Tersisa dari Euro 2008

Sebulan penuh, kompetisi itu akhirnya berakhir sudah. Beragam cerita menjadi oleh-oleh bagi para kontestannya. Ada kisah sedih, tragis, bahagia, bangga dan lainnya hadir di perhelatan sepak bola terbesar setelah Piala Dunia ini. Berikut beberapa catatan kecil dari saya, tentang Euro 2008 di Austria dan Swis.

Tim terbaik : Spanyol

Tim Kejutan : Turki

Tim paling mengecewakan : Prancis

Pemain Terbaik : Xavi Hernandez

Partai terbaik : Turki Vs Jerman

TIM IMPIAN di Euro 2008 (formasi 4-4-2)

Pelatih : Slaven Bilic

Ada beberapa pelatih yang gemilang di Euro 2008 kali ini. Fatih Terim, Guus Hidink, Luis Aragones dan Slaven Bilic adalah deretan nama yang prestasinya baik di kompetisi empat tahunan ini. Nama terakhir adalah sosok yang paling menarik di antara mereka.

Luka Modric, Dario Srjna, Niko kovac, Robert Kovac, Vedron Verluca dan lain-lain menjadi sosok-sosok yang tangguh di lapangan hijau. Buktinya Ketangguhan mereka adalah saat mengalahkan sang finalis Jerman (2-1) di penyisihan grup. Bukan hanya lihai dalam meramu strategi, Bilic yang juga terkenal pentolan grup rock Rabauw ini sangat eksentrik di pinggir lapangan. Dengan jasnya serta anting-anting di telinga kirinya, pelatih ini tak hentinya berteriak menerangkan strategi serta menyemangati para pemainnya.

Hampir setiap kali pemainnya sukses mencetak gol, Bilic akan turut merayakannya. Dia melompat dan berlari masuk lapangan ketika Dario Srjna menjebol gawang Jerman. Kegembiraannya dan ekspresinya ketika terjadi gol, menurutnya dimaksudkan untuk mendekatkan diri dengan timnya. Selain itu adalah bentuk penghargaan terhadap kerja keras pemain. Keenerjikan, kemudaannya, gaya nyentriknya, kedekatan dengan pemain serta kemampuan meramu tekhnik, wajar jika dia disebut sebagai pelatih muda berbakat.

KIPER : Iker Casilas

Kapten tim-nas Spanyol ini berhasil menahan dua tendangan penalti di partai perempat final melawan Italia. Kemampuannya memimpin tim juga patut untuk di ancungi jempol. Selain satu kartu kuning di partai final, Casilas tampil sangat baik sepanjang turnamen.

BEK Tengah : Carles Puyol

Dia adalah bek yang tak kenal kompromi. Di lini belakang dia terkenal sangat dingin dalam menghalau serbuan lawan. Kemampuannya membuat kiper Iker Casilas, cukup beruntung memiliki pemain sepertinya di lini belakang. Pemain asli catalunya ini sukses pula mematikan pemain-pemain berbahaya dalam pertandingan Spanyol. Lukas Podolski, Pavyluchenko, Luca Toni dll menjadi saksi ketangguhan pemain ini.

BEK Tengah : Carlos Marchena

Duetnya dengan puyol, telah memperlihatkan kokohnya permainan lini belakang tim ini. Selama kompetisi mereka hanya kebobolan tiga gol. Kematangannya bersama Valencia, berhasil diperlihatkan juga di timnas pada Euro 2008 kali ini.

BEK Kiri : Philp Lahm

Pemain bertubuh mungil ini, menjadi penentu kemenangan Jerman atas Turki di Semifinal. Terlepas dari dua kegagalannya menghalau bola (kemudian menghasilkan gol) di dua pertandingan terakhir tim Jerman. Rasanya permainan bek kiri Bayern Munchen ini, cukup konsisten sepanjang turnamen.

BEK Kanan : Sergio Ramos

Pemain belakang Real Madrid, ini sukses menunjukan kematangannya di usia muda. Sebagai sosok di sisi kanan-belakang tim Spanyol, Ramos berhasil menghalau serbuan-serbuan pemain lawan. Schwenstieger, salah satu pemain sayap terbaik di turnamen ini telah merasakan betapa sulitnya melewati Sergio Ramos. Kemampuan bertahan yang baik, juga ditunjang dengan kemampuan menyerangnya yang semakin membaik.

