebih sekitar dua tahunan lagi. Tapi semuanya dilakukan demi pembangunan pencitraan diri dihadapan rakyat. Sudah menjadi rahasia umum kalau mayoritas penduduk negri ini, lebih tertarik pada sosok figure (pencitraan diri) daripada program-program yang disajikan. Artinya semua para bakal capres 2009, harus sudah memunculkan diri mereka, demi pembangunan citra diri mereka dihadapan rakyat.

Dalam urusan pembangunan pencitraan diri ini, media massa menjadi elemen terpenting dalam mentransformasi pencitraan diri kepada rakyat. Sehingga menurut hemat penulis, siapa yang paling tinggi aksesnya “muncul” di media massa pada saat ini, menjadi pemimpin dalam rally menuju Pilpres 2009.

Untuk urusan itu setidaknya ada tiga nama yang patut untuk dibahas. Dengan asumsi bahwa pemerintahan saat ini akan terus berjalan sampai PILPRES 2009. Maka akan muncul tiga nama elite yang bakal menyedot perhatian media massa. Ketiga nama itu adalah : SBY (posisinya sebagai presiden), Megawati (Ketua Umum partai oposan, PDIP) dan Jusuf Kalla (Wapres dan Ketua Umum partai Golkar, pemenang pemilu 2004). Sementara elite-elite lain harus pintar bermanuver untuk menyedot perhatian media massa, guna membangkitkan pencitraan diri mereka.

Untuk itu tulisan ini akan membahas signal-signal politik dari ketiga calon paling kuat duduk di RI-1 2009 mendatang tersebut. Jika sudah jelas petanya maka sisa kemahiran dari para elite untuk memainkan pencitraan diri mereka. Mendekatkan diri dengan kantong-kantong massa, itulah inti dari proses warming up menjelang Pilpres 2009. Selain itu tentunya mengintip peluang-peluang pada PILPRES 2009.

Susillo Bambang Yudhoyono (SBY)

Dan Nimmo menegaskan bahwa komunikator politik utama yang pertama adalah ialah pemerintahan itu sendiri (Nimmo, 2005 : 31). Termasuk pejabat pemerintahan tentunya.

Untuk urusan ini SBY adalah pemenangnya. Sebagai presiden yang bertindak sebagai komunikator utama, SBY bisa mendekatkan dirinya dengan kantong-kantong massa pada Pilpres 2009. Dengan kunjungan-kunjungan ke daerah misalnya secara tidak langsung bisa mendekatkan dirinya dengan massa.

Banyak kritikan yang menyebut SBY terlalu sibuk tebar pesona selama masa kepemimpinannya. Urusan tebar pesona ini tak bisa dilepaskan dari proses pencitraan diri dan mendekatkan diri kepada massa, pada Pilpres 2009 tentunya.

Salah satu contoh misalnya dalam peristiwa menyambut kehadiran bintang sepak bola dunia asal perancis, Zinedine Zidane. Bukan hal yang substansial bagi Negara, tapi menjadi urusan penting mengingat sepak bola merupakan olah raga yang dekat dengan rakyat. Penyambutan oleh presiden akan mengesankan dirinya yang perhatian dengan urusan sepak bola, dekat pula dengan rakyat. SBY juga dengan setia menonton setiap pertandingan tim-nasional sepak bola kita ketika berlaga di Piala Asia.

Bahkan yang terakhir untuk urusan tebar pesona, SBY akan meluncurkan album musiknya. Sekaligus menunjukan pada rakyat kepiawaiannya bernyanyi serta kemahirannya mencipta lagu. SBY memang sangat dekat dengan budaya popular saat ini : musik, seni, olahraga dll.

Garin Nugroho mengatakan SBY merupakan sosok elite yang paling memungkinkan untuk disajikan dengan budaya popular saat ini. Ia memiliki kegantengan, suara yang bagus, bahasa sederhana yang sederhana dan santun, bahasa tubuh yang berwibawa dan memandu, meski sedikit kaku. (Nugroho, 2004 : 178).

Ketika ditanyakan tentang keterkaitan perhatiannya tentang bidang Seni dan Olahraga terkait dengan pencitraan diri menjelang 2009. Secara diplomatis dan terkonsep SBY menjawab : ” Pada 2004, selama kampanye saya bilang yang harus kita siapkan di Negara ini adalah olahraga dan kesenian. Oleh karena itu kalau saya datang ke pertandingan Voli, sepak bola, bulu tangkis atau beberapa olahraga bela diri, bukan karena saya tebar pesona. Saya ingin memberi semangat agar olahraga bangkit. Begitu juga kesenian. Jadi ini jangan di tafsirkan sebagai bagian dari persiapan 2009. (Tempo, Edisi 29 Oktober – 4 November 2007).

