Harga Menaik, Popularitas pun Menukik

Survey Indo Barometer yang dilakukan paska kenaikan harga BBM, menunjukan penurunan popularitas SBY. Menurut hasil survey ini, 50,6 % responden tidak menginginkan SBY kembali menjadi presiden pada periode 2009-1014 (Kompas, 30 Juni 2008). Bahkan jika pemilu diadakan sekarang, SBY tidak akan terpilih sebagai presiden. Nama SBY menempati urutan kedua setelah Megawati Soekarnoputri (dalam pertanyaan terbuka dan tertutup), tentang siapa yang bakal dipilih sebagai presiden jika pemilu dilakukan hari ini.

Seperti sudah diramalkan sebelumnya (lihat tulisan : Krisis Dunia, Curhatan Rakyat dan Popularitas Pemerintahan, di blog ini), kebijakan menaikan harga BBM dapat berakibat buruk pada popularitas pemerintahan (baca juga : SBY secara pribadi). Kenaikan harga BBM, tentunya ‘bersambung rasa’ dengan kenaikan harga-harga yang lainnya. Mulai dari sembako, transportasi sampai pada kebutuhan-kebutuhan pelengkap terus naik paska kenaikan harga BBM. Bagi rakyat hal ini tentu semakin memperburuk kondisi ekonomi. Ketidak mampuan pemerintah memperbaiki kondisi ekonomi mereka, tentu akan berdampak pada pilihan-pilihan politik mereka.

Kenaikan harga BBM menjadi santapan empuk bagi lawan-lawan politik SBY. Aksi-aksi massa yang banyak dilakukan oleh mahasiswa, mampu menaikan kampanye perlawanan terhadap kebijakan tidak populis ini. Belakangan pemerintah memang cukup efektif dalam melakukan ‘kampanye hitam’, terhadap aksi-aksi massa yang sering berakhir dengan kekerasan. Akan tetapi hal itu tidak akan banyak menolong, karena rakyat mulai merasakan efek dari kenaikan harga BBM.

Di lain sisi lawan-lawan Politik SBY (di parlemen dan elite di luar parlemen) terus berkoar-koar menentang kebijakan ini. Pertarungan hak angket di DPR adalah contoh kasus terakhir. Walau tidak lepas dari kepentingan pragmatis dari partai-partai politik menjelang pemilu, suara-suara sumbang di parlemen juga turut menggerogoti popularitas SBY. Diluar parlemen sendiri ada banyak ekonom, politikus, aktivis dll yang terus berkampanye tentang penolakan (sekarang baca : pembatalan) kenaikan harga BBM.

Pertarungan-pertarungan itu-pun menyita perhatian media massa, pada akhirnya isu ini meluas dan tetap panas. Perhatian media massa, bagi lawan-lawan politik pemerintah adalah ruang kampanye yang harus dimanfaatkan. Ruang itu-pun dipakai untuk menghadirkan sodoran-sodoran alternativ dalam mengatasi problem BBM di negri ini. Bagi massa yang rasional, hal ini membuat mereka semakin yakin untuk tidak memilih SBY di Pilpres selanjutnya.

Golnya hak angket BBM, juga menjadi fenomena tersendiri. Mengingat PEMILU 2009 yang semakin dekat, pertarungan di PANSUS ANGKET BBM akan sangat panas. Tak heran jika pendukung pemerintah (partai dan elite-elite lainnya), mulai kalang kabut mendengar putusan diterimanya HAK ANGKET BBM. PANSUS ANGKET BBM bagi lawan politik SBY, akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Minimal melaui PANSUS ini popularitas pemerintahan bisa digerogoti.

Mulai dari sekarang tarung kepentingan di PANSUS ANGKET BBM mulai terlihat. Masing-masing kubu (pro dan kontra hak ANGKET) sedang bertarung untuk merebut posisi pimpinan PANSUS ANGKET BBM. Walau demikian harus kita pahami bahwa kepentingan mereka (baik pro maupun tidak) tetap dalam kerangka mengamankan atau meraih kekuasaan pada pemilu 2009. Susah sekali (bahkan mungkin tak ada) mencari unsur partai politik di parlemen yang benar-benar berbicara sesuai nurani rakyat.

Popularitas SBY bisa jadi akan semakin menukik turun, beberapa bulan ke depan. Menjelang datangnya tahun ajaran baru, rakyat akan semakin merasakan himpitan ekonomi paska kenaikan harga BBM. Harga-harga menaik, juga harus dibarengi dengan siasat jitu untuk menyekolahkan anak bagi mayoritas keluarga di Indonesia. Sejatinya tak ada siasat jitu dalam himpitan ekonomi seperti saat ini. Karena kenaikan harga-harga tidak dibarengi dengan kenaikan taraf hidup rakyat.

Dilain sisi harga minyak dunia bahkan telah mencapai angka 145 dollar Amerika Serikat per barrel (Kompas, Jumat 4 Juli 2008). Angka yang sangat fantastis, mengingat akhir tahun kemarin angka itu masih di bawah 100 dollar AS per barrel. Bahkan dua bulan lalu angka itu hanya berkisar di 120an AS per barrel.

Kenaikan harga minyak yang tak terkendali tentu akan berdampak bagi Indonesia. Jika ketergantungan terhadap asing pada soal pasokan minyak dalam negri belum bisa diatasi, maka bisa dipastikan harga minyak dalam negri bakal kembali baik. Bahkan running text di sebuah stasiun televisi menuliskan : pemerintah sedang menysusung rencana kenaikan harga BBM untuk tahun 2009.

Situasi tak berubah, perekonomian dunia tetap mengalami goncangan terkait harga minyak. Belajar tentang kejadian hari ini, SBY tetap dihadapkan pada situasi serba salah mengenai BBM. Jika kata Andi Malarangeng (jubir kepresidenan), bahwa kenaikan tersebut tidak akan berpengaruh pada popularitas pemerintahan. Belakangan fakta telah berkata lain. Belakangan pula Jubir kepresidenan itu mengatakan SBY rela jatuh popularitasnya demi kepentingan rakyat Indonesia. Nampaknya tidak demikian, angka penurunan popularitas SBY turun cukup drastis. Padahal kedepannya rakyat akan makin merasakan himpitan ekonomi, karena kebijakan menaikan harga BBM itu baru berlangsung satu bulan belakangan. SBY bakal berpikir dua kali untuk menaikan harga BBM disisa periode jabatannya, melihat hasil survey yang menunjukan popularitasnya menurun.

Tapi apadaya jika tak sanggup memperbaiki ketergantungan pada asing dalam soal minyak, hal itu tak bisa dihindarkan. Menarik ditunggu menjelang 2009, keputusan SBY tentang harga BBM. Karena ramalan beberapa ekonom dunia, harga minyak akan terus melambung. Bahkan akan mencapai angka 200 dollar AS per barrel diakhir tahun. Jika benar, berarti beban APBN Negara tidak akan sanggup menangung angka subsidi BBM lagi. Beranikah SBY ?

~ by batumerah79 on July 5, 2008.

One Response to “Harga Menaik, Popularitas pun Menukik”

  1. Tampaknya SBY tetap dan masih ingin mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu mendatang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s