Gelandang Tgh : Andrei Arshavin

Pemain tengah Rusia ini adalah kunci kemenangan Rusia atas Belanda di perempat final. Sebelumnya tanpa Arshavin Rusia terseok-seok di penyisihan. Tapi setelah Arshavin kembali, tim ini seperti mendapatkan roh baru. Tim ini mampu mengalahkan Swedia dan menggulung Belanda. Kematangannya mengolah bola, umpan-umpan yang teratur serta kemampuan membaca permainan, membuat Arshavin menjadi salah satu dari sedikit tipe classical play maker yang beredar di Euro kali ini. Kegemilangannya membuat beberapa klub tertarik untuk meminangnya, Barcelona dikabarkan serius mendekatinya setelah mereka melepas Deco ke Chelsea.

Gelandang Tgh : Xavi Hernandes

Kekonsistenannya dalam memimpin lapangan tengah Spanyol, membawanya sebagai pemain terbaik di Piala Eropa 2008. Kemampuannya dalam memberikan umpan-umpan terebosan dan mendikte permainan lewat umpan-umpan pendek, membuatnya menjadi kunci di lapangan tengah Spanyol. Asistnya ke Fernando Torres, adalah bukti atas kemampuannya membaca pergerakan lawan dan kawan. Satu golnya ke gawang Rusia, di semi final juga menjadi bukti kefektifannya selain memberi umpan.

Gelandang ki : Wesley Sneijder

Jikalau Belanda terus melaju sampai ke final, maka nama Sneijder akan menjadi salah satu nama yang bakal disebut orang sebagi kunci keberhasilan timnya. Apa daya timnya harus mengakui keperkasaan Rusia di perempat final. Tapi dua penampilannya bersama oranje squad, telah membuktikan kematangan pemain berusia 24 tahun ini. Dia mampu mencetak gol di dua pertandingan tersebut. Hebatnya lagi ke dua gol tersebut adalah gol yang sangat cantik dan diciptakan di gawang dua tim besar Perancis dan Italia. Kemampuannya menyusuri sisi kiri pertahanan lawan sama baiknya ketika menjadi play maker.

Gelandang Ka : Silva

Pemain bertubuh mungil ini berhasil menunjukan kematangannya di Euro 2008. Kemampuan tendangan jarak jauh, serta crossing-crosing terukur dan keberanian menusuk jantung pertahanan, membuatnya menjadi salah satu pemain sayap terbaik di turnamen kali ini. Dengan usianya yang baru 22 tahun, Silva tentunya akan menjadi pilihan terbaik bagi tim-tim besar Eropa di bursa transfer juli-agustus mendatang.

Penyerang : David Villa

Tiga golnya ke gawang Rusia dan satu gol ke gawang Swedia sudah cukup mengantarkannya sebagai pencetak gol terbanyak Piala eropa kali ini. Kecepatan, kemampuan dribbling yang baik dan tendangan terarahnya menjadi salah satu kunci keberhasilan Spanyol menjadi juara turnamen kali ini. Kemampuan yang layak untuk membuat mata para pelatih tim-tim besar Eropa ingin merekrut, striker Valencia ini.

Penyerang : Fernando Torres

Torehan Torres diturnamen ini terbilang kecil, sebagai striker utama Spanyol dia hanya mencetak 1 gol sampai pertandingan final ini. Penampilannya yang penuh motivasi di partai final, telah menutupi semuanya. Dia mampu memperlihatkan kemampuan terbaiknya sebagai salah satu striker pembunuh di daratan Eropa pada saat ini. Satu golnya ke gawang Jens Lehnman membuktikan kematangannya sebagai seorang striker. Kemampuan bergerak tanpa bola, kecepatan serta visi menempatkan bola, membuat gol ini bisa dikatakan sebuah tpikal gol penyerang kelas dunia.

~ by batumerah79 on July 5, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s