Megawati Soekarnoputrie

Megawati adalah tokoh oposan pemerintahan yang paling unggul saat ini. Bersama mesin poitiknya PDIP, Mega senantiasa mengeluarkan kritikan-kritikan terhadap pemerintahan SBY saat ini. Garis oposisi yang diambil setelah kalah dalam pemilihan presiden 2004 lalu, cukup mengatrol citra Mega. Setidaknya orang akan kembali meliriknya, setelah sempat meninggalkannya pada pemilu 2004.

Terakhir kritik pedas PDIP dan Mega pada evaluasi tiga tahun kepemimpinan SBY-Kalla. Mega dan PDIP membeberkan realitas tentang gagalnya SBY membangun ekonomi rakyat, ditandai dengan angka pengangguran yang menaik dll.

Selanjutnya setelah melakukan kritik tak lama berselang Mega juga secara tegas menyatakan siap menjadi capres pada PILPRES 2009. Pencitraan diri sebagai sosok oposisi naik, karena selain mengkritik dia juga menyatakan siap memimpin. Sebuah setting komunikasi politik yang cukup baik.

Menanggapi siapnya Mega sebagai capres, Pramono Anung Sekjen PDIP mengatakan : bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi atas kegagalan Megawati dalam pilpres tauhn 2004 lalu. Salah satu evaluasinya adalah faktor kedekatan Megawati dengan rakyat ketika menjadi Presiden yang terhalang birokrasi. Selain itu, ada saluran informasi dan komunikasi yang macet di birokrasi sehingga hasil-hasil pembangunan tidak terpublikasi dengan baik. (http://www.forum-politisi.org/arsip/article.php?id=518). Artinya dari pernyataan tersebut terlihat jelas bahwa PDIP semakin paham bagaimana membangun komunikasi politik yang baik.

Ditandai dengan persiapan-persiapan yang lumayan menarik. Diantaranya adalah Rapat Akbar Silatuhrahmi antara para petinggi Golkar dan PDIP di medan dan Palembang beberapa waktu lalu. Pada waktu itu Golkar diwakili oleh Surya Paloh dan PDIP oleh Taufik Kiemas. Padahal selama ini dua partai ini dikenal sebagai pesaing utama, pada dua Pemilu terakhir saling menyalip guna menjadi pemenang. Menjadi pertanyaan besar ada apa di balik silatuhrahmi tersebut ? Adakah kaitannya dengan PILPRES 2009 ?

Jusuf Kalla

Wapres Jusuf Kalla juga menarik untuk dlihat manuver-manuver politiknya. Terakhir Jusuf Kalla sendiri mencoba mendekatkan diri dengan konstituen dengan silatuhrahmi ke beberapa daerah dan beberapa tokoh politik diantaranya mantan presiden Soeharto, Megawati, Jimly Ashiddiqie, dll. Dengan tajuk silatuhrami idul fitrie, apa yang sebenarnya diinginkan saudagar bugis ini ?

Akbar tanjung mantan ketua umum partai Golkar mengatakan ada dua hal yang ingin dicapai Kalla melaui silatuhrahmi tersebut : Pertama pencitraan bahwa Kalla adalah pemimpin yang menghormati mantan pemimpin. Menurut Akbar, dengan mengunjungi mantan pemimpin, masyarakat akan menilai bahwa Kalla adalah pemimpin yang tidak lupa pada mantan pemimpin. Sisi kedua, lanjut Akbar, apa yang dilakukan Kalla akan berpengaruh secara politik. Tak terkecuali dalam upaya menjaring suara pada Pemilu 2009. “Sangat dimungkinkan apa yang telah dilakukan beliau adalah usaha menjaring suara,” ujarnya (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/jk-sedang-membangun-citra-3.html ).

Kalla juga mengunjungi Megawati dalam safari silatuhrahminya. Menguatkan spekulasi seputar potensi koalisi dua partai tersebut. Menjadi semakin aneh karena Mega dan PDIP merupakan kekuatan oposisi utama bagi pemerintahan saat ini, yang Kalla sendiri duduk di dalamnya. Memunculkan indikasi bahwa Kalla mengirimkan pesan besar pada SBY (selama ini keduanya tak akur), bahwa dia makin menjauh. Bahkan lebih jauh lagi mereka akan berpisah pada PILPRES 2009.

Ketika berada di Palu, Sulteng sendiri (kebetulan penulis berada di kota yang sama ketika itu), dalam forum silatuhrahmi Kalla sendiri terlibat guyonan menjelang PILPRES 2009. Seperti yang diberitakan beberapa media lokal di kota tersebut.

Dalam kunjungannya Kalla mengajak Hadi Utomo Ketua Umum Partai Demokrat, yang juga merupakan adik ipar dari SBY. Ikutnya Hadi Utomo, mungkin dimaksudkan untuk menepis kecurigaan keterkaitan antara silatuhrahminya dengan persiapan PILPRES 2009.

Kedua tokoh juga melakukan silatuhrahmi dengan partainya masing-masing. Hadi utomo bahkan mengatakan bahwa Partai Demokrat akan tetap mencalonkan SBY pada di PILPRES 2009, pada silatuhrahmi dengan jajaran pengurus daerah Partai Demokrat Sulawesi Tengah.

Tentang Silatuhrahmi itu sendiri Kalla mengatakan bahwa : Oh, itu silatuhrahmi, bukan bicara politik. Memang banyak orang surprised karena hal itu jarang dilakukan. Bagi saya silatuhrahmi itu hal biasa.(Tempo, Edisi 29 Oktober – 4 November 2005).

Tokoh Lain

Tokoh-tokoh lain sepertinya hanya mengirimkan signal kecil untuk siap dicalonkan dalam PILPRES 2009. Tercatat beberapa tokoh bahkan masih “malu-malu” mengakui kesiapannya. Antara lain : Sri Sultan Hamengkubuwono X, Hidayat Nurwahid, Amien Rais, dll.

Amien Rais terakhir hadir dalam pendeklarasian gerakan Indonesia Bangkit. Nampak juga masih malu-malu menunjukan keseriusannya untuk maju. Begitu pula Sri Sultan yang kalau ditanyakan persoalan PILPRES 2009, selalu mengelak. Hidayat Nur Wahid belum mengibarkan kesiapannya. Gus dur pun hanya menyatakan bersedia, dicalonkan kembali jika dirinya diberi mandat oleh lima kyai sepuh di tubuh Nahdathul Ulama (NU) yang dulu pernah memintanya maju sebagai presiden pada pemilu 1999 (http://www.lintasberita.com/Politik/Gus_Dur_Siap_Jadi_Capres_2009/).

Hanya Sutiyoso yang sudah mulai proses pendekatannya dengan massa. Dia telah menyatakan kesiapannya untuk bertanding pada PILPRES 2009. Selain itu dia menyatakan siap memimpin PSSI, sebagai organisasi induk olahraga paling populer di Indonesia. (Bola, No. 1796/Jumat, 26 Oktober 2005). Keseriusannya menjaga Jakarta sebagai daerah utama lumbung pemilihnya, dengan memenangkan Fauzi Bowo pada pilkada gubernur DIY, cukup menunjukan keseriusannya menatap PILPRES 2009.

Wiranto sendiri sibuk menyiapkan partai barunya Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura). Wiranto menegaskan, meski partainya masih dalam tahap verifikasi, pada 2009 mendatang dipastikan Hanura sudah siap bertarung untuk memenangkan pilpres. Mengenai calon presiden,Wiranto menilai hal ini bukan mainan sebab dibutuhkan tanggung jawab yang besar. “Saya tidak takut ketinggalan dalam bursa capres,menjadi presiden itu bukan seperti naik kereta api,” ungkapnya. Wiranto menjelaskan, (http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/nasional/wiranto-siap-maju-jadi-capres.html).

Akan tetapi dari semua calon yang muncul adalah orang-orang lama dikancah politik. Menurut hemat penulis, rakyat juga butuh alternative kepemimpinan. Butuh orang-orang baru dengan ide yang lebih segar. Mengutip wawancara Wimar Witoelar dengan salah satu Radio di ibukota, ketika ditanya tentang kemungkinan adanya muka baru dalam Pilpres Wimar Witoelar hanya menjawab : Tidak tahu akan atau tidak. Tapi harus kita usahakan (http/perspektif.net/article/article.php?article_id=1726).

~ by batumerah79 on April 27, 2008.

One Response to “RAMAI-RAMAI BERSIAP MENUJU 2009”

  1. assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas?😐

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s